Skip to content
Gemawan

Lembaga Gemawan

Masyarakat Swadaya dan Mandiri

Menu

  • Home
  • News
    • Pemberdayaan Perempuan
    • Pembangunan Berbasis Masyarakat
    • Sumberdaya Alam
    • Pengembangan Ekonomi
    • Tata Kelola
  • Publikasi
    • Kabar Gemawan
    • Laporan
    • Opini
    • Buku
    • Pernyataan Sikap
  • Spasial
    • Dashboard Perhutanan Sosial
  • Tentang
    • Tim
    • Program & Aktivitas
    • Wilayah Aktivitas
  • Inovasi
    • LESTARI
    • PERSADA
    • SIGAP
  • Pengaduan
    • Prosedur Pengaduan
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English Version

Korupsi

Pilkada Serentak: Perkuat Komitmen dan Gerakan Antikorupsi!

antikorupsi

Korupsi adalah masalah dunia. Tetapi di berbagai negara di dunia, korupsi paling banyak dijumpai di tingkat lokal, dalam pemerintahan daerah.” (Robert Klitgaard) Pemerintah, DPR, dan Penyelenggara Pemilu bersepakat untuk tetap melaksanakan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada tanggal 9 Desember

admin December 9, 2020March 18, 2022 News Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

‘Berkelahi Melawan Korupsi’, BW: Buku Ini Tanggungjawab Publik Saya

Buku Korupsi

Lembaga Gemawan menggelar bedah buku berjudul “Berkelahi Melawan Korupsi”. Buku setebal 478 halaman ini ditulis oleh Bambang Widjojanto (BW) yang pernah menjabat sebagai pimpinan KPK. Kegiatan digelar di Aula Rektorat IKIP PGRI Pontianak, Rabu (6/12/2017). Penulis buku, Bambang Widjojanto mengatakan,

mimin December 6, 2017March 18, 2022 Buku, News Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

87 Persen Masyarakat Anggap Kasus Korupsi Masih Parah

87 Persen Masyarakat Anggap Kasus Korupsi Masih Parah

Penggiat anti korupsi lembaga Gemawan Hermawansyah menuturkan, jika membaca isi survei yang telah jabarkan, 87 persen masyarakat menganggap bahwa korupsi masih parah. Yang berarti partai-partai korupsi di yakini oleh masyarakat sulit untuk membaik. “Tetapi di sisi yang lain. melihat kinerja

admin August 15, 2017March 11, 2022 News Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

ICW Latih Siswa Saksi dalam Investigasi Kasus Korupsi

Corruption Case Investigations

Gemawan News – Indonesia Coruption Watch (ICW), Abid, yang merupakan Divisi Monitoring dan Investigasi  latih peserta Sekolah Anti Korupsi terkait proses Investigasi, di Aula Kantor Swandiri Institut, yang di selengarakan oleh Gemawan, di Koordinir oleh Sri HARYANTI, (Jumat/23/9/2016). Abid yang merupakan

admin September 24, 2016March 11, 2022 Berita Utama, News, Tata Kelola Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

Gemawan Cetuskan Sekolah Anti Korupsi Di Kalimantan Barat

Gemawan Cetuskan Sekolah Anti Korupsi Di Kalimantan Barat

Gemawan News- Gemawan menyelengarakan Sekolah Anti Korupsi di singkat dengan SAKsi di Koordinir oleh  Staf ahli Hukum Gemawan, Sri Haryanti, bertempat di Aula Kantor Swandiri Institut, beralamat di Jalan Dr. Wahidin Gang Silva Jaya Nomor 3. Di hadiri peserta sekitar

admin September 24, 2016March 11, 2022 Berita Utama, News, Tata Kelola Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

Hari Ke II Sekolah Anti Korupsi “Jurnalis Investigasi”

Hari Ke II Sekolah Anti Korupsi “Jurnalis Investigasi”

Gemawan News. Sekolah Anti Korupsi yang di singkat dengan nama SAKsi, yang di adakan di Kantor Swandiri Institute, yang diadakan pada tanggal 21-24 September 2016 Sekolah Anti Korupsi di hari ke II kegiataan lebih di fokuskan pada pengetahuan terkait praktek dan

admin September 23, 2016March 11, 2022 News, Tata Kelola Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

Diskon sama dengan Korupsi

RAMAH-TAMAH: Wako Pontianak H Edi Rusdi Kamtono beramah-tamah dengan aktivis lintas NGO di acara diskusi ‘Jejaring Anti Korupsi’ yang diselenggarakan lembaga Gemawan di Hotel Santika Pontianak, Kamis (30/06/2016). Foto: Mahmudi/GEMAWAN.

RAMAH-TAMAH: Wako Pontianak H Edi Rusdi Kamtono beramah-tamah dengan aktivis lintas NGO di acara diskusi ‘Jejaring Anti Korupsi’ yang diselenggarakan lembaga Gemawan di Hotel Santika Pontianak, Kamis (30/06/2016). Foto: Mahmudi/GEMAWAN. Pontianak, GEMAWAN. Dalam perdagangan diskon atau potongan harga sangat dicari

admin August 16, 2016March 11, 2022 Berita Utama, News, Pengembangan Ekonomi, Tata Kelola Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

TI Indonesia Salut dengan Gerakan Anti Korupsi di Kalbar

Penggiat TI Indonesia. Agus Sarwono orasi di mimbar bebas koalisi masyarakat sipil Kalbar anti korupsi di Taman Digulis Pontianak

MIMBAR BEBAS: Program Officer Media and Campaign TI Indonesia, Agus Sarwono ketika orasi tolak revisi UU KPK di mimbar bebas koalisi masyarakat sipil Kalbar anti korupsi di Taman Digulis Pontianak, Senin (22/02/2016). Foto: Muhammad Zuni Irawan/GEMAWAN. Pontianak, GEMAWAN. Program Officer

admin February 24, 2016March 11, 2022 Berita Utama, News, Tata Kelola Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

Tiga Tuntutan Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi Kalbar

Aktivis perempuan Gemawan dari Sambas ikut turun ke Pontianak hanya untuk menyuarakan penolakan revisi UU KPK

Pontianak, GEMAWAN. Akademisi dari Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Dr Hermansyah SH MHum, membacakan tiga tuntutan ke pemerintah. Bertempat di Taman Digulis Untan Pontianak, Senin (22/02/2016). Hermansyah di hadapan puluhan organisasi sosial kemasyarakatan dan elemen mahasiswa, terhimpun di koalisis

admin February 23, 2016March 11, 2022 Berita Utama, News, Tata Kelola Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

Persepsi Korupsi Kota Pontianak Terbersih Ke Empat Nasional

TI Indonesia-Gemawan

Survei Indkes Persepsi Korupsi 2015 Pontianak, GEMAWAN. Hasil survei persepsi korupsi tahun 2015, Kota Pontianak dalam indeks persepsi korupsi (IPK) menempati ranking keempat nasional. IPK merupakan indeks gabungan, menggambarkan persepsi, korupsi, sektor publik, dan nasional. Rentang skor mulai 0 poin

admin February 17, 2016March 11, 2022 Berita Utama, News, Tata Kelola Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya
  • « Sebelumnya

Instagram

Donasi yang terkumpul merupakan akumulasi dari kegiatan penggalangan dana dan sumbangan yang disalurkan langsung melalui rekening Gemawan. Donasi ini akan disalurkan untuk mendukung kebutuhan warga dan tim relawan yang terdampak karhutla.

Terima kasih sebesar-besarnya kepada setiap orang yang telah menyisihkan waktu, tenaga, dan rezekinya untuk ikut membantu. Setiap bantuan yang diberikan, berapa pun jumlahnya, sangat berarti dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk melewati situasi ini.

Bagi yang masih ingin berdonasi, bantuan dapat disalurkan melalui:

Bank BNI
Rekening: 1980045120
a.n. Perkumpulan Gemawan

Sekali lagi, terima kasih atas kepercayaan, kepedulian, dan dukungan yang telah diberikan. Semoga kebaikan yang teman-teman berikan dapat sampai kepada mereka yang membutuhkan.
•
Follow
Donasi yang terkumpul merupakan akumulasi dari kegiatan penggalangan dana dan sumbangan yang disalurkan langsung melalui rekening Gemawan. Donasi ini akan disalurkan untuk mendukung kebutuhan warga dan tim relawan yang terdampak karhutla. Terima kasih sebesar-besarnya kepada setiap orang yang telah menyisihkan waktu, tenaga, dan rezekinya untuk ikut membantu. Setiap bantuan yang diberikan, berapa pun jumlahnya, sangat berarti dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk melewati situasi ini. Bagi yang masih ingin berdonasi, bantuan dapat disalurkan melalui: Bank BNI Rekening: 1980045120 a.n. Perkumpulan Gemawan Sekali lagi, terima kasih atas kepercayaan, kepedulian, dan dukungan yang telah diberikan. Semoga kebaikan yang teman-teman berikan dapat sampai kepada mereka yang membutuhkan.
2 weeks ago
View on Instagram |
1/9
Bantuan Air Bersih (Batch 2) Kamis, 17 September  2026

Bagi warga yang membutuhkan air bersih, tersedia bantuan air bersih yang dapat diambil di Rumah Gesit Borneo.

📍 Lokasi pengambilan: Rumah Gesit Borneo
💧 Persediaan terbatas, selama stok masih tersedia.

Air tetap perlu dimasak untuk terhindari dari paparan bakteri.

Silakan datang dan ambil sesuai kebutuhan. Semoga bantuan ini dapat membantu warga yang sedang menghadapi kondisi kekeringan.
•
Follow
Bantuan Air Bersih (Batch 2) Kamis, 17 September 2026 Bagi warga yang membutuhkan air bersih, tersedia bantuan air bersih yang dapat diambil di Rumah Gesit Borneo. 📍 Lokasi pengambilan: Rumah Gesit Borneo 💧 Persediaan terbatas, selama stok masih tersedia. Air tetap perlu dimasak untuk terhindari dari paparan bakteri. Silakan datang dan ambil sesuai kebutuhan. Semoga bantuan ini dapat membantu warga yang sedang menghadapi kondisi kekeringan.
2 weeks ago
View on Instagram |
2/9
Bantuan Air Bersih

Bagi warga yang membutuhkan air bersih, tersedia bantuan air bersih yang dapat diambil di Rumah Gesit Borneo.

📍 Lokasi pengambilan: Rumah Gesit Borneo
💧 Persediaan terbatas, selama stok masih tersedia.

Silakan datang dan ambil sesuai kebutuhan. Semoga bantuan ini dapat membantu warga yang sedang menghadapi kondisi kekeringan.
•
Follow
Bantuan Air Bersih Bagi warga yang membutuhkan air bersih, tersedia bantuan air bersih yang dapat diambil di Rumah Gesit Borneo. 📍 Lokasi pengambilan: Rumah Gesit Borneo 💧 Persediaan terbatas, selama stok masih tersedia. Silakan datang dan ambil sesuai kebutuhan. Semoga bantuan ini dapat membantu warga yang sedang menghadapi kondisi kekeringan.
3 weeks ago
View on Instagram |
3/9
Kalimantan sedang menghadapi kabut asap. Di tengah situasi ini, warga dan relawan membutuhkan dukungan untuk tetap aman dan bertahan.

Posko MASA Kalimantan Barat membuka donasi untuk membantu memenuhi kebutuhan di lapangan, mulai dari masker N95/KN95, tabung oksigen, vitamin dan obat, perlengkapan pemadam api, hingga logistik makanan.

Kalau kamu punya ruang untuk berbagi, mari ikut ambil bagian. Berapa pun dukunganmu, berarti bagi mereka yang sedang menghadapi kabut asap.

Donasi dapat disalurkan melalui:
BNI 1980045120
a.n. Perkumpulan Gemawan

Konfirmasi donasi: +62 896-9329-7519
•
Follow
Kalimantan sedang menghadapi kabut asap. Di tengah situasi ini, warga dan relawan membutuhkan dukungan untuk tetap aman dan bertahan. Posko MASA Kalimantan Barat membuka donasi untuk membantu memenuhi kebutuhan di lapangan, mulai dari masker N95/KN95, tabung oksigen, vitamin dan obat, perlengkapan pemadam api, hingga logistik makanan. Kalau kamu punya ruang untuk berbagi, mari ikut ambil bagian. Berapa pun dukunganmu, berarti bagi mereka yang sedang menghadapi kabut asap. Donasi dapat disalurkan melalui: BNI 1980045120 a.n. Perkumpulan Gemawan Konfirmasi donasi: +62 896-9329-7519
4 weeks ago
View on Instagram |
4/9
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
•
Follow
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu. Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran. Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang. Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
4 weeks ago
View on Instagram |
5/9
Kalimantan sedang menghadapi kabut asap. Saatnya kita saling menguatkan. 🌿

Bersama @mdmc_kalbar , Perkumpulan Gemawan melalui MASA KALBAR (Masyarakat Siaga Asap Kalbar) membuka dukungan untuk membantu warga dan relawan yang terdampak kabut asap.

Kebutuhan yang mendesak meliputi paket kesehatan, logistik makanan, perlengkapan pemadam, posko kesehatan, distribusi bantuan, hingga evakuasi.

Bagi kamu yang ingin ikut membantu, berapa pun donasi yang diberikan akan sangat berarti.

💙 Salurkan bantuan melalui:
BNI 1980045120
a/n Perkumpulan Gemawan

📲 Konfirmasi donasi: +62 896-9329-7519

Mari bersama membantu Kalimantan menghadapi kabut asap dan menjaga keselamatan warga yang terdampak.

#MASAKALBAR #KalbarBebasAsap #SolidaritasLawanAsap
•
Follow
Kalimantan sedang menghadapi kabut asap. Saatnya kita saling menguatkan. 🌿 Bersama @mdmc_kalbar , Perkumpulan Gemawan melalui MASA KALBAR (Masyarakat Siaga Asap Kalbar) membuka dukungan untuk membantu warga dan relawan yang terdampak kabut asap. Kebutuhan yang mendesak meliputi paket kesehatan, logistik makanan, perlengkapan pemadam, posko kesehatan, distribusi bantuan, hingga evakuasi. Bagi kamu yang ingin ikut membantu, berapa pun donasi yang diberikan akan sangat berarti. 💙 Salurkan bantuan melalui: BNI 1980045120 a/n Perkumpulan Gemawan 📲 Konfirmasi donasi: +62 896-9329-7519 Mari bersama membantu Kalimantan menghadapi kabut asap dan menjaga keselamatan warga yang terdampak. #MASAKALBAR #KalbarBebasAsap #SolidaritasLawanAsap
1 month ago
View on Instagram |
6/9
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
•
Follow
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian. Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri. Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
1 month ago
View on Instagram |
7/9
Nazela, perempuan muda asal Kubu Raya, membagikan cerita tentang bagaimana kebakaran lahan gambut dan kabut asap berdampak pada lingkungan, ruang hidup, serta aktivitas masyarakat di sekitarnya.

Di tengah kondisi Kalimantan yang kembali dilanda kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, cerita Nazela menjadi pengingat bahwa persoalan karhutla bukan hanya tentang asap yang memenuhi udara. 

Sebagai perempuan muda yang hidup dekat dengan wilayah gambut, Nazela melihat langsung bagaimana kebakaran dapat mengubah lingkungan dan memengaruhi kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Lalu, seperti apa cerita perempuan-perempuan muda dalam merawat hutan dan gambut, sekaligus memperkuat kehidupan?

Simak cerita selengkapnya di YouTube Perkumpulan Gemawan.
•
Follow
Nazela, perempuan muda asal Kubu Raya, membagikan cerita tentang bagaimana kebakaran lahan gambut dan kabut asap berdampak pada lingkungan, ruang hidup, serta aktivitas masyarakat di sekitarnya. Di tengah kondisi Kalimantan yang kembali dilanda kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, cerita Nazela menjadi pengingat bahwa persoalan karhutla bukan hanya tentang asap yang memenuhi udara. Sebagai perempuan muda yang hidup dekat dengan wilayah gambut, Nazela melihat langsung bagaimana kebakaran dapat mengubah lingkungan dan memengaruhi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Lalu, seperti apa cerita perempuan-perempuan muda dalam merawat hutan dan gambut, sekaligus memperkuat kehidupan? Simak cerita selengkapnya di YouTube Perkumpulan Gemawan.
1 month ago
View on Instagram |
8/9
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
•
Follow
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha? Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu. Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha. Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan. #mempawah
2 months ago
View on Instagram |
9/9
View on Instagram

Collab!

Rumah Gesit Gemawan

Jl. Ujung Pandang No. 89
Pontianak | Kalimantan Barat | Indonesia
Telp.: (+62561)5628041
E-mail: info[at]gemawan.org
Pengaduan: lapor[at]gemawan.org

Connect!

Create!

PERSADA
LESTARI
SIGAP
#BorneoMangroveAction
SIGMA
Hak Cipta © 2026 Lembaga Gemawan. All rights reserved. Theme Spacious by ThemeGrill. Powered by: WordPress.
  • English
  • Indonesia