Mainstreaming GESI, Gemawan Fasilitasi 2 Kelompok Perempuan Desa Sekabuk Lakukan Perencanaan Kerja

Mainstreaming GESI dalam Perencanaan Kerja Pengelolaan Sumber Penghidupan di Desa Sekabuk

“Mainstreaming GESI merupakan core Gemawan dalam melakukan pengorganisasian dengan meningkatkan peran kelompok perempuan, marjinal, serta kelompok rentan lainnya terhadap pengelolaan sumberdaya alam,” terang Ucup. Rapat Kerja Pengelolaan Sumber Penghidupan Bersama kelompok perempuan di Desa Sekabuk, Kecamatan Sadaniang, Mempawah, Gemawan melaksanakan

Berbagi Sembako dan Kantin Ramadhan: 12 Tahun Resiliensi Para Perempuan di Singkawang

Kantin Ramadhan Singkawang Perempuan Singkawang

Kelompok Serumpun Rambut Sawang, Kelurahan Setapuk, Kota Singkawang, merupakan salah satu kelompok perempuan mitra Gemawan. Berbagai aktivitas dan pendampingan dilakukan bersama kelompok ini untuk meningkatkan kapasitas anggota dan membangun kemandirian kelompok. Setelah 20 tahun terbentuk, Kelompok Rambutan Sawang telah melakukan

Berbagi Berkah Sedekah Sampah untuk Kaum Lemah, Serumpun Sejati Sambut Ramadhan

Waste Donation Berkah Sedekah Sampah

Serikat Perempuan Pantai Selatan (Serumpun) Sejati Kelurahan Bukit Batu, Singkawang, menyerahkan bantuan kepada kaum dhuafa dan panti asuhan. Penyerahan bantuan ini dilakukan di dua lokasi, yaitu di Kelurahan Pangmilang dan Kelurahan Bukit Batu pada (29/03).  “Kami mengumpulkan sumbangan dari anggota

Sekolah Pemimpin Perempuan Lahirkan Perempuan Pemimpin di Sambas

Gemawan Pemimpin Perempuan Women's Leaders

WARTA PONTIANAK – Sekolah Pemimpin Perempuan (SPP) yang dicanangkan Gemawan melaksanakan wisuda kepada 10 orang yang menjadi alumni angkatan pertama, Senin (7/3/22). Pelaksanaan SPP sendiri telah dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2021 secara offline. Kegiatan ini juga dilakukan in class dan out class. Direktur Gemawan, Laili Khairnur, menjelaskan bahwa SPP merupakan

Perempuan Sambas: Menjaga Lingkungan, Sumber Penghidupan, dan Warisan Tradisi

Perempuan Sambas Penenun Sejarah

Bagaimana perempuan menjadi penjaga sejarah tenun berusia 300 tahun untuk melestarikan alam, sumber penghidupan, dan warisan budaya mereka? Di Sambas, Kalimantan Barat, hal itu tercatat melalui tenunan bernilai tinggi. Ketika sejarah tidak hanya diabadikan dengan tinta, melainkan dengan sulaman benang. Untuk