Skip to content
Gemawan

Lembaga Gemawan

Masyarakat Swadaya dan Mandiri

Menu

  • Home
  • News
    • Pemberdayaan Perempuan
    • Pembangunan Berbasis Masyarakat
    • Sumberdaya Alam
    • Pengembangan Ekonomi
    • Tata Kelola
  • Publikasi
    • Kabar Gemawan
    • Laporan
    • Opini
    • Buku
    • Pernyataan Sikap
  • Spasial
    • Dashboard Perhutanan Sosial
  • Tentang
    • Tim
    • Program & Aktivitas
    • Wilayah Aktivitas
  • Inovasi
    • LESTARI
    • PERSADA
    • SIGAP
  • Pengaduan
    • Prosedur Pengaduan
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English Version

Opini

Titik Balik PEMILUKADA Kalbar; Mahal & Harapan Kita!

Oleh : Ireng Maulana* Semakin banyak dari kita, terkadang terlalu menumpuk harapan kepada kemenangan sepasang calon dalam PILKADA. Gegap-gempita pemilihan, perilaku dukung-mendukung cenderung membuat sebagian besar orang cepat lupa tentang kenyataan setelah sorak-sorai selesai, frustasi berkali-kali mendera masyarakat oleh karena

admin December 1, 2011November 20, 2025 Opini Baca Selengkapnya

Perdamaian Semu dan Palsu Model Kalimantan Barat

Oleh: Ireng Maulana * Saat ini, identitas kelompok telah di manfaatkan sedemikian jahatnya sehingga melulu  dipergunakan untuk menguatkan eksistensi kepentingan. Identitas kelompok coba dihidupkan dengan satu orientasi mengerikan, yaitu kebenciaan. Padahal, identitas kelompok adalah kemurniaan jati diri dari individu-individu yang

admin December 1, 2011June 22, 2022 Opini Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

Pemilukada Sambas 2011 : Bukti Penting Bahwa PDI-P Kalbar Bisa di Kalahkan !

Oleh : Ireng Maulana* Siapa sangka setelah kemenangan gilang gemilang dan berturut turut di Pemilukada kabupaten Ketapang dan kabupaten Sintang, PDI-P (Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan) Kalbar harus mengalami kekalahan di Pemilukada kabupaten Sambas 2011. Pemilukada Sambas 2011 sebagai salah satu peristiwa

admin December 1, 2011May 30, 2013 Opini Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

Surat Untuk Almira

salam kenal almira

Salam kenal Almira, Perkenalkan kami juga anak Indonesia, kami berasal  dari sebuah desa sekitar hutan  di negeri Borneo. Kami dan keluarga secara turun temurun bergantung hidup pada hutan dan lahan yang ada di sekitar tempat kami tinggal. Tapi beberapa tahun

admin October 1, 2011February 3, 2023 Opini Baca Selengkapnya

Keuntungan Hutan yang Dilestarikan Tiga Kali Lahan Sawit

  Menyelamatkan orangutan (Pongo pygmaeus) berarti menyelamatkan hutan. Berarti pula mewujudkan target penurunan laju emisi gas rumah kaca hingga separuh dari yang terjadi saat ini, pada 2020 nanti. (REUTERS/Bernadett Szabo) “skema penghitungan karbon sesuai REDD+, tiap hektare hutan “bernilai” hingga

admin September 30, 2011March 11, 2022 Opini Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

ICW Laporkan Dugaan Korupsi Kehutanan Rp 9,1 T

JAKARTA, KOMPAS.com – Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyelidikan serius terhadap indikasi dugaan korupsi kehutanan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Hasil penelitian ICW bersama Save Our Borneo (SOB) dan Kontak Rakyat Borneo (KRB) menunjukkan

admin September 28, 2011March 11, 2022 Opini Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

Pemenuhan Keadilan versus Kepastian Hukum: Antara Cita-Cita dan Realita

Hermawansyah Mempawah Dinamisator BRGM Gambut Mangrove Desa Moderasi Kebudayaan pemenuhan keadilan, menulis artikel Akuntabilitas Partai Politik. Aktif dalam gerakan sosial di Kalbar. Memperjuangkan hak kelola rakyat melalui aktivitas sosialnya. Aktif advokasi regulasi penataan daerah Menulis Tanggung jawab-generasi

Di tegah situasi ketidakpastian, krisis kepercayaan terhadap lembaga dan sistem hukum yang sedang berlangsung sekarang ini, tidak mungkin pemenuhan keadilan masyarakat dapat diupayakan lewat mekanisme dan prosedur hukum yang ada. Sebab hukum hanya menjadi salah satu sarana (baca; bukan satu-satunya)

admin January 25, 2010June 22, 2022 Opini Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

Demokrasi Substantif; antara Harapan dan Tantangan

Hermawansyah Mempawah Dinamisator BRGM Gambut Mangrove Desa Moderasi Kebudayaan pemenuhan keadilan, menulis artikel Akuntabilitas Partai Politik. Aktif dalam gerakan sosial di Kalbar. Memperjuangkan hak kelola rakyat melalui aktivitas sosialnya. Aktif advokasi regulasi penataan daerah Menulis Tanggung jawab-generasi

 Oleh: Hermawansyah* Demokratisasi menuju terciptanya sistem ketatanegaraan dengan perangkat regulasi dan penegakan hukum yang mampu menjamin terpenuhinya hak-hak asasi rakyat adalah agenda besar yang belum dapat diwujudkan. Satu dasawarsa sudah reformasi bergulir sejak kejatuhan Soeharto, akan tetapi konsolidasi demokrasi yang

admin January 25, 2010January 10, 2023 Opini Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

DPRD Sambas jangan (di ) Lemah (kan ) ?

DPRD Sambas jangan (di ) Lemah (kan ) ? Oleh : Ireng Maulana* Salus Populi Suprema Lex ,bahwa kesejahteraan rakyat merupakan hukum tertinggi. Maka DPRD Sambas dianggap mampu mengatasi semua keterbatasan yang mereka miliki demi memperjuangkan kesejahteraan warga masyarakat yang

admin July 1, 2009May 30, 2013 Opini Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

Menuju Otonomi Desa Sejati – Mempersiapkan Desentralisasi Bagi Desa

Otonomi desa ASURANSI PADI: Kawasan pertanian di desa Tanjung Satai kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalbar, selain menghadapi tantangan benih unggul dan pupuk mahal, juga sarana dan prasarana kawasan produksi padi dengan pasar. Sedangkan asuransi pertanian hanya mengganti ganti rugi kerusakan padi, bukan menanggung sarana dan prasarana yang rusak. Foto: Abang Rustaman/GEMAWAN.

Desa mandiri dalam semangat Otonomi Desa menginsyaratkan Mempunyai hak, wewenang dan kewajiban untuk mengatur sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat berdasarkan hak asal usul dan nilai – nilai sosial budaya yang ada pada masyarakat setempat sehingga diberikan kesempatan untuk tumbuh

admin July 1, 2009June 24, 2022 Opini Baca Selengkapnya
  • « Sebelumnya
  • Berikutnya »

Instagram

Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
•
Follow
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha? Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu. Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha. Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan. #mempawah
7 days ago
View on Instagram |
1/9
Di banyak desa rawan karhutla, masyarakat menjadi pihak yang pertama melihat tanda-tanda kebakaran, melakukan patroli, hingga merespons ketika api mulai muncul. Peran mereka menunjukkan bahwa pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada respons saat kebakaran terjadi, tetapi juga pada kesiapsiagaan masyarakat yang hidup paling dekat dengan wilayah berisiko.

Namun, peran tersebut tidak bisa berjalan tanpa dukungan. Penguatan kapasitas, sarana dan prasarana, sistem deteksi dini, serta kolaborasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam membangun pencegahan karhutla yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Melalui Laporan Penilaian Risiko Karhutla dan Kapasitas Kelembagaan MPA di Kabupaten Mempawah dan Sambas, Gemawan mengangkat berbagai temuan dan rekomendasi untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla berbasis masyarakat.

📖 Baca laporan lengkapnya di gemawan.org/laporan-asesmen-dan-analisis-karhutla.
Di banyak desa rawan karhutla, masyarakat menjadi pihak yang pertama melihat tanda-tanda kebakaran, melakukan patroli, hingga merespons ketika api mulai muncul. Peran mereka menunjukkan bahwa pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada respons saat kebakaran terjadi, tetapi juga pada kesiapsiagaan masyarakat yang hidup paling dekat dengan wilayah berisiko.

Namun, peran tersebut tidak bisa berjalan tanpa dukungan. Penguatan kapasitas, sarana dan prasarana, sistem deteksi dini, serta kolaborasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam membangun pencegahan karhutla yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Melalui Laporan Penilaian Risiko Karhutla dan Kapasitas Kelembagaan MPA di Kabupaten Mempawah dan Sambas, Gemawan mengangkat berbagai temuan dan rekomendasi untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla berbasis masyarakat.

📖 Baca laporan lengkapnya di gemawan.org/laporan-asesmen-dan-analisis-karhutla.
Di banyak desa rawan karhutla, masyarakat menjadi pihak yang pertama melihat tanda-tanda kebakaran, melakukan patroli, hingga merespons ketika api mulai muncul. Peran mereka menunjukkan bahwa pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada respons saat kebakaran terjadi, tetapi juga pada kesiapsiagaan masyarakat yang hidup paling dekat dengan wilayah berisiko.

Namun, peran tersebut tidak bisa berjalan tanpa dukungan. Penguatan kapasitas, sarana dan prasarana, sistem deteksi dini, serta kolaborasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam membangun pencegahan karhutla yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Melalui Laporan Penilaian Risiko Karhutla dan Kapasitas Kelembagaan MPA di Kabupaten Mempawah dan Sambas, Gemawan mengangkat berbagai temuan dan rekomendasi untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla berbasis masyarakat.

📖 Baca laporan lengkapnya di gemawan.org/laporan-asesmen-dan-analisis-karhutla.
Di banyak desa rawan karhutla, masyarakat menjadi pihak yang pertama melihat tanda-tanda kebakaran, melakukan patroli, hingga merespons ketika api mulai muncul. Peran mereka menunjukkan bahwa pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada respons saat kebakaran terjadi, tetapi juga pada kesiapsiagaan masyarakat yang hidup paling dekat dengan wilayah berisiko.

Namun, peran tersebut tidak bisa berjalan tanpa dukungan. Penguatan kapasitas, sarana dan prasarana, sistem deteksi dini, serta kolaborasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam membangun pencegahan karhutla yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Melalui Laporan Penilaian Risiko Karhutla dan Kapasitas Kelembagaan MPA di Kabupaten Mempawah dan Sambas, Gemawan mengangkat berbagai temuan dan rekomendasi untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla berbasis masyarakat.

📖 Baca laporan lengkapnya di gemawan.org/laporan-asesmen-dan-analisis-karhutla.
Di banyak desa rawan karhutla, masyarakat menjadi pihak yang pertama melihat tanda-tanda kebakaran, melakukan patroli, hingga merespons ketika api mulai muncul. Peran mereka menunjukkan bahwa pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada respons saat kebakaran terjadi, tetapi juga pada kesiapsiagaan masyarakat yang hidup paling dekat dengan wilayah berisiko.

Namun, peran tersebut tidak bisa berjalan tanpa dukungan. Penguatan kapasitas, sarana dan prasarana, sistem deteksi dini, serta kolaborasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam membangun pencegahan karhutla yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Melalui Laporan Penilaian Risiko Karhutla dan Kapasitas Kelembagaan MPA di Kabupaten Mempawah dan Sambas, Gemawan mengangkat berbagai temuan dan rekomendasi untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla berbasis masyarakat.

📖 Baca laporan lengkapnya di gemawan.org/laporan-asesmen-dan-analisis-karhutla.
Di banyak desa rawan karhutla, masyarakat menjadi pihak yang pertama melihat tanda-tanda kebakaran, melakukan patroli, hingga merespons ketika api mulai muncul. Peran mereka menunjukkan bahwa pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada respons saat kebakaran terjadi, tetapi juga pada kesiapsiagaan masyarakat yang hidup paling dekat dengan wilayah berisiko.

Namun, peran tersebut tidak bisa berjalan tanpa dukungan. Penguatan kapasitas, sarana dan prasarana, sistem deteksi dini, serta kolaborasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam membangun pencegahan karhutla yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Melalui Laporan Penilaian Risiko Karhutla dan Kapasitas Kelembagaan MPA di Kabupaten Mempawah dan Sambas, Gemawan mengangkat berbagai temuan dan rekomendasi untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla berbasis masyarakat.

📖 Baca laporan lengkapnya di gemawan.org/laporan-asesmen-dan-analisis-karhutla.
•
Follow
Di banyak desa rawan karhutla, masyarakat menjadi pihak yang pertama melihat tanda-tanda kebakaran, melakukan patroli, hingga merespons ketika api mulai muncul. Peran mereka menunjukkan bahwa pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada respons saat kebakaran terjadi, tetapi juga pada kesiapsiagaan masyarakat yang hidup paling dekat dengan wilayah berisiko. Namun, peran tersebut tidak bisa berjalan tanpa dukungan. Penguatan kapasitas, sarana dan prasarana, sistem deteksi dini, serta kolaborasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam membangun pencegahan karhutla yang lebih efektif dan berkelanjutan. Melalui Laporan Penilaian Risiko Karhutla dan Kapasitas Kelembagaan MPA di Kabupaten Mempawah dan Sambas, Gemawan mengangkat berbagai temuan dan rekomendasi untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla berbasis masyarakat. 📖 Baca laporan lengkapnya di gemawan.org/laporan-asesmen-dan-analisis-karhutla.
2 weeks ago
View on Instagram |
2/9
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain.

Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. 

Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain.

Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. 

Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain.

Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. 

Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain.

Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. 

Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain.

Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. 

Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain.

Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. 

Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain.

Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. 

Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain.

Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. 

Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain.

Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. 

Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain.

Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. 

Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
•
Follow
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain. Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
1 month ago
View on Instagram |
3/9
Sepanjang Juni 2026, Gemawan menyelenggarakan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan dialog multipihak di berbagai kabupaten di Kalimantan Barat dengan melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, kelompok perempuan, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui ruang dialog ini, berbagai isu strategis dibahas bersama, mulai dari pembangunan yang responsif gender, adaptasi terhadap perubahan iklim, penguatan peran perempuan petani, ketahanan pangan, akses terhadap informasi iklim, hingga pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Sejumlah forum juga memperkenalkan pendekatan 3R (Recognition, Representation, dan Redistribution) serta Program Perempuan KUAT sebagai bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan, kapasitas, dan partisipasi perempuan dalam pembangunan.

Kolaborasi yang terbangun hari ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Sepanjang Juni 2026, Gemawan menyelenggarakan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan dialog multipihak di berbagai kabupaten di Kalimantan Barat dengan melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, kelompok perempuan, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui ruang dialog ini, berbagai isu strategis dibahas bersama, mulai dari pembangunan yang responsif gender, adaptasi terhadap perubahan iklim, penguatan peran perempuan petani, ketahanan pangan, akses terhadap informasi iklim, hingga pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Sejumlah forum juga memperkenalkan pendekatan 3R (Recognition, Representation, dan Redistribution) serta Program Perempuan KUAT sebagai bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan, kapasitas, dan partisipasi perempuan dalam pembangunan.

Kolaborasi yang terbangun hari ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Sepanjang Juni 2026, Gemawan menyelenggarakan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan dialog multipihak di berbagai kabupaten di Kalimantan Barat dengan melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, kelompok perempuan, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui ruang dialog ini, berbagai isu strategis dibahas bersama, mulai dari pembangunan yang responsif gender, adaptasi terhadap perubahan iklim, penguatan peran perempuan petani, ketahanan pangan, akses terhadap informasi iklim, hingga pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Sejumlah forum juga memperkenalkan pendekatan 3R (Recognition, Representation, dan Redistribution) serta Program Perempuan KUAT sebagai bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan, kapasitas, dan partisipasi perempuan dalam pembangunan.

Kolaborasi yang terbangun hari ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Sepanjang Juni 2026, Gemawan menyelenggarakan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan dialog multipihak di berbagai kabupaten di Kalimantan Barat dengan melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, kelompok perempuan, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui ruang dialog ini, berbagai isu strategis dibahas bersama, mulai dari pembangunan yang responsif gender, adaptasi terhadap perubahan iklim, penguatan peran perempuan petani, ketahanan pangan, akses terhadap informasi iklim, hingga pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Sejumlah forum juga memperkenalkan pendekatan 3R (Recognition, Representation, dan Redistribution) serta Program Perempuan KUAT sebagai bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan, kapasitas, dan partisipasi perempuan dalam pembangunan.

Kolaborasi yang terbangun hari ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Sepanjang Juni 2026, Gemawan menyelenggarakan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan dialog multipihak di berbagai kabupaten di Kalimantan Barat dengan melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, kelompok perempuan, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui ruang dialog ini, berbagai isu strategis dibahas bersama, mulai dari pembangunan yang responsif gender, adaptasi terhadap perubahan iklim, penguatan peran perempuan petani, ketahanan pangan, akses terhadap informasi iklim, hingga pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Sejumlah forum juga memperkenalkan pendekatan 3R (Recognition, Representation, dan Redistribution) serta Program Perempuan KUAT sebagai bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan, kapasitas, dan partisipasi perempuan dalam pembangunan.

Kolaborasi yang terbangun hari ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Sepanjang Juni 2026, Gemawan menyelenggarakan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan dialog multipihak di berbagai kabupaten di Kalimantan Barat dengan melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, kelompok perempuan, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui ruang dialog ini, berbagai isu strategis dibahas bersama, mulai dari pembangunan yang responsif gender, adaptasi terhadap perubahan iklim, penguatan peran perempuan petani, ketahanan pangan, akses terhadap informasi iklim, hingga pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Sejumlah forum juga memperkenalkan pendekatan 3R (Recognition, Representation, dan Redistribution) serta Program Perempuan KUAT sebagai bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan, kapasitas, dan partisipasi perempuan dalam pembangunan.

Kolaborasi yang terbangun hari ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
•
Follow
Sepanjang Juni 2026, Gemawan menyelenggarakan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan dialog multipihak di berbagai kabupaten di Kalimantan Barat dengan melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, kelompok perempuan, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Melalui ruang dialog ini, berbagai isu strategis dibahas bersama, mulai dari pembangunan yang responsif gender, adaptasi terhadap perubahan iklim, penguatan peran perempuan petani, ketahanan pangan, akses terhadap informasi iklim, hingga pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Sejumlah forum juga memperkenalkan pendekatan 3R (Recognition, Representation, dan Redistribution) serta Program Perempuan KUAT sebagai bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan, kapasitas, dan partisipasi perempuan dalam pembangunan. Kolaborasi yang terbangun hari ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
1 month ago
View on Instagram |
4/9
Di saat banyak hal terasa semakin bising, perjumpaan menjadi cara untuk tetap mendengar satu sama lain. 

Dari ruang Diseminasi dan Dialog Tindak Lanjut Hasil Indonesia Civil Society Forum Regional Kalimantan dan Sumatera, kami belajar: gerakan tidak tumbuh dari kerja sendiri. Tetapi dari keberanian untuk tetap terhubung, menyusun langkah adaptif, dan menjaga suara-suara tetap punya tempat, karena solidaritas perlu terus dirawat.

#indonesiacivilsocietyforum #ICSF #kawangemawan #borneoinisiatif
•
Follow
Di saat banyak hal terasa semakin bising, perjumpaan menjadi cara untuk tetap mendengar satu sama lain. Dari ruang Diseminasi dan Dialog Tindak Lanjut Hasil Indonesia Civil Society Forum Regional Kalimantan dan Sumatera, kami belajar: gerakan tidak tumbuh dari kerja sendiri. Tetapi dari keberanian untuk tetap terhubung, menyusun langkah adaptif, dan menjaga suara-suara tetap punya tempat, karena solidaritas perlu terus dirawat. #indonesiacivilsocietyforum #ICSF #kawangemawan #borneoinisiatif
3 months ago
View on Instagram |
5/9
Di tengah ancaman krisis iklim yang kian nyata menyentuh ruang-ruang domestik dan produktif masyarakat pedesaan, Gemawan gelar workshop dan uji coba modul bertajuk “Kepemimpinan Perempuan Muda dalam Membangun Ketangguhan Komunitas Terhadap Krisis Iklim”. 

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 7-8 April 2026, di Rumah Panjang Madang, Dusun Karangan Bunut, Desa Menua Sadap, Kecamatan Embaloh Hulu, Kab. Kapuas Hulu menjadi momentum krusial bagi perempuan muda  untuk mengambil peran kepemimpinan dalam menjaga ekosistem lokal.

#WorkshopGemawan #Gemawan #PerempuanMuda #Krisisiklim #Kepemimpinanperempuan
•
Follow
Di tengah ancaman krisis iklim yang kian nyata menyentuh ruang-ruang domestik dan produktif masyarakat pedesaan, Gemawan gelar workshop dan uji coba modul bertajuk “Kepemimpinan Perempuan Muda dalam Membangun Ketangguhan Komunitas Terhadap Krisis Iklim”. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 7-8 April 2026, di Rumah Panjang Madang, Dusun Karangan Bunut, Desa Menua Sadap, Kecamatan Embaloh Hulu, Kab. Kapuas Hulu menjadi momentum krusial bagi perempuan muda untuk mengambil peran kepemimpinan dalam menjaga ekosistem lokal. #WorkshopGemawan #Gemawan #PerempuanMuda #Krisisiklim #Kepemimpinanperempuan
4 months ago
View on Instagram |
6/9
Di tengah ancaman krisis iklim yang kian nyata menyentuh ruang-ruang domestik dan produktif masyarakat pedesaan, Gemawan gelar workshop dan uji coba modul bertajuk “Kepemimpinan Perempuan Muda dalam Membangun Ketangguhan Komunitas Terhadap Krisis Iklim”. 

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 30–31 Maret 2026, di Aula Kantor Desa Punggur Kecil, Kec. Sungai Kakap, Kab. Kubu Raya menjadi momentum krusial bagi perempuan muda  untuk mengambil peran kepemimpinan dalam menjaga ekosistem lokal.

#WorkshopGemawan #Gemawan #PerempuanMuda #Krisisiklim #Kepemimpinanperempuan
•
Follow
Di tengah ancaman krisis iklim yang kian nyata menyentuh ruang-ruang domestik dan produktif masyarakat pedesaan, Gemawan gelar workshop dan uji coba modul bertajuk “Kepemimpinan Perempuan Muda dalam Membangun Ketangguhan Komunitas Terhadap Krisis Iklim”. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 30–31 Maret 2026, di Aula Kantor Desa Punggur Kecil, Kec. Sungai Kakap, Kab. Kubu Raya menjadi momentum krusial bagi perempuan muda untuk mengambil peran kepemimpinan dalam menjaga ekosistem lokal. #WorkshopGemawan #Gemawan #PerempuanMuda #Krisisiklim #Kepemimpinanperempuan
5 months ago
View on Instagram |
7/9
Hai #KawanGemawan

Kami sedang membuka kesempatan bagi kamu yang mau berkontribusi dalam mendorong perubahan sosial, cek kualifikasi lengkap pada poster dan kirimkan lamaranmu.

Lokasi: Kalimantan Barat

#Gemawan #openrecruitment #perempuanberdaya #keadilangender
Hai #KawanGemawan

Kami sedang membuka kesempatan bagi kamu yang mau berkontribusi dalam mendorong perubahan sosial, cek kualifikasi lengkap pada poster dan kirimkan lamaranmu.

Lokasi: Kalimantan Barat

#Gemawan #openrecruitment #perempuanberdaya #keadilangender
Hai #KawanGemawan

Kami sedang membuka kesempatan bagi kamu yang mau berkontribusi dalam mendorong perubahan sosial, cek kualifikasi lengkap pada poster dan kirimkan lamaranmu.

Lokasi: Kalimantan Barat

#Gemawan #openrecruitment #perempuanberdaya #keadilangender
Hai #KawanGemawan

Kami sedang membuka kesempatan bagi kamu yang mau berkontribusi dalam mendorong perubahan sosial, cek kualifikasi lengkap pada poster dan kirimkan lamaranmu.

Lokasi: Kalimantan Barat

#Gemawan #openrecruitment #perempuanberdaya #keadilangender
•
Follow
Hai #KawanGemawan Kami sedang membuka kesempatan bagi kamu yang mau berkontribusi dalam mendorong perubahan sosial, cek kualifikasi lengkap pada poster dan kirimkan lamaranmu. Lokasi: Kalimantan Barat #Gemawan #openrecruitment #perempuanberdaya #keadilangender
5 months ago
View on Instagram |
8/9
G-Talks Gemawan Is Calling!

Menanam Narasi, Menuai
Perubahan: Menguatkan Cerita Perempuan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam.

Ruang diskusi untuk merefleksikan bagaimana perempuan dan pengelolaan sumber daya alam selama ini direpresentasikan di media dan ruang publik, serta mengupayakan membangun narasi yang lebih adil, transformatif dan berpihak pada pengalaman serta kepemimpinan perempuan.

🗓 Kamis, 05 Maret 2026
🕐 15.00 WIB - Waktu Buka Puasa Bersama
📍 Rumah GESIT, Perkumpulan Gemawan (Jl Ujung Pandang, no 89, Kota Pontianak)

Konfirmasi kehadiran melalui https://bit.ly/G-Talks1

#GTalks #Gemawan #NarasiPerempuan #perempuan
•
Follow
G-Talks Gemawan Is Calling! Menanam Narasi, Menuai Perubahan: Menguatkan Cerita Perempuan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam. Ruang diskusi untuk merefleksikan bagaimana perempuan dan pengelolaan sumber daya alam selama ini direpresentasikan di media dan ruang publik, serta mengupayakan membangun narasi yang lebih adil, transformatif dan berpihak pada pengalaman serta kepemimpinan perempuan. 🗓 Kamis, 05 Maret 2026 🕐 15.00 WIB - Waktu Buka Puasa Bersama 📍 Rumah GESIT, Perkumpulan Gemawan (Jl Ujung Pandang, no 89, Kota Pontianak) Konfirmasi kehadiran melalui https://bit.ly/G-Talks1 #GTalks #Gemawan #NarasiPerempuan #perempuan
6 months ago
View on Instagram |
9/9
View on Instagram

Collab!

Rumah Gesit Gemawan

Jl. Ujung Pandang No. 89
Pontianak | Kalimantan Barat | Indonesia
Telp.: (+62561)5628041
E-mail: info[at]gemawan.org
Pengaduan: lapor[at]gemawan.org

Connect!

Create!

PERSADA
LESTARI
SIGAP
#BorneoMangroveAction
SIGMA
Hak Cipta © 2026 Lembaga Gemawan. All rights reserved. Theme Spacious by ThemeGrill. Powered by: WordPress.
  • English
  • Indonesia