Skip to content
Gemawan

Lembaga Gemawan

Masyarakat Swadaya dan Mandiri

Menu

  • Home
  • News
    • Pemberdayaan Perempuan
    • Pembangunan Berbasis Masyarakat
    • Sumberdaya Alam
    • Pengembangan Ekonomi
    • Tata Kelola
  • Publikasi
    • Kabar Gemawan
    • Laporan
    • Opini
    • Buku
    • Pernyataan Sikap
  • Spasial
    • Dashboard Perhutanan Sosial
  • Tentang
    • Tim
    • Program & Aktivitas
    • Wilayah Aktivitas
  • Inovasi
    • LESTARI
    • PERSADA
    • SIGAP
  • Pengaduan
    • Prosedur Pengaduan
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English Version

Hutan Desa

Dalih Masuk Lahan Konservasi, Karet Warga di Cabut

Dalih Masuk Lahan Konservasi, Karet Warga di Cabut

Sukadana – Kepala Dinas Perdagangan dan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Kayong Utara, A Azahari, berharap kepada pejabat berwenang, agar melakukan sosialisasi ketika ada lahan konservasi gambut. Hal tersebut dimaksudkan dia agar kejadian perkebunan karet warga yang dicabut secara

admin March 15, 2014March 11, 2022 News, Sumberdaya Alam Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

Hutan Desa-HKM : “Komitmen Negara, Ekspektasi Masyarakat dan Realitas Prosedural”

Akuntabilitas Partai Politik oleh Hermawansyah, penulis asal Mempawah

Hutan Desa-HKM: ‘Komitmen Negara, Ekspektasi Masyarakat dan Realitas Prosedural’[1] Oleh ; Hermawansyah[2] Pengantar Paradigma eco-developmentalism yang ditopang kebijakan pintu terbuka rezim Orde Baru telah berakibat pada kerusakan lingkungan, serta hilangnya hak dan akses masyarakat atas sumberdaya alam. UU nomor 1

admin August 8, 2013February 2, 2023 News, Opini Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

KPK Diminta Usut 5 Dugaan Korupsi Sektor SDA

KPK Diminta Usut 5 Dugaan Korupsi Sektor SDA

Koalisi Anti Mafia Hutan meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan korupsi di sektor sumber daya alam (SDA) yang terjadi di tiga provinsi di Indonesia, yaitu di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Sumatera Selatan. Koalisi menduga ada kasus dugaan

admin June 12, 2013March 11, 2022 News Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

Tim Kepak Sayap Enggang dan Mata Harimau Jejakkan Kaki di Pontianak

Tim Kepak Sayap Enggang dan Mata Harimau Jejakkan Kaki di Pontianak

Pontianak (Gemawannews)-Tim Kepak Sayap Enggang dan Mata Harimau Seri Kalimantan kali ini melintasi 3 provinsi yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat, Tur kali ini merupakan lanjutan dari Tur Mata Harimau yang berlangsung di Sumatera tahun 2011 lalu. Dengan

admin September 28, 2012March 11, 2022 Sumberdaya Alam Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

Hutan di Perkebunan Dirambah

30 Hektar Hutan Gunung Sekadau Dirambah PT RWK Terkait dengan perambahan hutan lindung di kawasan Gunung Sekadau itu, tim dari Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Kalbar dan Dishutbun Sambas memulai meninjau lokasi sejak Rabu (18/11), hingga kini hasilnya masih dikembangkan

admin December 15, 2009March 11, 2022 News Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

Hutan Desa Perlu Komitmen Bersama

SEBAGAI langkah awal pembentukan hutan desa, Senin (11/10), bersama sejumlah kepala desa dan BPD se-KKU duduk semeja, guna membicarakan dan pengembangan hutan desa. Untuk lebih memahami pentingya hutan desa, Gemawan bersama pemerintah KKU mendatangkan pembicara dari Departemen Kehutanan RI, Kasubdit

admin December 15, 2009March 9, 2022 Sumberdaya Alam Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

Gemawan Ajak Masyarakat Bangun Hutan Desa

PERUBAHAN paradigma pengelolaan hutan pengelolaan hutan lestari sejak lama, telah menjadi isu hangat yang diperbincangkan baik di tingkat nasional maupun internasional. Meningkatnya pemanasan global semakin menguatkan upaya pelestarian hutan. Berbagai upaya untuk mencari formulasi pengelolaan dilakukan pemerintah, di mana yang

admin October 23, 2009March 11, 2022 Sumberdaya Alam Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

Dukung Pemanfaatan Hutan Desa

MASYARAKAT Kapuas Hulu diminta segera memanfaatkan peluang yang diberikan pemerintah pusat. Misalkan, menetapkan kawasan sebagai hutan desa. “Baru-baru ini saya membaca bahwa Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Direktur Jenderal (Dirjen) RLPS Departemen Kehutanan, Robert CD Kaban memberikan respons positif kepada masyarakat

admin October 16, 2009March 11, 2022 Sumberdaya Alam Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

Hutan Desa Berikan Dampak Positif

HUTAN desa bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat di desa yang ada di sekitar hutan tersebut. Apalagi, hutan desa ini bisa dicapai selagi ada upaya untuk mewujudkannya. Demikian diungkapkan Aktivis Lembaga Gemawan, Hermawansyah didampingi Direktur Eksekutif Gemawan, Laili Khairnur di

admin October 16, 2009March 11, 2022 Sumberdaya Alam Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

Dephut Dukung Hutan Desa

KEINGINAN masyarakat Kayong Utara membuat hutan desa dinilai Robert CD Kaban, dari  Dirjen Rehabilitasi Lahan Perhutanan Sosial Dephut RI sebagai langkah positip. Ia berharap hutan desa tersebut sudah dapat direalisasikan dalam waktu dekat. “Kalau dapat tahun 2010, hendaknya sudah bisa

admin October 16, 2009March 12, 2022 News Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya
  • « Sebelumnya
  • Berikutnya »

Instagram

Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
•
Follow
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha? Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu. Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha. Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan. #mempawah
7 days ago
View on Instagram |
1/9
Di banyak desa rawan karhutla, masyarakat menjadi pihak yang pertama melihat tanda-tanda kebakaran, melakukan patroli, hingga merespons ketika api mulai muncul. Peran mereka menunjukkan bahwa pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada respons saat kebakaran terjadi, tetapi juga pada kesiapsiagaan masyarakat yang hidup paling dekat dengan wilayah berisiko.

Namun, peran tersebut tidak bisa berjalan tanpa dukungan. Penguatan kapasitas, sarana dan prasarana, sistem deteksi dini, serta kolaborasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam membangun pencegahan karhutla yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Melalui Laporan Penilaian Risiko Karhutla dan Kapasitas Kelembagaan MPA di Kabupaten Mempawah dan Sambas, Gemawan mengangkat berbagai temuan dan rekomendasi untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla berbasis masyarakat.

📖 Baca laporan lengkapnya di gemawan.org/laporan-asesmen-dan-analisis-karhutla.
Di banyak desa rawan karhutla, masyarakat menjadi pihak yang pertama melihat tanda-tanda kebakaran, melakukan patroli, hingga merespons ketika api mulai muncul. Peran mereka menunjukkan bahwa pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada respons saat kebakaran terjadi, tetapi juga pada kesiapsiagaan masyarakat yang hidup paling dekat dengan wilayah berisiko.

Namun, peran tersebut tidak bisa berjalan tanpa dukungan. Penguatan kapasitas, sarana dan prasarana, sistem deteksi dini, serta kolaborasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam membangun pencegahan karhutla yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Melalui Laporan Penilaian Risiko Karhutla dan Kapasitas Kelembagaan MPA di Kabupaten Mempawah dan Sambas, Gemawan mengangkat berbagai temuan dan rekomendasi untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla berbasis masyarakat.

📖 Baca laporan lengkapnya di gemawan.org/laporan-asesmen-dan-analisis-karhutla.
Di banyak desa rawan karhutla, masyarakat menjadi pihak yang pertama melihat tanda-tanda kebakaran, melakukan patroli, hingga merespons ketika api mulai muncul. Peran mereka menunjukkan bahwa pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada respons saat kebakaran terjadi, tetapi juga pada kesiapsiagaan masyarakat yang hidup paling dekat dengan wilayah berisiko.

Namun, peran tersebut tidak bisa berjalan tanpa dukungan. Penguatan kapasitas, sarana dan prasarana, sistem deteksi dini, serta kolaborasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam membangun pencegahan karhutla yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Melalui Laporan Penilaian Risiko Karhutla dan Kapasitas Kelembagaan MPA di Kabupaten Mempawah dan Sambas, Gemawan mengangkat berbagai temuan dan rekomendasi untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla berbasis masyarakat.

📖 Baca laporan lengkapnya di gemawan.org/laporan-asesmen-dan-analisis-karhutla.
Di banyak desa rawan karhutla, masyarakat menjadi pihak yang pertama melihat tanda-tanda kebakaran, melakukan patroli, hingga merespons ketika api mulai muncul. Peran mereka menunjukkan bahwa pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada respons saat kebakaran terjadi, tetapi juga pada kesiapsiagaan masyarakat yang hidup paling dekat dengan wilayah berisiko.

Namun, peran tersebut tidak bisa berjalan tanpa dukungan. Penguatan kapasitas, sarana dan prasarana, sistem deteksi dini, serta kolaborasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam membangun pencegahan karhutla yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Melalui Laporan Penilaian Risiko Karhutla dan Kapasitas Kelembagaan MPA di Kabupaten Mempawah dan Sambas, Gemawan mengangkat berbagai temuan dan rekomendasi untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla berbasis masyarakat.

📖 Baca laporan lengkapnya di gemawan.org/laporan-asesmen-dan-analisis-karhutla.
Di banyak desa rawan karhutla, masyarakat menjadi pihak yang pertama melihat tanda-tanda kebakaran, melakukan patroli, hingga merespons ketika api mulai muncul. Peran mereka menunjukkan bahwa pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada respons saat kebakaran terjadi, tetapi juga pada kesiapsiagaan masyarakat yang hidup paling dekat dengan wilayah berisiko.

Namun, peran tersebut tidak bisa berjalan tanpa dukungan. Penguatan kapasitas, sarana dan prasarana, sistem deteksi dini, serta kolaborasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam membangun pencegahan karhutla yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Melalui Laporan Penilaian Risiko Karhutla dan Kapasitas Kelembagaan MPA di Kabupaten Mempawah dan Sambas, Gemawan mengangkat berbagai temuan dan rekomendasi untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla berbasis masyarakat.

📖 Baca laporan lengkapnya di gemawan.org/laporan-asesmen-dan-analisis-karhutla.
Di banyak desa rawan karhutla, masyarakat menjadi pihak yang pertama melihat tanda-tanda kebakaran, melakukan patroli, hingga merespons ketika api mulai muncul. Peran mereka menunjukkan bahwa pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada respons saat kebakaran terjadi, tetapi juga pada kesiapsiagaan masyarakat yang hidup paling dekat dengan wilayah berisiko.

Namun, peran tersebut tidak bisa berjalan tanpa dukungan. Penguatan kapasitas, sarana dan prasarana, sistem deteksi dini, serta kolaborasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam membangun pencegahan karhutla yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Melalui Laporan Penilaian Risiko Karhutla dan Kapasitas Kelembagaan MPA di Kabupaten Mempawah dan Sambas, Gemawan mengangkat berbagai temuan dan rekomendasi untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla berbasis masyarakat.

📖 Baca laporan lengkapnya di gemawan.org/laporan-asesmen-dan-analisis-karhutla.
•
Follow
Di banyak desa rawan karhutla, masyarakat menjadi pihak yang pertama melihat tanda-tanda kebakaran, melakukan patroli, hingga merespons ketika api mulai muncul. Peran mereka menunjukkan bahwa pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada respons saat kebakaran terjadi, tetapi juga pada kesiapsiagaan masyarakat yang hidup paling dekat dengan wilayah berisiko. Namun, peran tersebut tidak bisa berjalan tanpa dukungan. Penguatan kapasitas, sarana dan prasarana, sistem deteksi dini, serta kolaborasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam membangun pencegahan karhutla yang lebih efektif dan berkelanjutan. Melalui Laporan Penilaian Risiko Karhutla dan Kapasitas Kelembagaan MPA di Kabupaten Mempawah dan Sambas, Gemawan mengangkat berbagai temuan dan rekomendasi untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla berbasis masyarakat. 📖 Baca laporan lengkapnya di gemawan.org/laporan-asesmen-dan-analisis-karhutla.
2 weeks ago
View on Instagram |
2/9
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain.

Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. 

Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain.

Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. 

Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain.

Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. 

Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain.

Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. 

Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain.

Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. 

Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain.

Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. 

Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain.

Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. 

Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain.

Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. 

Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain.

Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. 

Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain.

Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. 

Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
•
Follow
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain. Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
1 month ago
View on Instagram |
3/9
Sepanjang Juni 2026, Gemawan menyelenggarakan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan dialog multipihak di berbagai kabupaten di Kalimantan Barat dengan melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, kelompok perempuan, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui ruang dialog ini, berbagai isu strategis dibahas bersama, mulai dari pembangunan yang responsif gender, adaptasi terhadap perubahan iklim, penguatan peran perempuan petani, ketahanan pangan, akses terhadap informasi iklim, hingga pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Sejumlah forum juga memperkenalkan pendekatan 3R (Recognition, Representation, dan Redistribution) serta Program Perempuan KUAT sebagai bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan, kapasitas, dan partisipasi perempuan dalam pembangunan.

Kolaborasi yang terbangun hari ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Sepanjang Juni 2026, Gemawan menyelenggarakan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan dialog multipihak di berbagai kabupaten di Kalimantan Barat dengan melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, kelompok perempuan, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui ruang dialog ini, berbagai isu strategis dibahas bersama, mulai dari pembangunan yang responsif gender, adaptasi terhadap perubahan iklim, penguatan peran perempuan petani, ketahanan pangan, akses terhadap informasi iklim, hingga pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Sejumlah forum juga memperkenalkan pendekatan 3R (Recognition, Representation, dan Redistribution) serta Program Perempuan KUAT sebagai bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan, kapasitas, dan partisipasi perempuan dalam pembangunan.

Kolaborasi yang terbangun hari ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Sepanjang Juni 2026, Gemawan menyelenggarakan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan dialog multipihak di berbagai kabupaten di Kalimantan Barat dengan melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, kelompok perempuan, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui ruang dialog ini, berbagai isu strategis dibahas bersama, mulai dari pembangunan yang responsif gender, adaptasi terhadap perubahan iklim, penguatan peran perempuan petani, ketahanan pangan, akses terhadap informasi iklim, hingga pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Sejumlah forum juga memperkenalkan pendekatan 3R (Recognition, Representation, dan Redistribution) serta Program Perempuan KUAT sebagai bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan, kapasitas, dan partisipasi perempuan dalam pembangunan.

Kolaborasi yang terbangun hari ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Sepanjang Juni 2026, Gemawan menyelenggarakan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan dialog multipihak di berbagai kabupaten di Kalimantan Barat dengan melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, kelompok perempuan, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui ruang dialog ini, berbagai isu strategis dibahas bersama, mulai dari pembangunan yang responsif gender, adaptasi terhadap perubahan iklim, penguatan peran perempuan petani, ketahanan pangan, akses terhadap informasi iklim, hingga pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Sejumlah forum juga memperkenalkan pendekatan 3R (Recognition, Representation, dan Redistribution) serta Program Perempuan KUAT sebagai bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan, kapasitas, dan partisipasi perempuan dalam pembangunan.

Kolaborasi yang terbangun hari ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Sepanjang Juni 2026, Gemawan menyelenggarakan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan dialog multipihak di berbagai kabupaten di Kalimantan Barat dengan melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, kelompok perempuan, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui ruang dialog ini, berbagai isu strategis dibahas bersama, mulai dari pembangunan yang responsif gender, adaptasi terhadap perubahan iklim, penguatan peran perempuan petani, ketahanan pangan, akses terhadap informasi iklim, hingga pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Sejumlah forum juga memperkenalkan pendekatan 3R (Recognition, Representation, dan Redistribution) serta Program Perempuan KUAT sebagai bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan, kapasitas, dan partisipasi perempuan dalam pembangunan.

Kolaborasi yang terbangun hari ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Sepanjang Juni 2026, Gemawan menyelenggarakan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan dialog multipihak di berbagai kabupaten di Kalimantan Barat dengan melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, kelompok perempuan, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui ruang dialog ini, berbagai isu strategis dibahas bersama, mulai dari pembangunan yang responsif gender, adaptasi terhadap perubahan iklim, penguatan peran perempuan petani, ketahanan pangan, akses terhadap informasi iklim, hingga pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Sejumlah forum juga memperkenalkan pendekatan 3R (Recognition, Representation, dan Redistribution) serta Program Perempuan KUAT sebagai bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan, kapasitas, dan partisipasi perempuan dalam pembangunan.

Kolaborasi yang terbangun hari ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
•
Follow
Sepanjang Juni 2026, Gemawan menyelenggarakan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan dialog multipihak di berbagai kabupaten di Kalimantan Barat dengan melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, kelompok perempuan, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Melalui ruang dialog ini, berbagai isu strategis dibahas bersama, mulai dari pembangunan yang responsif gender, adaptasi terhadap perubahan iklim, penguatan peran perempuan petani, ketahanan pangan, akses terhadap informasi iklim, hingga pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Sejumlah forum juga memperkenalkan pendekatan 3R (Recognition, Representation, dan Redistribution) serta Program Perempuan KUAT sebagai bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan, kapasitas, dan partisipasi perempuan dalam pembangunan. Kolaborasi yang terbangun hari ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
1 month ago
View on Instagram |
4/9
Di saat banyak hal terasa semakin bising, perjumpaan menjadi cara untuk tetap mendengar satu sama lain. 

Dari ruang Diseminasi dan Dialog Tindak Lanjut Hasil Indonesia Civil Society Forum Regional Kalimantan dan Sumatera, kami belajar: gerakan tidak tumbuh dari kerja sendiri. Tetapi dari keberanian untuk tetap terhubung, menyusun langkah adaptif, dan menjaga suara-suara tetap punya tempat, karena solidaritas perlu terus dirawat.

#indonesiacivilsocietyforum #ICSF #kawangemawan #borneoinisiatif
•
Follow
Di saat banyak hal terasa semakin bising, perjumpaan menjadi cara untuk tetap mendengar satu sama lain. Dari ruang Diseminasi dan Dialog Tindak Lanjut Hasil Indonesia Civil Society Forum Regional Kalimantan dan Sumatera, kami belajar: gerakan tidak tumbuh dari kerja sendiri. Tetapi dari keberanian untuk tetap terhubung, menyusun langkah adaptif, dan menjaga suara-suara tetap punya tempat, karena solidaritas perlu terus dirawat. #indonesiacivilsocietyforum #ICSF #kawangemawan #borneoinisiatif
3 months ago
View on Instagram |
5/9
Di tengah ancaman krisis iklim yang kian nyata menyentuh ruang-ruang domestik dan produktif masyarakat pedesaan, Gemawan gelar workshop dan uji coba modul bertajuk “Kepemimpinan Perempuan Muda dalam Membangun Ketangguhan Komunitas Terhadap Krisis Iklim”. 

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 7-8 April 2026, di Rumah Panjang Madang, Dusun Karangan Bunut, Desa Menua Sadap, Kecamatan Embaloh Hulu, Kab. Kapuas Hulu menjadi momentum krusial bagi perempuan muda  untuk mengambil peran kepemimpinan dalam menjaga ekosistem lokal.

#WorkshopGemawan #Gemawan #PerempuanMuda #Krisisiklim #Kepemimpinanperempuan
•
Follow
Di tengah ancaman krisis iklim yang kian nyata menyentuh ruang-ruang domestik dan produktif masyarakat pedesaan, Gemawan gelar workshop dan uji coba modul bertajuk “Kepemimpinan Perempuan Muda dalam Membangun Ketangguhan Komunitas Terhadap Krisis Iklim”. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 7-8 April 2026, di Rumah Panjang Madang, Dusun Karangan Bunut, Desa Menua Sadap, Kecamatan Embaloh Hulu, Kab. Kapuas Hulu menjadi momentum krusial bagi perempuan muda untuk mengambil peran kepemimpinan dalam menjaga ekosistem lokal. #WorkshopGemawan #Gemawan #PerempuanMuda #Krisisiklim #Kepemimpinanperempuan
4 months ago
View on Instagram |
6/9
Di tengah ancaman krisis iklim yang kian nyata menyentuh ruang-ruang domestik dan produktif masyarakat pedesaan, Gemawan gelar workshop dan uji coba modul bertajuk “Kepemimpinan Perempuan Muda dalam Membangun Ketangguhan Komunitas Terhadap Krisis Iklim”. 

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 30–31 Maret 2026, di Aula Kantor Desa Punggur Kecil, Kec. Sungai Kakap, Kab. Kubu Raya menjadi momentum krusial bagi perempuan muda  untuk mengambil peran kepemimpinan dalam menjaga ekosistem lokal.

#WorkshopGemawan #Gemawan #PerempuanMuda #Krisisiklim #Kepemimpinanperempuan
•
Follow
Di tengah ancaman krisis iklim yang kian nyata menyentuh ruang-ruang domestik dan produktif masyarakat pedesaan, Gemawan gelar workshop dan uji coba modul bertajuk “Kepemimpinan Perempuan Muda dalam Membangun Ketangguhan Komunitas Terhadap Krisis Iklim”. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 30–31 Maret 2026, di Aula Kantor Desa Punggur Kecil, Kec. Sungai Kakap, Kab. Kubu Raya menjadi momentum krusial bagi perempuan muda untuk mengambil peran kepemimpinan dalam menjaga ekosistem lokal. #WorkshopGemawan #Gemawan #PerempuanMuda #Krisisiklim #Kepemimpinanperempuan
5 months ago
View on Instagram |
7/9
Hai #KawanGemawan

Kami sedang membuka kesempatan bagi kamu yang mau berkontribusi dalam mendorong perubahan sosial, cek kualifikasi lengkap pada poster dan kirimkan lamaranmu.

Lokasi: Kalimantan Barat

#Gemawan #openrecruitment #perempuanberdaya #keadilangender
Hai #KawanGemawan

Kami sedang membuka kesempatan bagi kamu yang mau berkontribusi dalam mendorong perubahan sosial, cek kualifikasi lengkap pada poster dan kirimkan lamaranmu.

Lokasi: Kalimantan Barat

#Gemawan #openrecruitment #perempuanberdaya #keadilangender
Hai #KawanGemawan

Kami sedang membuka kesempatan bagi kamu yang mau berkontribusi dalam mendorong perubahan sosial, cek kualifikasi lengkap pada poster dan kirimkan lamaranmu.

Lokasi: Kalimantan Barat

#Gemawan #openrecruitment #perempuanberdaya #keadilangender
Hai #KawanGemawan

Kami sedang membuka kesempatan bagi kamu yang mau berkontribusi dalam mendorong perubahan sosial, cek kualifikasi lengkap pada poster dan kirimkan lamaranmu.

Lokasi: Kalimantan Barat

#Gemawan #openrecruitment #perempuanberdaya #keadilangender
•
Follow
Hai #KawanGemawan Kami sedang membuka kesempatan bagi kamu yang mau berkontribusi dalam mendorong perubahan sosial, cek kualifikasi lengkap pada poster dan kirimkan lamaranmu. Lokasi: Kalimantan Barat #Gemawan #openrecruitment #perempuanberdaya #keadilangender
5 months ago
View on Instagram |
8/9
G-Talks Gemawan Is Calling!

Menanam Narasi, Menuai
Perubahan: Menguatkan Cerita Perempuan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam.

Ruang diskusi untuk merefleksikan bagaimana perempuan dan pengelolaan sumber daya alam selama ini direpresentasikan di media dan ruang publik, serta mengupayakan membangun narasi yang lebih adil, transformatif dan berpihak pada pengalaman serta kepemimpinan perempuan.

🗓 Kamis, 05 Maret 2026
🕐 15.00 WIB - Waktu Buka Puasa Bersama
📍 Rumah GESIT, Perkumpulan Gemawan (Jl Ujung Pandang, no 89, Kota Pontianak)

Konfirmasi kehadiran melalui https://bit.ly/G-Talks1

#GTalks #Gemawan #NarasiPerempuan #perempuan
•
Follow
G-Talks Gemawan Is Calling! Menanam Narasi, Menuai Perubahan: Menguatkan Cerita Perempuan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam. Ruang diskusi untuk merefleksikan bagaimana perempuan dan pengelolaan sumber daya alam selama ini direpresentasikan di media dan ruang publik, serta mengupayakan membangun narasi yang lebih adil, transformatif dan berpihak pada pengalaman serta kepemimpinan perempuan. 🗓 Kamis, 05 Maret 2026 🕐 15.00 WIB - Waktu Buka Puasa Bersama 📍 Rumah GESIT, Perkumpulan Gemawan (Jl Ujung Pandang, no 89, Kota Pontianak) Konfirmasi kehadiran melalui https://bit.ly/G-Talks1 #GTalks #Gemawan #NarasiPerempuan #perempuan
6 months ago
View on Instagram |
9/9
View on Instagram

Collab!

Rumah Gesit Gemawan

Jl. Ujung Pandang No. 89
Pontianak | Kalimantan Barat | Indonesia
Telp.: (+62561)5628041
E-mail: info[at]gemawan.org
Pengaduan: lapor[at]gemawan.org

Connect!

Create!

PERSADA
LESTARI
SIGAP
#BorneoMangroveAction
SIGMA
Hak Cipta © 2026 Lembaga Gemawan. All rights reserved. Theme Spacious by ThemeGrill. Powered by: WordPress.
  • English
  • Indonesia