Skip to content
Gemawan

Lembaga Gemawan

Masyarakat Swadaya dan Mandiri

Menu

  • Home
  • News
    • Pemberdayaan Perempuan
    • Pembangunan Berbasis Masyarakat
    • Sumberdaya Alam
    • Pengembangan Ekonomi
    • Tata Kelola
  • Publikasi
    • Kabar Gemawan
    • Laporan
    • Opini
    • Buku
    • Pernyataan Sikap
  • Spasial
    • Dashboard Perhutanan Sosial
  • Tentang
    • Tim
    • Program & Aktivitas
    • Wilayah Aktivitas
  • Inovasi
    • LESTARI
    • PERSADA
    • SIGAP
  • Pengaduan
    • Prosedur Pengaduan
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English Version

Tata Kelola

Open Data Spasial untuk Transparansi Penggunaan Lahan

Open Data Spasial

JAHIT PETA: Arif Munandar dari SI Pontianak memberikan pelatihan membaca, menjahit, dan membersihkan data spasial untuk mendukung data berita dari rekan-rekan jurnalis di kantor SI Pontianak, Rabu (11/05/2016). Foto: Mahmudi/GEMAWAN.   Pontianak, GEMAWAN. Fasilitator senior Swandiri Institute (SI), Arif Munandar

admin May 11, 2016February 16, 2023 Berita Utama, News, Pembangunan Berbasis Masyarakat, Tata Kelola Baca Selengkapnya

KLHS Versi Desa Sama dengan Gerakan Sosial

DISKUSI KLHS: (Dari kiri ke kanan) Direktur Gemawan Laili Khairnur, Koordinator Sekolah Desa Gemawan Muhammad Zuni Irawan, pakar hukum Untan Pontianak Hamdani, dan fasilitator senior Happy Hendrawan di masa rehat Lokakarya Pengarustamaan KLHS Susun RTRW Desa yang digelar Gemawan berdiskusi ihwal pentingnya KLHS di Swandiri Institute, Selasa (01/03/2016). Foto: Mahmudi/GEMAWAN.

DISKUSI KLHS: (Dari kiri ke kanan) Direktur Gemawan Laili Khairnur, Koordinator Sekolah Desa Gemawan Muhammad Zuni Irawan, pakar hukum Untan Pontianak Hamdani, dan fasilitator senior Happy Hendrawan di masa rehat Lokakarya Pengarustamaan KLHS Susun RTRW Desa yang digelar Gemawan berdiskusi

admin March 5, 2016February 25, 2023 Berita Utama, News, Pembangunan Berbasis Masyarakat, Pengembangan Ekonomi, Sumberdaya Alam, Tata Kelola Baca Selengkapnya

TI Indonesia Salut dengan Gerakan Anti Korupsi di Kalbar

Penggiat TI Indonesia. Agus Sarwono orasi di mimbar bebas koalisi masyarakat sipil Kalbar anti korupsi di Taman Digulis Pontianak

MIMBAR BEBAS: Program Officer Media and Campaign TI Indonesia, Agus Sarwono ketika orasi tolak revisi UU KPK di mimbar bebas koalisi masyarakat sipil Kalbar anti korupsi di Taman Digulis Pontianak, Senin (22/02/2016). Foto: Muhammad Zuni Irawan/GEMAWAN. Pontianak, GEMAWAN. Program Officer

admin February 24, 2016March 11, 2022 Berita Utama, News, Tata Kelola Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

Kaum Ibu-ibu, Remaja Putri, hingga Kanak-kanak Ikut Demo

Kaum ibu dan remaja putri hingga kanak-kanak ikuti unjuk rasa penolakan rencana revisi UU KPK di Taman Digulis Pontianak

UNJUK RASA; Kaum ibu dan remaja putri hingga kanak-kanak ikuti unjuk rasa penolakan rencana revisi UU KPK di Taman Digulis Pontianak di Taman Digulis Pontianak, Senin (22/02/2016). Foto: Muhammad Zuni Irawan/GEMAWAN. Pontianak, GEMAWAN. Demontrasi penolahan rencana revisi Undang-undang (UU) Komisi

admin February 23, 2016February 25, 2023 Berita Utama, News, Tata Kelola Baca Selengkapnya

Tiga Tuntutan Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi Kalbar

Aktivis perempuan Gemawan dari Sambas ikut turun ke Pontianak hanya untuk menyuarakan penolakan revisi UU KPK

Pontianak, GEMAWAN. Akademisi dari Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Dr Hermansyah SH MHum, membacakan tiga tuntutan ke pemerintah. Bertempat di Taman Digulis Untan Pontianak, Senin (22/02/2016). Hermansyah di hadapan puluhan organisasi sosial kemasyarakatan dan elemen mahasiswa, terhimpun di koalisis

admin February 23, 2016March 11, 2022 Berita Utama, News, Tata Kelola Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

Masyarakat Sipil Kalbar Gelar Mimbar Bebas Tolak Revisi UU KPK

Direktur Gemawan, Laili Khairnur orasi tolak revisi UU KPK di mimbar bebas yang dibuat koalisi masyarakat sipil Kalbar anti korupsi di Taman Digulis Untan

Sejumlah perwakilan masyarakat sipil Kalimantan Barat (Kalbar) dari berbagai latar belakang profesi dan organisasi menggelar aksi mimbar bebas di halaman Tugu Digulis Universitas Tanjungpura Pontianak, Senin (22/2/2016). Mereka menyatakan keprihatinannya atas nasib pemberantasan korupsi di Indonesia. Mimbar bebas diwarnai dengan

admin February 22, 2016February 22, 2023 Berita Utama, News, Tata Kelola Baca Selengkapnya

Universitas Nahdlatul Ulama Kalbar Tolak Revisi UU KPK

UNU Kalbar tolak revisi uu KPK, Gemawan

TOLAK REVISI: Ketua PWNU Kalbar M Zeet Hamdy Assovie (kanan) menyalami Kabid) Sarana Promosi dan Bisnis Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalbar, Rosadi Yamani di pelantikan civitas akademika UNU Kalbar, belum lama ini. Pontianak, GEMAWAN. Kepala Bidang (Kabid) Sarana Promosi dan

admin February 22, 2016February 16, 2023 Berita Utama, News, Tata Kelola Baca Selengkapnya

Menyoal 4 Hal Pokok Revisi UU KPK: Setuju, Tolak atau Referendum?

hermawansyah, orasi tolak Revisi UU KPK

Revisi UU KPK: Setuju, Tolak atau Referendum? Oleh: Hermawansyah* Wacana revisi UU KPK untuk sekian kalinya memicu polemik pro dan kontra antara sikap setuju dan menolak agenda yang diusung oleh komisi III DPR itu. Argumentasi yang mengemuka di media oleh

admin February 19, 2016February 2, 2023 Berita Utama, News, Opini, Tata Kelola Baca Selengkapnya

Bikin SIUP, TDP, IUJK, dan IMB Penertiban Paralel Sehari Jadi

19-Kantor BP2T Kota Pontianak

Pontianak, GEMAWAN. Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Pontianak, Drs Junaidi MSi menerangkan Pelayanan proaktif (jemput izin) mulai operasional pada Juni 2012 dan dilaksanakan pada hari Sabtu. Izin yang dilayani SIUP, TDP, IUJK, dan IMB penertiban paralel sehari jadi.

admin February 17, 2016February 22, 2023 Berita Utama, News, Tata Kelola Baca Selengkapnya

Persepsi Korupsi Kota Pontianak Terbersih Ke Empat Nasional

TI Indonesia-Gemawan

Survei Indkes Persepsi Korupsi 2015 Pontianak, GEMAWAN. Hasil survei persepsi korupsi tahun 2015, Kota Pontianak dalam indeks persepsi korupsi (IPK) menempati ranking keempat nasional. IPK merupakan indeks gabungan, menggambarkan persepsi, korupsi, sektor publik, dan nasional. Rentang skor mulai 0 poin

admin February 17, 2016March 11, 2022 Berita Utama, News, Tata Kelola Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya
  • « Sebelumnya
  • Berikutnya »

Instagram

Halo, orang muda! 👋

Dibuka pendaftaran kelas:

RE:MAKING SOCIETY
Inovator Sosial untuk Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Keadilan Lingkungan

Ruang belajar dan diskusi bagi orang muda untuk memahami demokrasi, HAM, keadilan lingkungan, kekuasaan, serta gerakan sosial di Indonesia.

📍 Rumah Gesit Borneo
Jl. Ujung Pandang, Pontianak

📅 Kelas mulai dari tanggal 16-17 November 2026
👥 Terbatas hanya untuk 15 orang
⏳ Pendaftaran ditutup 14 Oktober 2026

Yuk, daftar dan jadi bagian dari ruang belajar ini.

s.id/KelasMuda
•
Follow
Halo, orang muda! 👋 Dibuka pendaftaran kelas: RE:MAKING SOCIETY Inovator Sosial untuk Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Keadilan Lingkungan Ruang belajar dan diskusi bagi orang muda untuk memahami demokrasi, HAM, keadilan lingkungan, kekuasaan, serta gerakan sosial di Indonesia. 📍 Rumah Gesit Borneo Jl. Ujung Pandang, Pontianak 📅 Kelas mulai dari tanggal 16-17 November 2026 👥 Terbatas hanya untuk 15 orang ⏳ Pendaftaran ditutup 14 Oktober 2026 Yuk, daftar dan jadi bagian dari ruang belajar ini. s.id/KelasMuda
1 week ago
View on Instagram |
1/9
Melalui konsolidasi Indonesia Civil Society Forum (ICSF) Kalimantan, masyarakat sipil lintas wilayah berkumpul untuk membaca situasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan serta dampaknya terhadap masyarakat.

Pertemuan ICSF Kalimantan yang berlangsung pada 1 Oktober 2026 secara daring menjadi ruang untuk berbagi perkembangan situasi Karhutla dari berbagai wilayah, sekaligus bertukar pengalaman dan pembelajaran mengenai respons masyarakat sipil terhadap krisis ekologis dan kebencanaan.

Selama Karhutla terjadi, berbagai aktor masyarakat sipil menceritakan peran mereka, mulai dari pemantauan kondisi lapangan, dukungan bagi masyarakat terdampak, pengumpulan data, edukasi publik, hingga advokasi kebijakan. Namun, berbagai respons tersebut masih banyak berjalan berdasarkan wilayah dan kapasitas masing-masing.

Melalui konsolidasi ini, pengalaman dari berbagai wilayah Kalimantan dipertemukan untuk mengidentifikasi tantangan, kebutuhan, serta ruang kolaborasi yang dapat ditindaklanjuti bersama.

Konsolidasi masyarakat sipil ini menjadi bagian penting untuk memperkuat solidaritas dan kerja bersama dalam menghadapi krisis ekologis, Karhutla, dan persoalan lingkungan di Kalimantan.
Melalui konsolidasi Indonesia Civil Society Forum (ICSF) Kalimantan, masyarakat sipil lintas wilayah berkumpul untuk membaca situasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan serta dampaknya terhadap masyarakat.

Pertemuan ICSF Kalimantan yang berlangsung pada 1 Oktober 2026 secara daring menjadi ruang untuk berbagi perkembangan situasi Karhutla dari berbagai wilayah, sekaligus bertukar pengalaman dan pembelajaran mengenai respons masyarakat sipil terhadap krisis ekologis dan kebencanaan.

Selama Karhutla terjadi, berbagai aktor masyarakat sipil menceritakan peran mereka, mulai dari pemantauan kondisi lapangan, dukungan bagi masyarakat terdampak, pengumpulan data, edukasi publik, hingga advokasi kebijakan. Namun, berbagai respons tersebut masih banyak berjalan berdasarkan wilayah dan kapasitas masing-masing.

Melalui konsolidasi ini, pengalaman dari berbagai wilayah Kalimantan dipertemukan untuk mengidentifikasi tantangan, kebutuhan, serta ruang kolaborasi yang dapat ditindaklanjuti bersama.

Konsolidasi masyarakat sipil ini menjadi bagian penting untuk memperkuat solidaritas dan kerja bersama dalam menghadapi krisis ekologis, Karhutla, dan persoalan lingkungan di Kalimantan.
Melalui konsolidasi Indonesia Civil Society Forum (ICSF) Kalimantan, masyarakat sipil lintas wilayah berkumpul untuk membaca situasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan serta dampaknya terhadap masyarakat.

Pertemuan ICSF Kalimantan yang berlangsung pada 1 Oktober 2026 secara daring menjadi ruang untuk berbagi perkembangan situasi Karhutla dari berbagai wilayah, sekaligus bertukar pengalaman dan pembelajaran mengenai respons masyarakat sipil terhadap krisis ekologis dan kebencanaan.

Selama Karhutla terjadi, berbagai aktor masyarakat sipil menceritakan peran mereka, mulai dari pemantauan kondisi lapangan, dukungan bagi masyarakat terdampak, pengumpulan data, edukasi publik, hingga advokasi kebijakan. Namun, berbagai respons tersebut masih banyak berjalan berdasarkan wilayah dan kapasitas masing-masing.

Melalui konsolidasi ini, pengalaman dari berbagai wilayah Kalimantan dipertemukan untuk mengidentifikasi tantangan, kebutuhan, serta ruang kolaborasi yang dapat ditindaklanjuti bersama.

Konsolidasi masyarakat sipil ini menjadi bagian penting untuk memperkuat solidaritas dan kerja bersama dalam menghadapi krisis ekologis, Karhutla, dan persoalan lingkungan di Kalimantan.
Melalui konsolidasi Indonesia Civil Society Forum (ICSF) Kalimantan, masyarakat sipil lintas wilayah berkumpul untuk membaca situasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan serta dampaknya terhadap masyarakat.

Pertemuan ICSF Kalimantan yang berlangsung pada 1 Oktober 2026 secara daring menjadi ruang untuk berbagi perkembangan situasi Karhutla dari berbagai wilayah, sekaligus bertukar pengalaman dan pembelajaran mengenai respons masyarakat sipil terhadap krisis ekologis dan kebencanaan.

Selama Karhutla terjadi, berbagai aktor masyarakat sipil menceritakan peran mereka, mulai dari pemantauan kondisi lapangan, dukungan bagi masyarakat terdampak, pengumpulan data, edukasi publik, hingga advokasi kebijakan. Namun, berbagai respons tersebut masih banyak berjalan berdasarkan wilayah dan kapasitas masing-masing.

Melalui konsolidasi ini, pengalaman dari berbagai wilayah Kalimantan dipertemukan untuk mengidentifikasi tantangan, kebutuhan, serta ruang kolaborasi yang dapat ditindaklanjuti bersama.

Konsolidasi masyarakat sipil ini menjadi bagian penting untuk memperkuat solidaritas dan kerja bersama dalam menghadapi krisis ekologis, Karhutla, dan persoalan lingkungan di Kalimantan.
Melalui konsolidasi Indonesia Civil Society Forum (ICSF) Kalimantan, masyarakat sipil lintas wilayah berkumpul untuk membaca situasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan serta dampaknya terhadap masyarakat.

Pertemuan ICSF Kalimantan yang berlangsung pada 1 Oktober 2026 secara daring menjadi ruang untuk berbagi perkembangan situasi Karhutla dari berbagai wilayah, sekaligus bertukar pengalaman dan pembelajaran mengenai respons masyarakat sipil terhadap krisis ekologis dan kebencanaan.

Selama Karhutla terjadi, berbagai aktor masyarakat sipil menceritakan peran mereka, mulai dari pemantauan kondisi lapangan, dukungan bagi masyarakat terdampak, pengumpulan data, edukasi publik, hingga advokasi kebijakan. Namun, berbagai respons tersebut masih banyak berjalan berdasarkan wilayah dan kapasitas masing-masing.

Melalui konsolidasi ini, pengalaman dari berbagai wilayah Kalimantan dipertemukan untuk mengidentifikasi tantangan, kebutuhan, serta ruang kolaborasi yang dapat ditindaklanjuti bersama.

Konsolidasi masyarakat sipil ini menjadi bagian penting untuk memperkuat solidaritas dan kerja bersama dalam menghadapi krisis ekologis, Karhutla, dan persoalan lingkungan di Kalimantan.
Melalui konsolidasi Indonesia Civil Society Forum (ICSF) Kalimantan, masyarakat sipil lintas wilayah berkumpul untuk membaca situasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan serta dampaknya terhadap masyarakat.

Pertemuan ICSF Kalimantan yang berlangsung pada 1 Oktober 2026 secara daring menjadi ruang untuk berbagi perkembangan situasi Karhutla dari berbagai wilayah, sekaligus bertukar pengalaman dan pembelajaran mengenai respons masyarakat sipil terhadap krisis ekologis dan kebencanaan.

Selama Karhutla terjadi, berbagai aktor masyarakat sipil menceritakan peran mereka, mulai dari pemantauan kondisi lapangan, dukungan bagi masyarakat terdampak, pengumpulan data, edukasi publik, hingga advokasi kebijakan. Namun, berbagai respons tersebut masih banyak berjalan berdasarkan wilayah dan kapasitas masing-masing.

Melalui konsolidasi ini, pengalaman dari berbagai wilayah Kalimantan dipertemukan untuk mengidentifikasi tantangan, kebutuhan, serta ruang kolaborasi yang dapat ditindaklanjuti bersama.

Konsolidasi masyarakat sipil ini menjadi bagian penting untuk memperkuat solidaritas dan kerja bersama dalam menghadapi krisis ekologis, Karhutla, dan persoalan lingkungan di Kalimantan.
Melalui konsolidasi Indonesia Civil Society Forum (ICSF) Kalimantan, masyarakat sipil lintas wilayah berkumpul untuk membaca situasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan serta dampaknya terhadap masyarakat.

Pertemuan ICSF Kalimantan yang berlangsung pada 1 Oktober 2026 secara daring menjadi ruang untuk berbagi perkembangan situasi Karhutla dari berbagai wilayah, sekaligus bertukar pengalaman dan pembelajaran mengenai respons masyarakat sipil terhadap krisis ekologis dan kebencanaan.

Selama Karhutla terjadi, berbagai aktor masyarakat sipil menceritakan peran mereka, mulai dari pemantauan kondisi lapangan, dukungan bagi masyarakat terdampak, pengumpulan data, edukasi publik, hingga advokasi kebijakan. Namun, berbagai respons tersebut masih banyak berjalan berdasarkan wilayah dan kapasitas masing-masing.

Melalui konsolidasi ini, pengalaman dari berbagai wilayah Kalimantan dipertemukan untuk mengidentifikasi tantangan, kebutuhan, serta ruang kolaborasi yang dapat ditindaklanjuti bersama.

Konsolidasi masyarakat sipil ini menjadi bagian penting untuk memperkuat solidaritas dan kerja bersama dalam menghadapi krisis ekologis, Karhutla, dan persoalan lingkungan di Kalimantan.
Melalui konsolidasi Indonesia Civil Society Forum (ICSF) Kalimantan, masyarakat sipil lintas wilayah berkumpul untuk membaca situasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan serta dampaknya terhadap masyarakat.

Pertemuan ICSF Kalimantan yang berlangsung pada 1 Oktober 2026 secara daring menjadi ruang untuk berbagi perkembangan situasi Karhutla dari berbagai wilayah, sekaligus bertukar pengalaman dan pembelajaran mengenai respons masyarakat sipil terhadap krisis ekologis dan kebencanaan.

Selama Karhutla terjadi, berbagai aktor masyarakat sipil menceritakan peran mereka, mulai dari pemantauan kondisi lapangan, dukungan bagi masyarakat terdampak, pengumpulan data, edukasi publik, hingga advokasi kebijakan. Namun, berbagai respons tersebut masih banyak berjalan berdasarkan wilayah dan kapasitas masing-masing.

Melalui konsolidasi ini, pengalaman dari berbagai wilayah Kalimantan dipertemukan untuk mengidentifikasi tantangan, kebutuhan, serta ruang kolaborasi yang dapat ditindaklanjuti bersama.

Konsolidasi masyarakat sipil ini menjadi bagian penting untuk memperkuat solidaritas dan kerja bersama dalam menghadapi krisis ekologis, Karhutla, dan persoalan lingkungan di Kalimantan.
Melalui konsolidasi Indonesia Civil Society Forum (ICSF) Kalimantan, masyarakat sipil lintas wilayah berkumpul untuk membaca situasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan serta dampaknya terhadap masyarakat.

Pertemuan ICSF Kalimantan yang berlangsung pada 1 Oktober 2026 secara daring menjadi ruang untuk berbagi perkembangan situasi Karhutla dari berbagai wilayah, sekaligus bertukar pengalaman dan pembelajaran mengenai respons masyarakat sipil terhadap krisis ekologis dan kebencanaan.

Selama Karhutla terjadi, berbagai aktor masyarakat sipil menceritakan peran mereka, mulai dari pemantauan kondisi lapangan, dukungan bagi masyarakat terdampak, pengumpulan data, edukasi publik, hingga advokasi kebijakan. Namun, berbagai respons tersebut masih banyak berjalan berdasarkan wilayah dan kapasitas masing-masing.

Melalui konsolidasi ini, pengalaman dari berbagai wilayah Kalimantan dipertemukan untuk mengidentifikasi tantangan, kebutuhan, serta ruang kolaborasi yang dapat ditindaklanjuti bersama.

Konsolidasi masyarakat sipil ini menjadi bagian penting untuk memperkuat solidaritas dan kerja bersama dalam menghadapi krisis ekologis, Karhutla, dan persoalan lingkungan di Kalimantan.
•
Follow
Melalui konsolidasi Indonesia Civil Society Forum (ICSF) Kalimantan, masyarakat sipil lintas wilayah berkumpul untuk membaca situasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan serta dampaknya terhadap masyarakat. Pertemuan ICSF Kalimantan yang berlangsung pada 1 Oktober 2026 secara daring menjadi ruang untuk berbagi perkembangan situasi Karhutla dari berbagai wilayah, sekaligus bertukar pengalaman dan pembelajaran mengenai respons masyarakat sipil terhadap krisis ekologis dan kebencanaan. Selama Karhutla terjadi, berbagai aktor masyarakat sipil menceritakan peran mereka, mulai dari pemantauan kondisi lapangan, dukungan bagi masyarakat terdampak, pengumpulan data, edukasi publik, hingga advokasi kebijakan. Namun, berbagai respons tersebut masih banyak berjalan berdasarkan wilayah dan kapasitas masing-masing. Melalui konsolidasi ini, pengalaman dari berbagai wilayah Kalimantan dipertemukan untuk mengidentifikasi tantangan, kebutuhan, serta ruang kolaborasi yang dapat ditindaklanjuti bersama. Konsolidasi masyarakat sipil ini menjadi bagian penting untuk memperkuat solidaritas dan kerja bersama dalam menghadapi krisis ekologis, Karhutla, dan persoalan lingkungan di Kalimantan.
2 weeks ago
View on Instagram |
2/9
Kabut asap menjadi pengingat bahwa banyak masyarakat masih terdampak dan terus berjuang memastikan ruang penghidupan mereka tetap aman.

Di beberapa wilayah, titik api mulai mereda. Hujan juga mulai turun. Namun, pulihnya langit bukan berarti semuanya selesai.

Di baliknya, ada rumah, lahan, sumber air, aktivitas warga, dan ruang hidup yang perlu dipulihkan setelah kebakaran hutan dan lahan.

Pemulihan membutuhkan waktu. Dan dukungan dari kita dapat menjadi bagian dari proses itu.

Segala bentuk bantuan, sekecil apa pun, dapat membantu masyarakat dalam menghadapi dampak dan memulihkan ruang penghidupan mereka pascakarhutla.

Donasi dapat disalurkan melalui:
BNI 1980045120
a.n. Perkumpulan Gemawan

Konfirmasi donasi:
+62 896-9329-7519
•
Follow
Kabut asap menjadi pengingat bahwa banyak masyarakat masih terdampak dan terus berjuang memastikan ruang penghidupan mereka tetap aman. Di beberapa wilayah, titik api mulai mereda. Hujan juga mulai turun. Namun, pulihnya langit bukan berarti semuanya selesai. Di baliknya, ada rumah, lahan, sumber air, aktivitas warga, dan ruang hidup yang perlu dipulihkan setelah kebakaran hutan dan lahan. Pemulihan membutuhkan waktu. Dan dukungan dari kita dapat menjadi bagian dari proses itu. Segala bentuk bantuan, sekecil apa pun, dapat membantu masyarakat dalam menghadapi dampak dan memulihkan ruang penghidupan mereka pascakarhutla. Donasi dapat disalurkan melalui: BNI 1980045120 a.n. Perkumpulan Gemawan Konfirmasi donasi: +62 896-9329-7519
3 weeks ago
View on Instagram |
3/9
Donasi yang terkumpul merupakan akumulasi dari kegiatan penggalangan dana dan sumbangan yang disalurkan langsung melalui rekening Gemawan. Donasi ini akan disalurkan untuk mendukung kebutuhan warga dan tim relawan yang terdampak karhutla.

Terima kasih sebesar-besarnya kepada setiap orang yang telah menyisihkan waktu, tenaga, dan rezekinya untuk ikut membantu. Setiap bantuan yang diberikan, berapa pun jumlahnya, sangat berarti dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk melewati situasi ini.

Bagi yang masih ingin berdonasi, bantuan dapat disalurkan melalui:

Bank BNI
Rekening: 1980045120
a.n. Perkumpulan Gemawan

Sekali lagi, terima kasih atas kepercayaan, kepedulian, dan dukungan yang telah diberikan. Semoga kebaikan yang teman-teman berikan dapat sampai kepada mereka yang membutuhkan.
•
Follow
Donasi yang terkumpul merupakan akumulasi dari kegiatan penggalangan dana dan sumbangan yang disalurkan langsung melalui rekening Gemawan. Donasi ini akan disalurkan untuk mendukung kebutuhan warga dan tim relawan yang terdampak karhutla. Terima kasih sebesar-besarnya kepada setiap orang yang telah menyisihkan waktu, tenaga, dan rezekinya untuk ikut membantu. Setiap bantuan yang diberikan, berapa pun jumlahnya, sangat berarti dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk melewati situasi ini. Bagi yang masih ingin berdonasi, bantuan dapat disalurkan melalui: Bank BNI Rekening: 1980045120 a.n. Perkumpulan Gemawan Sekali lagi, terima kasih atas kepercayaan, kepedulian, dan dukungan yang telah diberikan. Semoga kebaikan yang teman-teman berikan dapat sampai kepada mereka yang membutuhkan.
1 month ago
View on Instagram |
4/9
Bantuan Air Bersih (Batch 2) Kamis, 17 September  2026

Bagi warga yang membutuhkan air bersih, tersedia bantuan air bersih yang dapat diambil di Rumah Gesit Borneo.

📍 Lokasi pengambilan: Rumah Gesit Borneo
💧 Persediaan terbatas, selama stok masih tersedia.

Air tetap perlu dimasak untuk terhindari dari paparan bakteri.

Silakan datang dan ambil sesuai kebutuhan. Semoga bantuan ini dapat membantu warga yang sedang menghadapi kondisi kekeringan.
•
Follow
Bantuan Air Bersih (Batch 2) Kamis, 17 September 2026 Bagi warga yang membutuhkan air bersih, tersedia bantuan air bersih yang dapat diambil di Rumah Gesit Borneo. 📍 Lokasi pengambilan: Rumah Gesit Borneo 💧 Persediaan terbatas, selama stok masih tersedia. Air tetap perlu dimasak untuk terhindari dari paparan bakteri. Silakan datang dan ambil sesuai kebutuhan. Semoga bantuan ini dapat membantu warga yang sedang menghadapi kondisi kekeringan.
1 month ago
View on Instagram |
5/9
Bantuan Air Bersih

Bagi warga yang membutuhkan air bersih, tersedia bantuan air bersih yang dapat diambil di Rumah Gesit Borneo.

📍 Lokasi pengambilan: Rumah Gesit Borneo
💧 Persediaan terbatas, selama stok masih tersedia.

Silakan datang dan ambil sesuai kebutuhan. Semoga bantuan ini dapat membantu warga yang sedang menghadapi kondisi kekeringan.
•
Follow
Bantuan Air Bersih Bagi warga yang membutuhkan air bersih, tersedia bantuan air bersih yang dapat diambil di Rumah Gesit Borneo. 📍 Lokasi pengambilan: Rumah Gesit Borneo 💧 Persediaan terbatas, selama stok masih tersedia. Silakan datang dan ambil sesuai kebutuhan. Semoga bantuan ini dapat membantu warga yang sedang menghadapi kondisi kekeringan.
1 month ago
View on Instagram |
6/9
Kalimantan sedang menghadapi kabut asap. Di tengah situasi ini, warga dan relawan membutuhkan dukungan untuk tetap aman dan bertahan.

Posko MASA Kalimantan Barat membuka donasi untuk membantu memenuhi kebutuhan di lapangan, mulai dari masker N95/KN95, tabung oksigen, vitamin dan obat, perlengkapan pemadam api, hingga logistik makanan.

Kalau kamu punya ruang untuk berbagi, mari ikut ambil bagian. Berapa pun dukunganmu, berarti bagi mereka yang sedang menghadapi kabut asap.

Donasi dapat disalurkan melalui:
BNI 1980045120
a.n. Perkumpulan Gemawan

Konfirmasi donasi: +62 896-9329-7519
•
Follow
Kalimantan sedang menghadapi kabut asap. Di tengah situasi ini, warga dan relawan membutuhkan dukungan untuk tetap aman dan bertahan. Posko MASA Kalimantan Barat membuka donasi untuk membantu memenuhi kebutuhan di lapangan, mulai dari masker N95/KN95, tabung oksigen, vitamin dan obat, perlengkapan pemadam api, hingga logistik makanan. Kalau kamu punya ruang untuk berbagi, mari ikut ambil bagian. Berapa pun dukunganmu, berarti bagi mereka yang sedang menghadapi kabut asap. Donasi dapat disalurkan melalui: BNI 1980045120 a.n. Perkumpulan Gemawan Konfirmasi donasi: +62 896-9329-7519
2 months ago
View on Instagram |
7/9
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
•
Follow
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu. Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran. Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang. Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
2 months ago
View on Instagram |
8/9
Kalimantan sedang menghadapi kabut asap. Saatnya kita saling menguatkan. 🌿

Bersama @mdmc_kalbar , Perkumpulan Gemawan melalui MASA KALBAR (Masyarakat Siaga Asap Kalbar) membuka dukungan untuk membantu warga dan relawan yang terdampak kabut asap.

Kebutuhan yang mendesak meliputi paket kesehatan, logistik makanan, perlengkapan pemadam, posko kesehatan, distribusi bantuan, hingga evakuasi.

Bagi kamu yang ingin ikut membantu, berapa pun donasi yang diberikan akan sangat berarti.

💙 Salurkan bantuan melalui:
BNI 1980045120
a/n Perkumpulan Gemawan

📲 Konfirmasi donasi: +62 896-9329-7519

Mari bersama membantu Kalimantan menghadapi kabut asap dan menjaga keselamatan warga yang terdampak.

#MASAKALBAR #KalbarBebasAsap #SolidaritasLawanAsap
•
Follow
Kalimantan sedang menghadapi kabut asap. Saatnya kita saling menguatkan. 🌿 Bersama @mdmc_kalbar , Perkumpulan Gemawan melalui MASA KALBAR (Masyarakat Siaga Asap Kalbar) membuka dukungan untuk membantu warga dan relawan yang terdampak kabut asap. Kebutuhan yang mendesak meliputi paket kesehatan, logistik makanan, perlengkapan pemadam, posko kesehatan, distribusi bantuan, hingga evakuasi. Bagi kamu yang ingin ikut membantu, berapa pun donasi yang diberikan akan sangat berarti. 💙 Salurkan bantuan melalui: BNI 1980045120 a/n Perkumpulan Gemawan 📲 Konfirmasi donasi: +62 896-9329-7519 Mari bersama membantu Kalimantan menghadapi kabut asap dan menjaga keselamatan warga yang terdampak. #MASAKALBAR #KalbarBebasAsap #SolidaritasLawanAsap
2 months ago
View on Instagram |
9/9
View on Instagram

Collab!

Rumah Gesit Gemawan

Jl. Ujung Pandang No. 89
Pontianak | Kalimantan Barat | Indonesia
Telp.: (+62561)5628041
E-mail: info[at]gemawan.org
Pengaduan: lapor[at]gemawan.org

Connect!

Create!

PERSADA
LESTARI
SIGAP
#BorneoMangroveAction
SIGMA
Hak Cipta © 2026 Lembaga Gemawan. All rights reserved. Theme: Spacious by ThemeGrill. Powered by: WordPress
  • English
  • Indonesia