Skip to content
Gemawan

Lembaga Gemawan

Masyarakat Swadaya dan Mandiri

Menu

  • Home
  • News
    • Pemberdayaan Perempuan
    • Pembangunan Berbasis Masyarakat
    • Sumberdaya Alam
    • Pengembangan Ekonomi
    • Tata Kelola
  • Publikasi
    • Kabar Gemawan
    • Laporan
    • Opini
    • Buku
    • Pernyataan Sikap
  • Spasial
    • Dashboard Perhutanan Sosial
  • Tentang
    • Tim
    • Program & Aktivitas
    • Wilayah Aktivitas
  • Inovasi
    • LESTARI
    • PERSADA
    • SIGAP
  • Pengaduan
    • Prosedur Pengaduan
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English Version

News

TRAINNING of TRAINNER (TOT) RANTAI NILAI KARET

Pontianak, Gemawan. Rantai ekonomi yang panjang terhadap pemasaran karet membuat transaksi harga ditingkat petani sangat rendah. Sehubungan dengan hal tersebut Lembaga Gemawan melakukan Trainning Of Trainner (TOT) Rantai Nilai Karet, kedai Che Pontianak, (24-25/1). Kegiatan ini dihadiri sekitar tujuh orang

admin January 26, 2012 News Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

Audit Berwawasan Lingkungan

PONTIANAK – Badan Pemeriksa Keuangan RI sepakat mulai melakukan pemeriksaan dan audit berwawasan lingkungan. Kepala Perwakilan BPK RI Kalimantan Barat, Adi Sudibyo mengingatkan dewan dan kepala daerah agar berhati-hati dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan infrastruktur yang dilakukan di kawasan hutan. ”Kepada

admin January 21, 2012 News Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

RTRW Allegedly Neglects Community Rights

PONTIANAK – The Coalition of Civil Society for Equitable and Sustainable Spatial Planning evaluated the discussion of West Kalimantan Provincial Spatial Planning neglects the community rights. The community interest is always the target of several government development program where the

admin January 19, 2012 News Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

RTRW Dinilai Abaikan Hak Masyarakat

PONTIANAK – Koalisi Masyarakat Sipil untuk Tata Ruang yang Adil dan Berkelanjutan menilai pembahasan Rancangan Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Barat mengabaikan hak-hak masyarakat. Kepentingan masyarakat yang sering menjadi sasaran dalam berbagai program pembangunan pemerintah justru tidak terwakili. Bahkan, koalisi

admin January 19, 2012 News Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

AKSI DAMAI FPR KALBAR, MENDORONG REFORMASI AGRARIA SEJATI

AKSI DAMAI FPR KALBAR, MENDORONG REFORMASI AGRARIA SEJATI

“Hentikan Perampasan Tanah Rakyat, Wujudkan Reforma Agraria Sejati” PONTIANAK, GEMAWAN – Sejumlah aliansi masyarakat, pemuda dan NGO yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat Kalimantan Barat (FPRK) melakukan aksi damai di Mapolda Kalbar, DPRD Provinsi dan Kantor Gubernur, Kamis (12/1). Aliansi

admin January 12, 2012March 14, 2013 Sumberdaya Alam Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

Patiware Diduga Caplok Kebun

Minta Polisi Bertindak SUI PANGKALAN-Perusahaan kebun sawit PT Patiware yang terletak di Desa Karimunting, Kecamatan Sui Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang, diduga melakukan pencaplokan dan pembabatan sawit warga. Warga pun sudah melaporkan perihal tersebut ke Polsek Sui Raya. Anggota Polsek Sui

admin January 9, 2012 News Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

Musrembang Libatkan Publik

Lembaga Gemawan Pontianak menegaskan perlu keterlibatan masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSREMBANG) sebagai upaya pengawasan dalam  penerapan Pakta integritas. Terutama salam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkot Pontianak. Manager Program Good Governance Lembaga Gemawan Pontianak Iskandar mengatakan pengadaan barang

admin December 31, 2011March 1, 2013 Tata Kelola Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

Teten Masduki Apresiasi Pemkot Pontianak

Sekjen TII, Teten Masduki, memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif Pemkot Pontianak tersebut. “Ini suatu hal penting. Kita Indonesia dalam bidang inovasi, kreativitas seni budaya, sejajar dengan bangsa-bangsa maju seperti Jerman, Inggris, dan lainnya. Sangat luar biasa angka pertumbuhannya. Tetapi,

admin December 30, 2011 News Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

Era Kota Pontianak Berintegritas

Dua tahun menjelang akhir masa bhakti, Wali Kota Pontianak Sutarmidji kian bersemangat membangun pemerintahan bersih dan bebas KKN. Layanan publik prima, bebas pungli dan pegawai ramah. Predikat integritas pelayanan publik yang dicatat KPK tahun 2011, belum sepenuhnya membuat lega wali

admin December 28, 2011 News Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

Banyak Mesuji-Mesuji Lain di Negeri Ini, Negara Tidak Boleh Abai!

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menduga konflik pertanahan antara masyarakat dengan perusaan perkebunan seperti yang terjadi di Mesuji, Lampung dan Sumatera Selatan adalah contoh kecil dari kasus-kasus serupa yang banyak  terjadi di Indonesia. Kepala Departemen Advokasi dan Kampanye Walhi, Mukri

admin December 21, 2011 News Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya
  • « Sebelumnya
  • Berikutnya »

Instagram

Kabut asap menjadi pengingat bahwa banyak masyarakat masih terdampak dan terus berjuang memastikan ruang penghidupan mereka tetap aman.

Di beberapa wilayah, titik api mulai mereda. Hujan juga mulai turun. Namun, pulihnya langit bukan berarti semuanya selesai.

Di baliknya, ada rumah, lahan, sumber air, aktivitas warga, dan ruang hidup yang perlu dipulihkan setelah kebakaran hutan dan lahan.

Pemulihan membutuhkan waktu. Dan dukungan dari kita dapat menjadi bagian dari proses itu.

Segala bentuk bantuan, sekecil apa pun, dapat membantu masyarakat dalam menghadapi dampak dan memulihkan ruang penghidupan mereka pascakarhutla.

Donasi dapat disalurkan melalui:
BNI 1980045120
a.n. Perkumpulan Gemawan

Konfirmasi donasi:
+62 896-9329-7519
•
Follow
Kabut asap menjadi pengingat bahwa banyak masyarakat masih terdampak dan terus berjuang memastikan ruang penghidupan mereka tetap aman. Di beberapa wilayah, titik api mulai mereda. Hujan juga mulai turun. Namun, pulihnya langit bukan berarti semuanya selesai. Di baliknya, ada rumah, lahan, sumber air, aktivitas warga, dan ruang hidup yang perlu dipulihkan setelah kebakaran hutan dan lahan. Pemulihan membutuhkan waktu. Dan dukungan dari kita dapat menjadi bagian dari proses itu. Segala bentuk bantuan, sekecil apa pun, dapat membantu masyarakat dalam menghadapi dampak dan memulihkan ruang penghidupan mereka pascakarhutla. Donasi dapat disalurkan melalui: BNI 1980045120 a.n. Perkumpulan Gemawan Konfirmasi donasi: +62 896-9329-7519
2 days ago
View on Instagram |
1/9
Donasi yang terkumpul merupakan akumulasi dari kegiatan penggalangan dana dan sumbangan yang disalurkan langsung melalui rekening Gemawan. Donasi ini akan disalurkan untuk mendukung kebutuhan warga dan tim relawan yang terdampak karhutla.

Terima kasih sebesar-besarnya kepada setiap orang yang telah menyisihkan waktu, tenaga, dan rezekinya untuk ikut membantu. Setiap bantuan yang diberikan, berapa pun jumlahnya, sangat berarti dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk melewati situasi ini.

Bagi yang masih ingin berdonasi, bantuan dapat disalurkan melalui:

Bank BNI
Rekening: 1980045120
a.n. Perkumpulan Gemawan

Sekali lagi, terima kasih atas kepercayaan, kepedulian, dan dukungan yang telah diberikan. Semoga kebaikan yang teman-teman berikan dapat sampai kepada mereka yang membutuhkan.
•
Follow
Donasi yang terkumpul merupakan akumulasi dari kegiatan penggalangan dana dan sumbangan yang disalurkan langsung melalui rekening Gemawan. Donasi ini akan disalurkan untuk mendukung kebutuhan warga dan tim relawan yang terdampak karhutla. Terima kasih sebesar-besarnya kepada setiap orang yang telah menyisihkan waktu, tenaga, dan rezekinya untuk ikut membantu. Setiap bantuan yang diberikan, berapa pun jumlahnya, sangat berarti dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk melewati situasi ini. Bagi yang masih ingin berdonasi, bantuan dapat disalurkan melalui: Bank BNI Rekening: 1980045120 a.n. Perkumpulan Gemawan Sekali lagi, terima kasih atas kepercayaan, kepedulian, dan dukungan yang telah diberikan. Semoga kebaikan yang teman-teman berikan dapat sampai kepada mereka yang membutuhkan.
2 weeks ago
View on Instagram |
2/9
Bantuan Air Bersih (Batch 2) Kamis, 17 September  2026

Bagi warga yang membutuhkan air bersih, tersedia bantuan air bersih yang dapat diambil di Rumah Gesit Borneo.

📍 Lokasi pengambilan: Rumah Gesit Borneo
💧 Persediaan terbatas, selama stok masih tersedia.

Air tetap perlu dimasak untuk terhindari dari paparan bakteri.

Silakan datang dan ambil sesuai kebutuhan. Semoga bantuan ini dapat membantu warga yang sedang menghadapi kondisi kekeringan.
•
Follow
Bantuan Air Bersih (Batch 2) Kamis, 17 September 2026 Bagi warga yang membutuhkan air bersih, tersedia bantuan air bersih yang dapat diambil di Rumah Gesit Borneo. 📍 Lokasi pengambilan: Rumah Gesit Borneo 💧 Persediaan terbatas, selama stok masih tersedia. Air tetap perlu dimasak untuk terhindari dari paparan bakteri. Silakan datang dan ambil sesuai kebutuhan. Semoga bantuan ini dapat membantu warga yang sedang menghadapi kondisi kekeringan.
2 weeks ago
View on Instagram |
3/9
Bantuan Air Bersih

Bagi warga yang membutuhkan air bersih, tersedia bantuan air bersih yang dapat diambil di Rumah Gesit Borneo.

📍 Lokasi pengambilan: Rumah Gesit Borneo
💧 Persediaan terbatas, selama stok masih tersedia.

Silakan datang dan ambil sesuai kebutuhan. Semoga bantuan ini dapat membantu warga yang sedang menghadapi kondisi kekeringan.
•
Follow
Bantuan Air Bersih Bagi warga yang membutuhkan air bersih, tersedia bantuan air bersih yang dapat diambil di Rumah Gesit Borneo. 📍 Lokasi pengambilan: Rumah Gesit Borneo 💧 Persediaan terbatas, selama stok masih tersedia. Silakan datang dan ambil sesuai kebutuhan. Semoga bantuan ini dapat membantu warga yang sedang menghadapi kondisi kekeringan.
3 weeks ago
View on Instagram |
4/9
Kalimantan sedang menghadapi kabut asap. Di tengah situasi ini, warga dan relawan membutuhkan dukungan untuk tetap aman dan bertahan.

Posko MASA Kalimantan Barat membuka donasi untuk membantu memenuhi kebutuhan di lapangan, mulai dari masker N95/KN95, tabung oksigen, vitamin dan obat, perlengkapan pemadam api, hingga logistik makanan.

Kalau kamu punya ruang untuk berbagi, mari ikut ambil bagian. Berapa pun dukunganmu, berarti bagi mereka yang sedang menghadapi kabut asap.

Donasi dapat disalurkan melalui:
BNI 1980045120
a.n. Perkumpulan Gemawan

Konfirmasi donasi: +62 896-9329-7519
•
Follow
Kalimantan sedang menghadapi kabut asap. Di tengah situasi ini, warga dan relawan membutuhkan dukungan untuk tetap aman dan bertahan. Posko MASA Kalimantan Barat membuka donasi untuk membantu memenuhi kebutuhan di lapangan, mulai dari masker N95/KN95, tabung oksigen, vitamin dan obat, perlengkapan pemadam api, hingga logistik makanan. Kalau kamu punya ruang untuk berbagi, mari ikut ambil bagian. Berapa pun dukunganmu, berarti bagi mereka yang sedang menghadapi kabut asap. Donasi dapat disalurkan melalui: BNI 1980045120 a.n. Perkumpulan Gemawan Konfirmasi donasi: +62 896-9329-7519
4 weeks ago
View on Instagram |
5/9
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
•
Follow
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu. Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran. Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang. Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
1 month ago
View on Instagram |
6/9
Kalimantan sedang menghadapi kabut asap. Saatnya kita saling menguatkan. 🌿

Bersama @mdmc_kalbar , Perkumpulan Gemawan melalui MASA KALBAR (Masyarakat Siaga Asap Kalbar) membuka dukungan untuk membantu warga dan relawan yang terdampak kabut asap.

Kebutuhan yang mendesak meliputi paket kesehatan, logistik makanan, perlengkapan pemadam, posko kesehatan, distribusi bantuan, hingga evakuasi.

Bagi kamu yang ingin ikut membantu, berapa pun donasi yang diberikan akan sangat berarti.

💙 Salurkan bantuan melalui:
BNI 1980045120
a/n Perkumpulan Gemawan

📲 Konfirmasi donasi: +62 896-9329-7519

Mari bersama membantu Kalimantan menghadapi kabut asap dan menjaga keselamatan warga yang terdampak.

#MASAKALBAR #KalbarBebasAsap #SolidaritasLawanAsap
•
Follow
Kalimantan sedang menghadapi kabut asap. Saatnya kita saling menguatkan. 🌿 Bersama @mdmc_kalbar , Perkumpulan Gemawan melalui MASA KALBAR (Masyarakat Siaga Asap Kalbar) membuka dukungan untuk membantu warga dan relawan yang terdampak kabut asap. Kebutuhan yang mendesak meliputi paket kesehatan, logistik makanan, perlengkapan pemadam, posko kesehatan, distribusi bantuan, hingga evakuasi. Bagi kamu yang ingin ikut membantu, berapa pun donasi yang diberikan akan sangat berarti. 💙 Salurkan bantuan melalui: BNI 1980045120 a/n Perkumpulan Gemawan 📲 Konfirmasi donasi: +62 896-9329-7519 Mari bersama membantu Kalimantan menghadapi kabut asap dan menjaga keselamatan warga yang terdampak. #MASAKALBAR #KalbarBebasAsap #SolidaritasLawanAsap
1 month ago
View on Instagram |
7/9
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
•
Follow
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian. Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri. Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
1 month ago
View on Instagram |
8/9
Nazela, perempuan muda asal Kubu Raya, membagikan cerita tentang bagaimana kebakaran lahan gambut dan kabut asap berdampak pada lingkungan, ruang hidup, serta aktivitas masyarakat di sekitarnya.

Di tengah kondisi Kalimantan yang kembali dilanda kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, cerita Nazela menjadi pengingat bahwa persoalan karhutla bukan hanya tentang asap yang memenuhi udara. 

Sebagai perempuan muda yang hidup dekat dengan wilayah gambut, Nazela melihat langsung bagaimana kebakaran dapat mengubah lingkungan dan memengaruhi kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Lalu, seperti apa cerita perempuan-perempuan muda dalam merawat hutan dan gambut, sekaligus memperkuat kehidupan?

Simak cerita selengkapnya di YouTube Perkumpulan Gemawan.
•
Follow
Nazela, perempuan muda asal Kubu Raya, membagikan cerita tentang bagaimana kebakaran lahan gambut dan kabut asap berdampak pada lingkungan, ruang hidup, serta aktivitas masyarakat di sekitarnya. Di tengah kondisi Kalimantan yang kembali dilanda kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, cerita Nazela menjadi pengingat bahwa persoalan karhutla bukan hanya tentang asap yang memenuhi udara. Sebagai perempuan muda yang hidup dekat dengan wilayah gambut, Nazela melihat langsung bagaimana kebakaran dapat mengubah lingkungan dan memengaruhi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Lalu, seperti apa cerita perempuan-perempuan muda dalam merawat hutan dan gambut, sekaligus memperkuat kehidupan? Simak cerita selengkapnya di YouTube Perkumpulan Gemawan.
1 month ago
View on Instagram |
9/9
View on Instagram

Collab!

Rumah Gesit Gemawan

Jl. Ujung Pandang No. 89
Pontianak | Kalimantan Barat | Indonesia
Telp.: (+62561)5628041
E-mail: info[at]gemawan.org
Pengaduan: lapor[at]gemawan.org

Connect!

Create!

PERSADA
LESTARI
SIGAP
#BorneoMangroveAction
SIGMA
Hak Cipta © 2026 Lembaga Gemawan. All rights reserved. Theme Spacious by ThemeGrill. Powered by: WordPress.
  • English
  • Indonesia