Sekolah Hijau dari Kulit Nanas

Buku Sekolah Hijau dari Kulit Nanas ini lahir dari sebuah keyakinan sederhana: perubahan besar sering kali bermula dari hal-hal yang selama ini dianggap kecil, sepele, bahkan tidak berguna. Di Sungai Kakap, hal kecil itu berwujud kulit nanas. Sesuatu yang biasanya dibiarkan menumpuk di belakang dapur, dibuang ke parit, atau dibakar bersama dedaunan kering pada sore hari. Dari benda yang tidak dianggap itulah buku ini bermula.

buku sekolah hijau

Namun buku ini bukan catatan tentang kulit nanas. Ia adalah catatan tentang bagaimana sebuah sekolah belajar membaca ulang lingkungannya sendiri. Tentang guru yang bersedia menempatkan diri kembali sebagai pembelajar. Tentang peserta didik yang menemukan bahwa pelajaran sains ternyata punya bau, punya rasa, punya waktu tunggu, dan punya kaitan dengan halaman rumah mereka. Dan tentang gagasan bahwa pendidikan lingkungan tidak pernah cukup hanya diajarkan; ia harus dialami.

Penulis:

  1. Amelia Putri Wardani
  2. Anisa
  3. Melania Nadia
  4. Hilmi Maghfirah
  5. Jemon
  6. Felya Cristie
  7. Novelia Alista
  8. Aulinvia
  9. Naila Salsabila
  10. Elpina
  11. Manda Liyana Zakiah
  12. Canda Mitha
  13. Nawawi
Sekolah Hijau dari Kulit Nanas