
Melawi – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, pada 2026 membuat akses air bersih semakin sulit bagi masyarakat. Pada periode 31 Agustus hingga 8 September 2026, sebanyak 43.571 liter air bersih disalurkan kepada warga di sejumlah wilayah Melawi untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini menunjukkan pentingnya ketersediaan sumber air bersih di tengah kemarau panjang dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Di tengah kondisi tersebut, Perkumpulan Gemawan mendukung penyediaan dua sumur bor bagi masyarakat Dusun Sebaju, Desa Nanga Kebebu, Kecamatan Nanga Pinoh, dan Dusun Sungai Raya, Desa Kompas Raya, Kecamatan Pinoh Utara. Dukungan ini disalurkan melalui SUAR, mitra Gemawan di Melawi.
“Dukungan penyediaan sumur bor ini disalurkan melalui SUAR, mitra Gemawan di Melawi, untuk membantu masyarakat mendapatkan akses air bersih,” ujar Arni, Pegiat Gemawan.
Di Dusun Sebaju, sumur bor mencapai kedalaman 18 meter dan menghasilkan sumber air yang melimpah. Tim pengebor memperkirakan sumber air tersebut dapat memenuhi kebutuhan sekitar 40 rumah tangga di kawasan permukiman bagian dalam dusun. Sementara itu, sumur bor di Dusun Sungai Raya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih sekitar 20 rumah tangga di sekitarnya.
“Kalau melihat air ini, bisa seluruh kampung ini. Air bisa dipasang empat paralon sedot sekaligus. Soalnya, bisa disedot pakai mesin Robin. Kami selaku penggali pun puas mendapatkan air sebanyak ini,” kata Sakirin, ketua tim pengebor sumur, setelah proses penggalian pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Bagi warga Sebaju, keberadaan sumur bor menjadi penting karena sumber air yang selama ini diandalkan masyarakat menghadapi persoalan pencemaran. Menurut Yayan, Kepala Dusun Sebaju, Sungai Kebebu yang berada dekat permukiman telah tercemar akibat aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di bagian hulu.
“Untung ada air sumur bor yang diberikan Gemawan ini. Terima kasih banyak kepada Gemawan,” ujar Yayan.
Ia mengatakan, masyarakat berencana menyediakan tiga titik akses agar air dari sumur bor dapat dijangkau lebih banyak rumah tangga di kawasan permukiman bagian dalam Sebaju.
Selain untuk kebutuhan sehari-hari, sumur bor yang berada di aula pertemuan dusun tersebut juga diharapkan dapat menjadi sumber air untuk membantu pemadaman kebakaran. Yayan menjelaskan, keterbatasan ketersediaan air menjadi salah satu kendala yang dihadapi warga ketika kebakaran terjadi di sekitar dusun.
Kondisi serupa dialami masyarakat Dusun Sungai Raya. Bujang Sasmi, salah seorang tokoh masyarakat setempat, mengatakan bahwa sumur gali di wilayahnya kerap mengering. Akibatnya, sebagian warga harus membeli air untuk kebutuhan minum. Sementara itu, warga yang tidak mampu membeli air terpaksa mengambil air dari Sungai Melawi, mengendapkannya, kemudian memasaknya sebelum dikonsumsi.
“Terima kasih kepada Gemawan. Kami akan manfaatkan sebaik-baiknya sumur bor ini, untuk air bersih masyarakat dan untuk memadamkan api. Terima kasih kepada Bang Isa dan kawan-kawan Gemawan,” ujar Bujang.
Dukungan penyediaan dua sumur bor ini diharapkan dapat membantu masyarakat Sebaju dan Sungai Raya memenuhi kebutuhan air bersih, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan warga dalam menghadapi ancaman kebakaran. Pengalaman kedua dusun juga menunjukkan pentingnya akses terhadap sumber air yang dekat dengan permukiman, terutama ketika sumber air yang selama ini digunakan warga tidak lagi dapat diandalkan.
Penulis: Taji
