Karhutla Masih Berlangsung, Bantuan Disalurkan untuk Tim Pemadaman Kebakaran

 

Pontianak – Ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berlangsung dan asap tebal menyelimuti sejumlah wilayah, warga memilih untuk tidak menunggu. Dukungan berupa masker, air minum, dan makanan berat disalurkan kepada mereka yang berada di lapangan dan terlibat dalam upaya pemadaman karhutla.

Penyaluran dilakukan di dua titik, yakni Perdana Ujung dan Parit Haji Muksin. Di Perdana Ujung, bantuan disalurkan kepada tiga tim pemadam yang menjadi sasaran donasi, yaitu Damkarmat Borneo, Damkar Purnama, dan Damkar Wonoyoso. Sementara di Parit Haji Muksin, bantuan diberikan kepada para relawan yang saat itu aktif merespons api.

Inisiatif donasi ini lahir dari semangat warga bantu warga. Banyak pihak yang ingin memberikan bantuan, tetapi belum mengetahui ke mana bantuan dapat disalurkan. Di tengah kondisi karhutla yang membutuhkan respons cepat, inisiatif kemudian diambil untuk bergerak terlebih dahulu.

“Karena kalau menunggu gerakan dari pihak-pihak lain bisa lamban, kami pikir lebih baik gerak dulu. Sedikit yang bergerak tetap berarti. Ini kami sebut sebagai gerakan warga bantu warga,” ujar Putra, seorang influencer sekaligus pegiat sosial.

Di lapangan, kondisi masih tidak mudah. Asap tebal menyelimuti lokasi, sementara api masih aktif, khususnya di Parit Haji Muksin. Masyarakat setempat, Masyarakat Peduli Api (MPA), BPBD, dan para pemadam terus merespons titik api yang masih terbakar.

Bagi Perkumpulan Gemawan, keterlibatan dalam penyaluran bantuan ini bukan sekadar mendistribusikan logistik. Gemawan mengambil peran sebagai penghubung antara pihak-pihak yang ingin membantu dengan kebutuhan yang menjadi prioritas di lapangan.

“Yang kami lakukan hari ini bukan sekadar menyalurkan bantuan. Kami mengambil peran sebagai penghubung untuk mempertemukan mereka yang ingin membantu dengan yang menjadi prioritas dalam masa darurat saat ini, dan tentu membuka ruang kolaborasi agar dukungan bisa sampai ke tempat yang tepat,” ujar Arni, pegiat Gemawan.

Menurut Arni, masih terdapat ruang-ruang kebutuhan di lapangan yang belum terisi. Dalam kondisi tersebut, masyarakat sipil perlu hadir untuk memastikan tidak ada kebutuhan yang terlewat hanya karena koordinasi dan keterhubungan belum berjalan.

“Kami tidak ingin mengambil alih peran siapa pun, tetapi memastikan tidak ada kebutuhan masyarakat yang terlewat hanya karena koordinasi dan keterhubungan belum berjalan,” lanjutnya.

Namun, gotong royong masyarakat tidak seharusnya menjadi alasan bagi negara untuk mengambil jarak dari tanggung jawabnya dalam penanganan karhutla.

“Gotong royong adalah kekuatan masyarakat, tetapi jangan sampai gotong royong dijadikan alasan untuk membiarkan negara mengambil jarak. Masyarakat sipil boleh mengisi ruang yang kosong, tetapi ruang kosong itu seharusnya menjadi pengingat bagi pemerintah untuk memperkuat kehadirannya. Karena pada akhirnya, solidaritas masyarakat adalah kekuatan tambahan, bukan pengganti tanggung jawab negara,” tegas Arni.

Gerakan warga bantu warga ini menjadi bagian dari solidaritas untuk mereka yang berada di garis depan pemadaman. Karena api masih menyala, mari saling menjaga dan membantu mereka yang masih berada di lapangan. Jika ingin ikut bergerak bersama, dukungan dapat disalurkan melalui:

BNI 1980045120
a.n. Perkumpulan Gemawan

Mari bantu sebisanya, saling jaga, dan pastikan mereka yang berada di garis depan pemadaman tidak berjuang sendirian.

Karhutla Masih Berlangsung, Bantuan Disalurkan untuk Tim Pemadaman Kebakaran
Tag pada:                

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *