
Di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata, perempuan muda di Kalimantan Barat membuktikan bahwa mereka bukan hanya kelompok yang terdampak, tetapi juga bagian dari solusi.
Selama ini, perempuan muda di desa sering kali belum memiliki ruang yang cukup untuk terlibat dalam pengambilan keputusan. Padahal, mereka adalah kelompok yang merasakan langsung dampak perubahan iklim, mulai dari perubahan musim tanam, berkurangnya hasil pertanian, hingga meningkatnya beban dalam menjaga ketahanan pangan keluarga.
Melalui Program Kepemimpinan Perempuan Pemuda dalam Mitigasi Perubahan Iklim di Kalangan Masyarakat Adat di Kalimantan Barat, Indonesia, yang didukung melalui mekanisme pembiayaan Reversing Environmental Degradation in Africa and Asia (REDAA)-IIED, Perkumpulan Gemawan bersama AMAN Kalimantan Barat, Institut Dayakologi, dan Alpekaje mendorong lahirnya ruang belajar dan aksi bagi perempuan muda di enam desa yang tersebar di Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, dan Kapuas Hulu. Program ini menggabungkan riset partisipatif, pelatihan kepemimpinan, pendampingan komunitas, serta aksi nyata untuk memperkuat kapasitas perempuan muda masyarakat adat dalam menghadapi dan memitigasi dampak perubahan iklim.
