
Di Singkawang, banyak resep keluarga diwariskan melalui kebiasaan memasak bersama.. Anak belajar mengenali takaran dari gerak tangan orangtua, kemudian membawa ingatan tentang rasa itu hingga dewasa. Dari dapur keluarga, makanan hadir di meja warung dan menjadi bagian dari keseharian kota. Sebagian hidangan menemani percakapan biasa. Sebagian lainnya mendapat tempat khusus dalam perayaan dan penghormatan kepada leluhur.
Jejak Rasa dan Identitas Kuliner Tionghoa Singkawang sebagai Warisan Budaya mengajak pembaca mengenal kuliner Tionghoa Singkawang melalui kehidupan masyarakat yang merawatnya. Sejarah perantauan memberi latar bagi terbentuknya tradisi memasak yang kemudian menyesuaikan diri dengan bahan setempat. Perjumpaan dengan komunitas lain turut membentuk kebiasaan makan warga. Di tengah kehidupan yang majemuk, hidangan membuka kesempatan untuk menjalin kedekatan sambil tetap menghormati perbedaan.
Pembaca akan menjumpai ragam kuliner, dari choipan yang akrab sebagai suguhan sehari-hari hingga kue keranjang yang lekat dengan suasana Imlek. Pembahasan tentang bahan dan teknik pengolahan disertai penjelasan mengenai makna hidangan dalam kehidupan keluarga. Kisah usaha yang diteruskan antargenerasi memperlihatkan kerja tekun di balik rasa yang dikenal banyak orang. Direktori kuliner beserta rute kunjungan melengkapi penelusuran, mengantar pembaca mendekati tempat-tempat yang dibahas dalam buku.
