Skip to content
Gemawan

Lembaga Gemawan

Masyarakat Swadaya dan Mandiri

Menu

  • Home
  • News
    • Pemberdayaan Perempuan
    • Pembangunan Berbasis Masyarakat
    • Sumberdaya Alam
    • Pengembangan Ekonomi
    • Tata Kelola
  • Publikasi
    • Kabar Gemawan
    • Laporan
    • Opini
    • Buku
    • Pernyataan Sikap
  • Spasial
    • Dashboard Perhutanan Sosial
  • Tentang
    • Tim
    • Program & Aktivitas
    • Wilayah Aktivitas
  • Inovasi
    • LESTARI
    • PERSADA
    • SIGAP
  • Pengaduan
    • Prosedur Pengaduan
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English Version

News

Menjaga Ekosistem Sosial dari Ladang

keberlanjutan pangan di singkawang utara menjaga ekosistem sosial dan mendukung ketahanan pangan Kalbar.

“Ketika rekatan komunalitas dan ikatan terhadap umme tetap terjaga, maka kita bisa tetap menjaga ekosistem sosial yang menjaga kehidupan ini,” Siti Rahmawati. Di kediaman Wan Mina, Kelompok Perempuan Mekar Sari Desa Parit Setia, Sambas, melakukan pertemuan rutin pada Senin (21/11/2024).

admin December 8, 2024March 10, 2025 News, Berita Utama, Pemberdayaan Perempuan, Sumberdaya Alam Baca Selengkapnya

PLTB Tingkatkan Kapasitas Kelompok Perempuan

PLTB Punggur

Gemawan bekerja sama dengan Alpekaje menggelar pelatihan demplot pengelolaan lahan tanpa bakar (PLTB) dan praktik pembuatan arang sekam. Kegiatan ini dilaksanakan pada kelompok perempuan “Perempuan Maju Bersama” di Dusun Parit Sarim, Desa Punggur Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya,

admin December 2, 2024December 13, 2024 News, Berita Utama, Pembangunan Berbasis Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan Baca Selengkapnya

5000 Bibit Cabe Rawit: Inisiasi Strategi Keberlanjutan

5000 Bibit Cabe Rawit

Kebutuhan petani akan benih cabe rawit unggul kini menjadi prioritas utama dalam kegiatan berkebun. Hal ini tidak lepas dari harapan agar hasil panen dapat menjadi sumber usaha yang menjanjikan. Meski harganya relatif lebih tinggi, benih unggul tahan penyakit memberikan hasil

admin November 25, 2024April 25, 2025 News, Pemberdayaan Perempuan Baca Selengkapnya

Perempuan Sadaniang: Penjaga Tradisi, Alam, dan Kehidupan

Perempuan Sadaniang

“Kepemimpinan dan pengorganisasian saling berkaitan erat dengan isu gender. Perempuan di Sadaniang perlu memahami konsep gender agar dapat memperkuat peran mereka, baik di keluarga maupun komunitas”.   Perempuan adat di Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, mendapat kesempatan untuk memperkuat kemandirian dan

admin November 24, 2024November 29, 2024 News, Berita Utama, Pemberdayaan Perempuan, Sumberdaya Alam Baca Selengkapnya

SETARA Ubah Sampah Jadi Bernilai Tambah

SETARA Ubah Sampah

Serikat Perempuan Kabupaten Kayong Utara (SETARA) kembali menggelar pertemuan bulanan yang kali ini berfokus pada pengolahan sampah plastik rumah tangga menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis. Acara yang berlangsung di Desa Masbangun, Kecamatan Teluk Batang, pada Rabu (20/11/2024). Hadir Anik Wijaya,

admin November 22, 2024November 28, 2024 News, Pembangunan Berbasis Masyarakat, Pengembangan Ekonomi Baca Selengkapnya

Beasiswa Tunas untuk Bibit Calon Penjaga Bumi: Bersama Lestarikan Alam

Penjaga Bumi

Gemawan, bersama HARAPA dan Kitabisa, telah mengadakan program bantuan pendidikan bertajuk “Beasiswa Tunas untuk Bibit Calon Penjaga Bumi, Bersama Lestarikan Alam” pada Minggu (3/11/2024). Program ini memberikan dukungan kepada 10 pelajar dari empat kecamatan di Kabupaten Mempawah: Jungkat, Pinyuh, Mempawah

admin November 4, 2024November 24, 2025 News, Pembangunan Berbasis Masyarakat Baca Selengkapnya

KBR Angkat Pemberdayaan Perempuan Kayong Utara

Pemberdayaan Perempuan

SETARA (Serikat Perempuan Kayong Utara) menerima kunjungan jurnalis dari KBR (Kantor Berita Radio) Jakarta di Desa Seponti Jaya, Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara, pada 22-24 Oktober 2024. Kunjungan ini bertujuan untuk mengangkat isu pemberdayaan perempuan, khususnya terhadap perempuan petani yang

admin November 1, 2024November 4, 2024 News, Pemberdayaan Perempuan Tidak ada Komentar Baca Selengkapnya

Bersama Perempuan Muda di Sadaniang, Menggali Potensi untuk Mitigasi Perubahan Iklim

perempuan muda

Gemawan kembali mengadakan kegiatan bekerja sama dengan Institut Dayakologi yang menyasar terutama perempuan muda. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Desa Suak Barangan, Bumbun, dan Sekabuk, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, dari 9 hingga 11 Oktober 2024. Aktivis dari Institut Dayakologi,

admin October 16, 2024October 16, 2024 News, Pemberdayaan Perempuan, Sumberdaya Alam Baca Selengkapnya

Mahasiswa NTNU Norwegia Kunjungi Desa Sekabuk

Mahasiswa Norwegia Kunjungi Sekabuk

Empat mahasiswa dari Norwegian University of Science and Technology (NTNU) mengunjungi Desa Sekabuk, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, pada Selasa (08/10). Mereka adalah Karoline, Marte, Tora, dan Tonje, yang didampingi oleh Ryani dan Nanang Indra Kurniawan dari Universitas Gadjah

admin October 13, 2024November 4, 2024 News Baca Selengkapnya

Mitigasi Perubahan Iklim, FGD Peningkatan Peran Perempuan Muda

Mitigasi Perubahan Iklim

Gemawan bersama AlPeKaJe (Aliansi Perempuan Kalimantan untuk Keadilan dan Kesetaraan Gender) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) pada tanggal 4 Oktober 2024, bertempat di Kantor Desa Punggur Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong partisipasi perempuan muda

admin October 8, 2024October 7, 2024 News, Pemberdayaan Perempuan, Sumberdaya Alam Baca Selengkapnya
  • « Sebelumnya
  • Berikutnya »

Instagram

Donasi yang terkumpul merupakan akumulasi dari kegiatan penggalangan dana dan sumbangan yang disalurkan langsung melalui rekening Gemawan. Donasi ini akan disalurkan untuk mendukung kebutuhan warga dan tim relawan yang terdampak karhutla.

Terima kasih sebesar-besarnya kepada setiap orang yang telah menyisihkan waktu, tenaga, dan rezekinya untuk ikut membantu. Setiap bantuan yang diberikan, berapa pun jumlahnya, sangat berarti dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk melewati situasi ini.

Bagi yang masih ingin berdonasi, bantuan dapat disalurkan melalui:

Bank BNI
Rekening: 1980045120
a.n. Perkumpulan Gemawan

Sekali lagi, terima kasih atas kepercayaan, kepedulian, dan dukungan yang telah diberikan. Semoga kebaikan yang teman-teman berikan dapat sampai kepada mereka yang membutuhkan.
•
Follow
Donasi yang terkumpul merupakan akumulasi dari kegiatan penggalangan dana dan sumbangan yang disalurkan langsung melalui rekening Gemawan. Donasi ini akan disalurkan untuk mendukung kebutuhan warga dan tim relawan yang terdampak karhutla. Terima kasih sebesar-besarnya kepada setiap orang yang telah menyisihkan waktu, tenaga, dan rezekinya untuk ikut membantu. Setiap bantuan yang diberikan, berapa pun jumlahnya, sangat berarti dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk melewati situasi ini. Bagi yang masih ingin berdonasi, bantuan dapat disalurkan melalui: Bank BNI Rekening: 1980045120 a.n. Perkumpulan Gemawan Sekali lagi, terima kasih atas kepercayaan, kepedulian, dan dukungan yang telah diberikan. Semoga kebaikan yang teman-teman berikan dapat sampai kepada mereka yang membutuhkan.
1 week ago
View on Instagram |
1/9
Bantuan Air Bersih (Batch 2) Kamis, 17 September  2026

Bagi warga yang membutuhkan air bersih, tersedia bantuan air bersih yang dapat diambil di Rumah Gesit Borneo.

📍 Lokasi pengambilan: Rumah Gesit Borneo
💧 Persediaan terbatas, selama stok masih tersedia.

Air tetap perlu dimasak untuk terhindari dari paparan bakteri.

Silakan datang dan ambil sesuai kebutuhan. Semoga bantuan ini dapat membantu warga yang sedang menghadapi kondisi kekeringan.
•
Follow
Bantuan Air Bersih (Batch 2) Kamis, 17 September 2026 Bagi warga yang membutuhkan air bersih, tersedia bantuan air bersih yang dapat diambil di Rumah Gesit Borneo. 📍 Lokasi pengambilan: Rumah Gesit Borneo 💧 Persediaan terbatas, selama stok masih tersedia. Air tetap perlu dimasak untuk terhindari dari paparan bakteri. Silakan datang dan ambil sesuai kebutuhan. Semoga bantuan ini dapat membantu warga yang sedang menghadapi kondisi kekeringan.
1 week ago
View on Instagram |
2/9
Bantuan Air Bersih

Bagi warga yang membutuhkan air bersih, tersedia bantuan air bersih yang dapat diambil di Rumah Gesit Borneo.

📍 Lokasi pengambilan: Rumah Gesit Borneo
💧 Persediaan terbatas, selama stok masih tersedia.

Silakan datang dan ambil sesuai kebutuhan. Semoga bantuan ini dapat membantu warga yang sedang menghadapi kondisi kekeringan.
•
Follow
Bantuan Air Bersih Bagi warga yang membutuhkan air bersih, tersedia bantuan air bersih yang dapat diambil di Rumah Gesit Borneo. 📍 Lokasi pengambilan: Rumah Gesit Borneo 💧 Persediaan terbatas, selama stok masih tersedia. Silakan datang dan ambil sesuai kebutuhan. Semoga bantuan ini dapat membantu warga yang sedang menghadapi kondisi kekeringan.
2 weeks ago
View on Instagram |
3/9
Kalimantan sedang menghadapi kabut asap. Di tengah situasi ini, warga dan relawan membutuhkan dukungan untuk tetap aman dan bertahan.

Posko MASA Kalimantan Barat membuka donasi untuk membantu memenuhi kebutuhan di lapangan, mulai dari masker N95/KN95, tabung oksigen, vitamin dan obat, perlengkapan pemadam api, hingga logistik makanan.

Kalau kamu punya ruang untuk berbagi, mari ikut ambil bagian. Berapa pun dukunganmu, berarti bagi mereka yang sedang menghadapi kabut asap.

Donasi dapat disalurkan melalui:
BNI 1980045120
a.n. Perkumpulan Gemawan

Konfirmasi donasi: +62 896-9329-7519
•
Follow
Kalimantan sedang menghadapi kabut asap. Di tengah situasi ini, warga dan relawan membutuhkan dukungan untuk tetap aman dan bertahan. Posko MASA Kalimantan Barat membuka donasi untuk membantu memenuhi kebutuhan di lapangan, mulai dari masker N95/KN95, tabung oksigen, vitamin dan obat, perlengkapan pemadam api, hingga logistik makanan. Kalau kamu punya ruang untuk berbagi, mari ikut ambil bagian. Berapa pun dukunganmu, berarti bagi mereka yang sedang menghadapi kabut asap. Donasi dapat disalurkan melalui: BNI 1980045120 a.n. Perkumpulan Gemawan Konfirmasi donasi: +62 896-9329-7519
3 weeks ago
View on Instagram |
4/9
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
•
Follow
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu. Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran. Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang. Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
4 weeks ago
View on Instagram |
5/9
Kalimantan sedang menghadapi kabut asap. Saatnya kita saling menguatkan. 🌿

Bersama @mdmc_kalbar , Perkumpulan Gemawan melalui MASA KALBAR (Masyarakat Siaga Asap Kalbar) membuka dukungan untuk membantu warga dan relawan yang terdampak kabut asap.

Kebutuhan yang mendesak meliputi paket kesehatan, logistik makanan, perlengkapan pemadam, posko kesehatan, distribusi bantuan, hingga evakuasi.

Bagi kamu yang ingin ikut membantu, berapa pun donasi yang diberikan akan sangat berarti.

💙 Salurkan bantuan melalui:
BNI 1980045120
a/n Perkumpulan Gemawan

📲 Konfirmasi donasi: +62 896-9329-7519

Mari bersama membantu Kalimantan menghadapi kabut asap dan menjaga keselamatan warga yang terdampak.

#MASAKALBAR #KalbarBebasAsap #SolidaritasLawanAsap
•
Follow
Kalimantan sedang menghadapi kabut asap. Saatnya kita saling menguatkan. 🌿 Bersama @mdmc_kalbar , Perkumpulan Gemawan melalui MASA KALBAR (Masyarakat Siaga Asap Kalbar) membuka dukungan untuk membantu warga dan relawan yang terdampak kabut asap. Kebutuhan yang mendesak meliputi paket kesehatan, logistik makanan, perlengkapan pemadam, posko kesehatan, distribusi bantuan, hingga evakuasi. Bagi kamu yang ingin ikut membantu, berapa pun donasi yang diberikan akan sangat berarti. 💙 Salurkan bantuan melalui: BNI 1980045120 a/n Perkumpulan Gemawan 📲 Konfirmasi donasi: +62 896-9329-7519 Mari bersama membantu Kalimantan menghadapi kabut asap dan menjaga keselamatan warga yang terdampak. #MASAKALBAR #KalbarBebasAsap #SolidaritasLawanAsap
1 month ago
View on Instagram |
6/9
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
•
Follow
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian. Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri. Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
1 month ago
View on Instagram |
7/9
Nazela, perempuan muda asal Kubu Raya, membagikan cerita tentang bagaimana kebakaran lahan gambut dan kabut asap berdampak pada lingkungan, ruang hidup, serta aktivitas masyarakat di sekitarnya.

Di tengah kondisi Kalimantan yang kembali dilanda kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, cerita Nazela menjadi pengingat bahwa persoalan karhutla bukan hanya tentang asap yang memenuhi udara. 

Sebagai perempuan muda yang hidup dekat dengan wilayah gambut, Nazela melihat langsung bagaimana kebakaran dapat mengubah lingkungan dan memengaruhi kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Lalu, seperti apa cerita perempuan-perempuan muda dalam merawat hutan dan gambut, sekaligus memperkuat kehidupan?

Simak cerita selengkapnya di YouTube Perkumpulan Gemawan.
•
Follow
Nazela, perempuan muda asal Kubu Raya, membagikan cerita tentang bagaimana kebakaran lahan gambut dan kabut asap berdampak pada lingkungan, ruang hidup, serta aktivitas masyarakat di sekitarnya. Di tengah kondisi Kalimantan yang kembali dilanda kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, cerita Nazela menjadi pengingat bahwa persoalan karhutla bukan hanya tentang asap yang memenuhi udara. Sebagai perempuan muda yang hidup dekat dengan wilayah gambut, Nazela melihat langsung bagaimana kebakaran dapat mengubah lingkungan dan memengaruhi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Lalu, seperti apa cerita perempuan-perempuan muda dalam merawat hutan dan gambut, sekaligus memperkuat kehidupan? Simak cerita selengkapnya di YouTube Perkumpulan Gemawan.
1 month ago
View on Instagram |
8/9
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
•
Follow
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha? Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu. Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha. Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan. #mempawah
1 month ago
View on Instagram |
9/9
View on Instagram

Collab!

Rumah Gesit Gemawan

Jl. Ujung Pandang No. 89
Pontianak | Kalimantan Barat | Indonesia
Telp.: (+62561)5628041
E-mail: info[at]gemawan.org
Pengaduan: lapor[at]gemawan.org

Connect!

Create!

PERSADA
LESTARI
SIGAP
#BorneoMangroveAction
SIGMA
Hak Cipta © 2026 Lembaga Gemawan. All rights reserved. Theme Spacious by ThemeGrill. Powered by: WordPress.
  • English
  • Indonesia