Ketika Perempuan Petani Memimpin Transformasi Ekonomi Desa

Sungai Rasau — Transformasi kelembagaan di Desa Sungai Rasau, Kecamatan Sungai Piyuh, Kabupaten Mempawah, menunjukkan bahwa ketika perempuan petani diberi ruang kepemimpinan kolektif, mereka mampu mengubah posisi dari pengelola rumah tangga menjadi aktor utama dalam tata kelola ekonomi desa.

Dua kelompok perempuan petani, KWT Gembur Bersama dan KWT Subur Jaya, telah mengelola Lembaga Keuangan Mikro (LKM) secara mandiri. Kini, melalui musyawarah kolektif, mereka memutuskan mentransformasi LKM menjadi koperasi berbadan hukum. Langkah ini merupakan upaya memperkuat posisi tawar perempuan desa dalam mengakses sumber daya dan pasar./

Melalui program Peladang (Pemimpin Perempuan dari Ladang), Lembaga Gemawan berkolaborasi dengan Bidang Koperasi DPMKUKMPTSP Kabupaten Mempawah. M. Yudi Mauluddin, S.E. dari DPMKUKMPTSP Kabupaten Mempawah menekankan bahwa ketentuan organisasi harus lahir dari musyawarah anggota sendiri.

“Semua peraturan berlaku apabila sudah dilakukan musyawarah dengan anggota kelompok dan menjadi keputusan bersama. Peran anggota sangat penting, karena anggota juga bisa jadi pengawas koperasi,” ujar Yudi.

Bagi 29 perempuan petani di Sungai Rasau, koperasi berbadan hukum berarti akses yang lebih adil terhadap permodalan, jaminan keberlanjutan usaha, dan pengakuan formal atas kepemimpinan mereka dalam sistem pangan lokal.

Roni Antoni, Community Organizer program Peladang, menyebut bahwa perubahan di Sungai Rasau sejalan dengan pola yang sama terjadi di lokasi lain program: Sambas dan Kayong Utara.

“Ketika perempuan petani diberi ruang kepemimpinan kolektif, terjadi pergeseran struktural. Mereka tidak lagi sekadar hadir di kelompok tani atau forum musyawarah desa — mereka ikut mengambil keputusan.”

Di Mempawah, Sambas, dan Kayong Utara, program Peladang menguatkan tiga hal: perempuan petani memimpin kelembagaan desa, mengelola unit usaha kolektif, dan terhubung dalam jaringan lintas desa untuk advokasi kebijakan. Di Sungai Rasau, langkah transformasi LKM menjadi koperasi adalah contoh konkret bagaimana ruang kepemimpinan kolektif mengubah struktur, bukan hanya kondisi individu perempuan.

Ketika Perempuan Petani Memimpin Transformasi Ekonomi Desa
Tag pada:    

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *