Dialog Multipihak di Kubu Raya, Dorong Pembangunan Responsif Gender dan Adaptif Iklim

Dialog Multipihak Kubu Raya

Perubahan iklim menjadi tantangan nyata bagi Kabupaten Kubu Raya, sebagai wilayah dengan karakteristik bentang alam mulai dari kawasan pesisir mangrove hingga lahan gambut yang luas, perubahan pola musim, banjir dan kekeringan berdampak langsung pada produktivitas sektor pertanian. Kondisi ini menempatkan

Dialog Multipihak Perkuat Kolaborasi Pembangunan Responsif Gender dan Adaptif Perubahan Iklim di Kayong Utara

Dialog Multipihak

Komitmen memperkuat pembangunan yang inklusif, responsif gender, dan adaptif terhadap perubahan iklim di Kabupaten Kayong Utara semakin diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Gemawan dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (SP3APMD) Kabupaten Kayong Utara,

Penguatan Kelembagaan dan Akses Pasar Petani di Nanga Nuak dan Tanjung Sari

Penguatan kelembagaan

Lembaga GEMAWAN terus memperkuat upaya pengembangan ekonomi berbasis komunitas melalui pendampingan dan pemetaan potensi pertanian di desa-desa dampingan. Pada April 2026, GEMAWAN melaksanakan rangkaian kegiatan konsolidasi, koordinasi, dan Focus Group Discussion (FGD) bersama petani, kelompok tani, pemerintah desa, serta pemangku

Penguatan Peran Perempuan, Memantik Ketahanan Iklim

Penguatan Peran Perempuan di Kapuas Hulu

Gemawan mendorong penguatan peran perempuan dalam membangun ketahanan masyarakat melalui pembangunan yang responsif gender dan adaptif terhadap perubahan iklim di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Pegiat Gemawan, Rahmawati, mengatakan perempuan, khususnya perempuan petani dan perempuan adat, menghadapi kerentanan yang lebih besar