
Pada hari itu, suasana di rumah Bu RT desa Sungai Rasau sangat meriah. Kelompok KWT ibu-ibu telah berkumpul untuk mengikuti pelatihan kepemimpinan dan advokasi yang diselenggarakan oleh Gemawan.
Ibu-ibu yang biasanya hanya sibuk dengan urusan rumah tangga dan pertanian, kini terlihat sangat antusias dan bersemangat. Mereka semua memakai pakaian yang rapi dan wajah yang cerah, menandakan bahwa mereka siap untuk belajar dan berkembang.
Pelatihan ini dipimpin oleh tim fasilitator dari Gemawan, yang telah berpengalaman dalam mengembangkan kepemimpinan dan advokasi masyarakat. Mereka memulai pelatihan dengan ice breaking yang membuat ibu-ibu semakin rileks dan nyaman.
“Selama ini, kita hanya tahu tentang pertanian dan rumah tangga. Tapi, hari ini kita akan belajar tentang bagaimana menjadi pemimpin yang baik dan bagaimana melakukan advokasi untuk kepentingan kita sendiri,” kata Arniyanti, salah satu fasilitator.
Ibu-ibu mendengarkan dengan sangat saksama, mata mereka berbinar-binar dengan rasa penasaran. Mereka bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman, membuat suasana semakin hangat dan akrab.
Pada sesi advokasi, ibu-ibu belajar tentang bagaimana mengidentifikasi masalah, menganalisisnya, dan mencari solusi. Mereka juga belajar tentang bagaimana berkomunikasi dengan efektif dan bagaimana membangun jaringan dengan pihak lain.
“Wow, saya tidak tahu bahwa kita bisa melakukan hal ini!” kata salah satu ibu, sambil tersenyum lebar.
Setelah pelatihan selesai, ibu-ibu berkumpul di luar rumah Bu RT, sambil menikmati makanan dan minuman yang telah disiapkan. Mereka semua terlihat sangat bahagia dan puas.
“Terima kasih, Gemawan! Ini adalah hari yang sangat spesial bagi kami,” kata salah satu ibu, sambil memeluk salah satu fasilitator.
Gemawan telah berhasil membuat perbedaan dalam kehidupan ibu-ibu di desa Sungai Rasau. Mereka telah memberikan mereka kepercayaan diri, keterampilan, dan jaringan yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin yang baik dan melakukan advokasi untuk kepentingan mereka sendiri.
Penulis: Bastia
