Skip to content
Gemawan

Lembaga Gemawan

Masyarakat Swadaya dan Mandiri

Menu

  • Home
  • News
    • Pemberdayaan Perempuan
    • Pembangunan Berbasis Masyarakat
    • Sumberdaya Alam
    • Pengembangan Ekonomi
    • Tata Kelola
  • Publikasi
    • Kabar Gemawan
    • Laporan
    • Opini
    • Buku
    • Pernyataan Sikap
  • Spasial
    • Dashboard Perhutanan Sosial
  • Tentang
    • Tim
    • Program & Aktivitas
    • Wilayah Aktivitas
  • Inovasi
    • LESTARI
    • PERSADA
    • SIGAP
  • Pengaduan
    • Prosedur Pengaduan
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English Version

News

Petani Perempuan Pulau Maya Targetkan Pengelolaan Lahan Padi 1 Hektar

Sumber Cahaya dan Pulau Maya

Dua kelompok tani dampingan Gemawan, yaitu Cahaya Mentari dan HCC Berdikari di Dusun Besar, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, bersepakat untuk langsung melanjutkan aktivitas pertanian usai panen. Mereka menargetkan pengelolaan tanaman padi seluas satu hektar pada lahan yang sama.

admin September 8, 2025October 27, 2025 News, Pemberdayaan Perempuan, Sumberdaya Alam Baca Selengkapnya

Seruan Mandat Rakyat dari Masyarakat Sipil Kalbar

Masyarakat Sipil Kalbar

Koalisi Aktivis Kalimantan Barat untuk Tegaknya Demokrasi (AKBAR-DEMO) menyerukan penegakan supremasi sipil, penuntasan agenda reformasi, dan pencegahan darurat militer. Hal itu disampaikan oleh para aktivis menyikapi gelombang demonstrasi yang terus berlangsung sejak 25 Agustus. Koalisi aktivis yang difasilitasi oleh Hermawansyah

admin September 2, 2025September 2, 2025 News, Berita Utama Baca Selengkapnya

Masyarakat Sipil Sumatera dan Kalimantan Menolak Diam

Masyarakat Sipil

Lebih dari 50 Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) di Sumatera dan Kalimantan yang hadir di dalam kegiatan ICSF Regional Sumatera dan Kalimantan sepakat untuk menjadi kekuatan utama untuk memajukan demokrasi dan penegakan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Mereka berkomitmen untuk menghadapi

admin August 22, 2025October 14, 2025 News, Berita Utama Baca Selengkapnya

Tambang Di Kalbar: Antara Ekologis dan Nasib Rakyat

Tambang di Kalbar

Dalam upaya memperdalam pemahaman kolektif tentang dinamika pertambangan di Kalimantan Barat, Gemawan menyelenggarakan diskusi melalui agenda rutin G-TALKS (Gemawan Team Agenda, Learning, and Knowledge Sharing). Diskusi bertajuk “Tambang di Kalimantan Barat: Antara Pertumbuhan, Kerusakan Ekologis, dan Nasib Rakyat?” digelar di

admin August 4, 2025August 8, 2025 News Baca Selengkapnya

Clean Up Day Goes To School Gemawan dan Komunitas di Singkawang

Clean Up Day Goes To School Singkawang

Komunitas Bumi Inisiatif, komunitas baru peduli lingkungan di Singkawang, menggelar kegiatan perdana bertajuk “Clean Up Day Goes To School”dengan tema “Trash Busters: The Mission Clean Up”. SMP Negeri 2 Singkawang dipilih sebagai lokasi pertama dari rangkaian gerakan lingkungan yang digagas

admin July 21, 2025 News, Pembangunan Berbasis Masyarakat Baca Selengkapnya

Jaringan Petani Komoditas di Sambas: Asa Kebangkitan Petani

Jaringan Petani Komoditas Sambas

“Tujuan jaringan petani komoditas ini adalah menjadi wadah bagi 50 petani berbasis komoditas dari 21 desa di 9 Kecamatan untuk berjejaring dan bekerjasama dengan berbagai stakeholder, mulai dari pemerintah desa/kabupaten hingga sektor swasta.” – Siti Rahmawati Indonesia dikenal sebagai negara

admin July 17, 2025 News, Pemberdayaan Perempuan, Pengembangan Ekonomi, Sumberdaya Alam Baca Selengkapnya

Perempuan Petani Sambas Mencatat Lahan, Menata Masa Depan

Perempuan Petani Sambas

Perempuan petani Sambas kini mulai mencatat sendiri titik koordinat lahan mereka menggunakan teknologi digital. Melalui program pemetaan partisipatif yang digelar Gemawan selama sepekan, warga desa tidak hanya belajar menggunakan aplikasi Google Earth, tetapi juga mulai membangun kesadaran baru atas tanah

admin July 15, 2025July 29, 2025 News, Pemberdayaan Perempuan, Sumberdaya Alam Baca Selengkapnya

Kisah Minyak Kelapa dan Pemberdayaan Perempuan Pulau Maya

Minyak Kelapa di Pulau Maya

“Dari minyak kelapa ini, ada harapan terciptanya usaha rumah tangga berbasis lokal sekaligus gerakan nyata menuju kemandirian pangan dan energi di tingkat keluarga.” – Welli Arma Di Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, Lembaga Gemawan menggelar pelatihan penuh semangat bagi

admin July 14, 2025July 24, 2025 News, Pemberdayaan Perempuan Baca Selengkapnya

Jaring PEDAS: Simpul Petani Komoditas 11 Desa Mempawah

Petani Komoditas Mempawah

Dalam rangka meningkatkan peran aktif masyarakat dalam gerakan ekonomi berbasis komoditas lokal, para petani dari 11 desa di Kabupaten Mempawah sepakat membentuk Jaringan Petani Komoditas (Jaring PEDAS). Kesepakatan ini diambil pada akhir kegiatan Workshop yang digelar Perkumpulan Gemawan pada Rabu

admin June 30, 2025 News, Pembangunan Berbasis Masyarakat, Sumberdaya Alam Baca Selengkapnya

Sekolah Lapang Perempuan SETARA

Sekolah Lapang Setara

Serikat Perempuan Kabupaten Kayong Utara (SETARA) menyelenggarakan Sekolah Lapang bertema “Peningkatan Kapasitas Kelompok Petani Perempuan” selama tiga hari, 24-26 Juni 2025. Kegiatan yang diikuti 90 peserta dari enam desa di dua kecamatan ini bertujuan memperkuat peran perempuan petani dalam sektor

admin June 30, 2025June 28, 2025 News, Pemberdayaan Perempuan, Sumberdaya Alam Baca Selengkapnya
  • « Sebelumnya
  • Berikutnya »

Instagram

Donasi yang terkumpul merupakan akumulasi dari kegiatan penggalangan dana dan sumbangan yang disalurkan langsung melalui rekening Gemawan. Donasi ini akan disalurkan untuk mendukung kebutuhan warga dan tim relawan yang terdampak karhutla.

Terima kasih sebesar-besarnya kepada setiap orang yang telah menyisihkan waktu, tenaga, dan rezekinya untuk ikut membantu. Setiap bantuan yang diberikan, berapa pun jumlahnya, sangat berarti dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk melewati situasi ini.

Bagi yang masih ingin berdonasi, bantuan dapat disalurkan melalui:

Bank BNI
Rekening: 1980045120
a.n. Perkumpulan Gemawan

Sekali lagi, terima kasih atas kepercayaan, kepedulian, dan dukungan yang telah diberikan. Semoga kebaikan yang teman-teman berikan dapat sampai kepada mereka yang membutuhkan.
•
Follow
Donasi yang terkumpul merupakan akumulasi dari kegiatan penggalangan dana dan sumbangan yang disalurkan langsung melalui rekening Gemawan. Donasi ini akan disalurkan untuk mendukung kebutuhan warga dan tim relawan yang terdampak karhutla. Terima kasih sebesar-besarnya kepada setiap orang yang telah menyisihkan waktu, tenaga, dan rezekinya untuk ikut membantu. Setiap bantuan yang diberikan, berapa pun jumlahnya, sangat berarti dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk melewati situasi ini. Bagi yang masih ingin berdonasi, bantuan dapat disalurkan melalui: Bank BNI Rekening: 1980045120 a.n. Perkumpulan Gemawan Sekali lagi, terima kasih atas kepercayaan, kepedulian, dan dukungan yang telah diberikan. Semoga kebaikan yang teman-teman berikan dapat sampai kepada mereka yang membutuhkan.
1 week ago
View on Instagram |
1/9
Bantuan Air Bersih (Batch 2) Kamis, 17 September  2026

Bagi warga yang membutuhkan air bersih, tersedia bantuan air bersih yang dapat diambil di Rumah Gesit Borneo.

📍 Lokasi pengambilan: Rumah Gesit Borneo
💧 Persediaan terbatas, selama stok masih tersedia.

Air tetap perlu dimasak untuk terhindari dari paparan bakteri.

Silakan datang dan ambil sesuai kebutuhan. Semoga bantuan ini dapat membantu warga yang sedang menghadapi kondisi kekeringan.
•
Follow
Bantuan Air Bersih (Batch 2) Kamis, 17 September 2026 Bagi warga yang membutuhkan air bersih, tersedia bantuan air bersih yang dapat diambil di Rumah Gesit Borneo. 📍 Lokasi pengambilan: Rumah Gesit Borneo 💧 Persediaan terbatas, selama stok masih tersedia. Air tetap perlu dimasak untuk terhindari dari paparan bakteri. Silakan datang dan ambil sesuai kebutuhan. Semoga bantuan ini dapat membantu warga yang sedang menghadapi kondisi kekeringan.
1 week ago
View on Instagram |
2/9
Bantuan Air Bersih

Bagi warga yang membutuhkan air bersih, tersedia bantuan air bersih yang dapat diambil di Rumah Gesit Borneo.

📍 Lokasi pengambilan: Rumah Gesit Borneo
💧 Persediaan terbatas, selama stok masih tersedia.

Silakan datang dan ambil sesuai kebutuhan. Semoga bantuan ini dapat membantu warga yang sedang menghadapi kondisi kekeringan.
•
Follow
Bantuan Air Bersih Bagi warga yang membutuhkan air bersih, tersedia bantuan air bersih yang dapat diambil di Rumah Gesit Borneo. 📍 Lokasi pengambilan: Rumah Gesit Borneo 💧 Persediaan terbatas, selama stok masih tersedia. Silakan datang dan ambil sesuai kebutuhan. Semoga bantuan ini dapat membantu warga yang sedang menghadapi kondisi kekeringan.
2 weeks ago
View on Instagram |
3/9
Kalimantan sedang menghadapi kabut asap. Di tengah situasi ini, warga dan relawan membutuhkan dukungan untuk tetap aman dan bertahan.

Posko MASA Kalimantan Barat membuka donasi untuk membantu memenuhi kebutuhan di lapangan, mulai dari masker N95/KN95, tabung oksigen, vitamin dan obat, perlengkapan pemadam api, hingga logistik makanan.

Kalau kamu punya ruang untuk berbagi, mari ikut ambil bagian. Berapa pun dukunganmu, berarti bagi mereka yang sedang menghadapi kabut asap.

Donasi dapat disalurkan melalui:
BNI 1980045120
a.n. Perkumpulan Gemawan

Konfirmasi donasi: +62 896-9329-7519
•
Follow
Kalimantan sedang menghadapi kabut asap. Di tengah situasi ini, warga dan relawan membutuhkan dukungan untuk tetap aman dan bertahan. Posko MASA Kalimantan Barat membuka donasi untuk membantu memenuhi kebutuhan di lapangan, mulai dari masker N95/KN95, tabung oksigen, vitamin dan obat, perlengkapan pemadam api, hingga logistik makanan. Kalau kamu punya ruang untuk berbagi, mari ikut ambil bagian. Berapa pun dukunganmu, berarti bagi mereka yang sedang menghadapi kabut asap. Donasi dapat disalurkan melalui: BNI 1980045120 a.n. Perkumpulan Gemawan Konfirmasi donasi: +62 896-9329-7519
3 weeks ago
View on Instagram |
4/9
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu.

Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran.

Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
•
Follow
Kalau bicara soal karhutla, kita perlu melihat persoalannya lebih utuh. Praktik berladang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sering kali langsung disorot sebagai penyebab kebakaran. Padahal, karhutla tidak sesederhana itu. Di sisi lain, ada korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar dan juga perlu dilihat. Mulai dari bagaimana lahan dikelola, bagaimana pengawasannya berjalan, sampai bagaimana tanggung jawab dijalankan ketika terjadi kebakaran. Memang, pemerintah sudah memberikan sanksi kepada sejumlah korporasi. Tapi ketika karhutla terus berulang, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah sanksi diberikan, melainkan apakah penindakan dan pengawasannya sudah cukup tegas untuk mencegah kejadian yang sama terulang. Karhutla punya banyak sebab dan melibatkan banyak aktor. Jadi, jangan sampai kearifan lokal terus dijadikan kambing hitam, sementara tanggung jawab korporasi luput dari perhatian.
4 weeks ago
View on Instagram |
5/9
Kalimantan sedang menghadapi kabut asap. Saatnya kita saling menguatkan. 🌿

Bersama @mdmc_kalbar , Perkumpulan Gemawan melalui MASA KALBAR (Masyarakat Siaga Asap Kalbar) membuka dukungan untuk membantu warga dan relawan yang terdampak kabut asap.

Kebutuhan yang mendesak meliputi paket kesehatan, logistik makanan, perlengkapan pemadam, posko kesehatan, distribusi bantuan, hingga evakuasi.

Bagi kamu yang ingin ikut membantu, berapa pun donasi yang diberikan akan sangat berarti.

💙 Salurkan bantuan melalui:
BNI 1980045120
a/n Perkumpulan Gemawan

📲 Konfirmasi donasi: +62 896-9329-7519

Mari bersama membantu Kalimantan menghadapi kabut asap dan menjaga keselamatan warga yang terdampak.

#MASAKALBAR #KalbarBebasAsap #SolidaritasLawanAsap
•
Follow
Kalimantan sedang menghadapi kabut asap. Saatnya kita saling menguatkan. 🌿 Bersama @mdmc_kalbar , Perkumpulan Gemawan melalui MASA KALBAR (Masyarakat Siaga Asap Kalbar) membuka dukungan untuk membantu warga dan relawan yang terdampak kabut asap. Kebutuhan yang mendesak meliputi paket kesehatan, logistik makanan, perlengkapan pemadam, posko kesehatan, distribusi bantuan, hingga evakuasi. Bagi kamu yang ingin ikut membantu, berapa pun donasi yang diberikan akan sangat berarti. 💙 Salurkan bantuan melalui: BNI 1980045120 a/n Perkumpulan Gemawan 📲 Konfirmasi donasi: +62 896-9329-7519 Mari bersama membantu Kalimantan menghadapi kabut asap dan menjaga keselamatan warga yang terdampak. #MASAKALBAR #KalbarBebasAsap #SolidaritasLawanAsap
1 month ago
View on Instagram |
6/9
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian.

Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri.

Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
•
Follow
Pada 10-11 Agustus 2026, sebanyak 42 Pegiat Perubahan dari 18 desa di Kayong Utara berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, pengorganisasian masyarakat, hingga pengembangan usaha dan pertanian. Mereka dipersiapkan untuk kembali ke desa, membangun kelompok perempuan, dan menggerakkan perubahan dari lingkungan mereka sendiri. Sebab ketika perempuan punya ruang untuk belajar, berorganisasi, dan mengambil keputusan, desa juga punya lebih banyak kekuatan untuk tumbuh.
1 month ago
View on Instagram |
7/9
Nazela, perempuan muda asal Kubu Raya, membagikan cerita tentang bagaimana kebakaran lahan gambut dan kabut asap berdampak pada lingkungan, ruang hidup, serta aktivitas masyarakat di sekitarnya.

Di tengah kondisi Kalimantan yang kembali dilanda kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, cerita Nazela menjadi pengingat bahwa persoalan karhutla bukan hanya tentang asap yang memenuhi udara. 

Sebagai perempuan muda yang hidup dekat dengan wilayah gambut, Nazela melihat langsung bagaimana kebakaran dapat mengubah lingkungan dan memengaruhi kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Lalu, seperti apa cerita perempuan-perempuan muda dalam merawat hutan dan gambut, sekaligus memperkuat kehidupan?

Simak cerita selengkapnya di YouTube Perkumpulan Gemawan.
•
Follow
Nazela, perempuan muda asal Kubu Raya, membagikan cerita tentang bagaimana kebakaran lahan gambut dan kabut asap berdampak pada lingkungan, ruang hidup, serta aktivitas masyarakat di sekitarnya. Di tengah kondisi Kalimantan yang kembali dilanda kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, cerita Nazela menjadi pengingat bahwa persoalan karhutla bukan hanya tentang asap yang memenuhi udara. Sebagai perempuan muda yang hidup dekat dengan wilayah gambut, Nazela melihat langsung bagaimana kebakaran dapat mengubah lingkungan dan memengaruhi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Lalu, seperti apa cerita perempuan-perempuan muda dalam merawat hutan dan gambut, sekaligus memperkuat kehidupan? Simak cerita selengkapnya di YouTube Perkumpulan Gemawan.
1 month ago
View on Instagram |
8/9
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha?

Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu.

Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha.

Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan.

#mempawah
•
Follow
Apa yang terjadi ketika petani mulai melihat hasil panen sebagai sebuah usaha? Selama dua hari, 30 petani JARINGPEDAS dari 15 desa di Mempawah belajar bersama di Kuala Secapah untuk menjawab pertanyaan itu. Mulai dari memetakan model bisnis, menghitung HPP, mencatat keuangan, sampai menyusun arus kas dan rencana pengembangan usaha. Dari proses ini, peserta diajak lebih memahami kondisi usaha mereka hari ini, sekaligus melihat peluang yang bisa dikembangkan ke depan. #mempawah
1 month ago
View on Instagram |
9/9
View on Instagram

Collab!

Rumah Gesit Gemawan

Jl. Ujung Pandang No. 89
Pontianak | Kalimantan Barat | Indonesia
Telp.: (+62561)5628041
E-mail: info[at]gemawan.org
Pengaduan: lapor[at]gemawan.org

Connect!

Create!

PERSADA
LESTARI
SIGAP
#BorneoMangroveAction
SIGMA
Hak Cipta © 2026 Lembaga Gemawan. All rights reserved. Theme Spacious by ThemeGrill. Powered by: WordPress.
  • English
  • Indonesia