
Perkumpulan Gemawan menyelenggarakan kegiatan Training of Trainers (TOT) Pegiat Perubahan sesi 1 yang berlangsung di Hotel Pantura Sambas hari ini. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari 11 desa, yaitu Desa Matang Labong, Serindang, Sungai Kelambu, Sempalai Tebas, Semangau, Kartiasa, Semperiuk A, Bakau, Parit Setia, Dungun Laut, dan Matang Segarau.
Acara dibuka secara resmi oleh Bapak Uray Endang K selaku Dewan Pengurus Perkumpulan Gemawan. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pelatihan ini diselenggarakan secara khusus untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan para peserta agar mampu menjadi agen perubahan yang tangguh di desa masing-masing.
“Kami ingin dengan mengikuti TOT ini para pegiat perubahan memiliki kemampuan untuk memimpin pada kelompok KWT yang ada di masing – maisng desa,” ujar Uray Endang.
Kegiatan sesi 1 ini difasilitasi oleh Arniyanti slah satu staff Perkumpulan Gemawan. Arniyanti atau akrab disapa Arni, menyampaikan materi mengenai analisis gender transformatif, kepemimpinan perempuan, dan strategi advokasi. Dalam paparannya, Arni menekankan bahwa laki – laki dan perempuan itu tidak ada perbedaannya, laki – dan perempuan itu setara, mempunyai hak yang sama baik di dalam dunia pendidika maupun di dalam dunia politik.
“Pemerintah telah menetapkan kuota 30 persen keterlibatan perempuan di dunia politik. Ini bukti bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang setara serta berhak berkontribusi sama besar bagi kemajuan bersama,” jelas Arni.
Sementara itu, Handayani memaparkan materi tentang prosedur registrasi dan pengakuan kelompok perempuan di sektor pertanian dan kehutanan. Handayani atau biasa di panggil Yayang, menjelaskan langkah-langkah membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) maupun Kelompok Tani Hutan (KTH) yang baru, serta cara melakukan peremajaan bagi kelompok yang sudah tidak aktif. Selain itu, juga diuraikan peran dan tanggung jawab yang harus dijalankan pegiat perubahan setelah menyelesaikan pelatihan ini.
Suasana TOT berjalan sangat hidup dan penuh antusiasme. Para peserta terlihat aktif berdiskusi, bertanya, serta berbagi pengalaman. Kegiatan juga dilengkapi dengan sesi simulasi praktik, di mana peserta berlatih cara melakukan koordinasi awal dengan Kepala Desa, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk membentuk maupun menghidupkan kembali KWT dan KTH di desa masing-masing.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh, membimbing kelompok di desanya, serta memperkuat peran perempuan dalam keanggotaan Kelompok Wanita Tani maupun Kelompok Tani Hutan yang ada di wilayah desa masing – masing.
Penulis: Siti Rahmawati
