Dialog Multipihak di Sintang

Gemawan membuka sebuah Forum Group Discussion dengan tema “Memperkuat Ketahanan Masyarakat Melalui Pembangunan Yang Responsif Gender dan Adaptif Terhadap Perubahan Iklim Di Sintang” yang di hadiri beberapa Dinas dari Kabupaten, NGO serta beberapa Kelompok tani perempuan dari beberapa desa.

Kegiatan itu diisi oleh 3 narasumber yaitu dari DKBP3A, BAPPEDA, dan Dinas TPH. Masing-masing dari ketiga narasumber tersebut membawakan materi yang berbeda. DKBP3A membahas tentang “Paparan Situasi Perempuan Dalam Pengelolaan SDA dan Krisis Iklim”. Dari BAPPEDA membahas tentang “Kebijakan dan Sistem Informasi Iklim ̶ Sejauh Mana Menjangkau Perempuan”. Sedangkan Dinas TPH membawakan materi tentang “Ketahanan Pangan Di Tengah Krisis Iklim : Memperkuat Peran Perempuan Petani Dalam Kebijakan Pertanian Kapuas Hulu Yang Responsif Gender”.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Botani Dinas TPH Kabupaten Sintang Pada hari Kamis, 11 Juni 2026. Melalui forum diskusi ini, Gemawan berhasil menjadi jembatan untuk dialog masyarakat, NGO dengan beberapa Pemda yang ada di Kabupaten Sintang. Melalui kegiatan ini, setidaknya Pemda akan lebih responsif lagi menanggapi beberapa permasalah terkait sektor pertanian dan perempuan yang ada di Kabupaten Sintang. Apresiasi yang sama juga disampaikan oleh Kaban selaku Kepala BAPPERIDA Sintang.

Kaban dalam kata sambutannya menyampaikan “Ada tiga tantangan eksistensial global yang saling berkaitan dan mempercepat kerusakan lingkungan yaitu : perubahan iklim, polusi dan hilangnya keanekaragaman hayati”.

Salah satu kelompok Perempuan Tani menyampaikan keluh kesahnya “Apakah kelompok dapat mengajukan bantuan bibit atau pupuk ke Pemerintah? Kendala saat ini rockwool dan hidroponik sulit di akses untuk dimana-mana Dan harga juga melonjak naik”. Tutur kata dari Persinah dalam sesi FGD.
Mendengar salah satu keluh kesah itu, Martin selaku Kepala Dinas TPH meyampaikan beberapa sebabnya “Bantuan Pemerintah tidak bisa turun secara instan karena kelompok sendiri memiliki ketentuan untuk pengajuan proposal. Jumlah anggaran juga menjadi salah satu sebab dari sulitnya memenuhi kebutuhan bantuan ini. Selain itu kebanyakan dari kita masih mengambil pupuk import dari Rusia yang menjadikan harganya sangat tinggi”.

Salah satu kelompok Perempuan Tani menyampaikan keluh kesahnya “Apakah kelompok dapat mengajukan bantuan bibit atau pupuk ke Pemerintah? Kendala saat ini rockwool dan hidroponik sulit di akses untuk dimana-mana Dan harga juga melonjak naik”. Tutur kata dari Persinah dalam sesi FGD.
Mendengar salah satu keluh kesah itu, Martin selaku Kepala Dinas TPH meyampaikan beberapa sebabnya “Bantuan Pemerintah tidak bisa turun secara instan karena kelompok sendiri memiliki ketentuan untuk pengajuan proposal. Jumlah anggaran juga menjadi salah satu sebab dari sulitnya memenuhi kebutuhan bantuan ini. Selain itu kebanyakan dari kita masih mengambil pupuk import dari Rusia yang menjadikan harganya sangat tinggi”.

 

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Perkuat Ketahanan Masyarakat Sintang Terhadap Gender Dan Adaptif Terhadap Perubahan Iklim, Gemawan Membuka Dialog Multipihak”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/syahronipratama7367/6a2c3bcbed641561f4186f82/untuk-memperkuat-ketahanan-masyarakat-sintang-terhadap-gender-dan-adaptif-terhadap-perubahan-iklim-gemawan-membuka-dialog-multipihak

Kreator: Syahroni Pratama

 

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Dialog Multipihak di Sintang, Perkuat Ketahanan Masyarakat Sintang
Tag pada: