Skip to content
Gemawan

Lembaga Gemawan

Self-Sufficient and Independent Society

Menu

  • Home
  • News
    • Women Empowerment
    • Community Based Development
    • Natural Resource
    • Economic Development
    • Good Governance
  • Publication
    • Report
    • Opinion
    • Position Statement
    • Book
  • Spatial
    • Social Forestry Dashboard
  • About
    • Team
    • Programme & Activities
  • Innovation
    • LESTARI
    • PERSADA
    • SIGAP
  • English Version
    • Bahasa Indonesia
    • English Version

Gemawan

From Peatlands, Strengthening Immunity of Communities

Peats Lahan Gambut Gemawan BRGM

The Development Program of 30 Home Garden Units for Community Resilience in a Pandemic Situation of COVID-19 in Five Peat Care Villages in West Kalimantan aims to improve food security of the communities in a pandemic situation which has been

admin July 29, 2021March 31, 2022 Opinion No Comments Read more

How Stay Happy

Rahmawati Many people in this world feel bored of this situation because of the pandemic and many activities move at home, because it’s very dangerous if we do the activities by meeting with many people. For now we need to

admin July 16, 2021March 8, 2022 Opinion No Comments Read more

Women Farmer’s Group in Sagu Village Harvests Rice

Strategi Percepatan Pencapaian SDGs dari Desa | Perempuan dan Alam

Women Farmer’s Group in Sagu Village, Sambas Regency harvested rice on their managed land. The harvest was conducted on Friday (16/7) in an area of 1/4 hectare belonging to one of the group members. Even though it was small, happiness

admin July 16, 2021November 24, 2025 News Read more

Gemawan Facilitates Transfer of Bang PeSoNa Program for KUPS in Mempawah

Bang Pesona | Bantuan untuk KUPS Perhutanan Sosial

Friday (9/4), Gemawan Association facilitated the transfer of plant seeds to LPHD Bumbun and KUPS Rajak Binua Bumu’nt. This activity was carried out in Bumbun Village, Sadaniang District, Mempawah Regency. According to Lani Ardiansyah, an activist of Gemawan, the transfer

admin July 5, 2021March 16, 2022 Community Based Development, News No Comments Read more

Gemawan Holds Workshop on Building Home Garden: Adaptation Effort in COVID-19 Pandemic

Home Garden

Various efforts have been made to reduce the impact of the COVID-19 pandemic which has been present since 2020. The social restrictions set as a step to break the chain of the spread of COVID-19, on the one hand, have

admin June 16, 2021March 16, 2022 Community Based Development, News No Comments Read more

Women’s Leader School: Building Women’s Empowerment for World’s Future

Sekolah Pemimpin Perempuan Gemawan di Sambas Women

Saturday (12/6), Gemawan held Women’s Leader School in Sambas Regency. With the themen Encouraging Women’s Independence to Achieve Equality, this first event was attended by 15-woman cadres who came from Lumbang, Keranji, Sebayan, Parit Raja, Setalik, Penakalan and Lubuk Lagak

admin June 15, 2021March 16, 2022 Headline, News, Women Empowerment No Comments Read more

Woman Waterkeepers

Woman and River Perempuan

Collaborated with BothEnds, Ecoton, and Elsam, Gemawan initiated a program which aims to build the capacity of women’s groups in water resource management. The step was conducted through active involvement of women’s empowerment and participation, and Akar Rumput women’s group including women’s

admin June 5, 2021March 16, 2022 News, Women Empowerment No Comments Read more

Due to TWK, Is KPK just a Story (?)

KPK Gemawan Bansos

Weakened. That is the impression the public perceived as witnessing a series of events faced by KPK. Starting from the revision of KPK Law, problematic commissioner elections, the rejection of the judicial review by the Constitutional Court, to the dismissal

admin June 3, 2021March 16, 2022 Opinion No Comments Read more

Village SDGs and Reconstruction of Sustainable Development Paradigm

SDGs Desa

SDGs at a glance The Sustainable Development Goals (SDGs) are a global development agenda agreed by 193 countries in 2015, replacing the MDGs (Millennium Development Goals) which ended in the same year. The end of the project, which had been

admin May 17, 2021March 16, 2022 Opinion No Comments Read more

Blessings to Barkat Songket

Barkat Songket Budiana

SAMBAS, KOMPAS.com – Budiana (51) came out of the bedroom door of his house. Then, she sat cross-legged in front of a glass cupboard in the living room. Inside the cupboard, dozens of Sambas Songket woven fabrics were neatly arranged.

admin March 29, 2021March 16, 2022 News, Women Empowerment No Comments Read more
  • « Previous

Instagram

Di banyak desa rawan karhutla, masyarakat menjadi pihak yang pertama melihat tanda-tanda kebakaran, melakukan patroli, hingga merespons ketika api mulai muncul. Peran mereka menunjukkan bahwa pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada respons saat kebakaran terjadi, tetapi juga pada kesiapsiagaan masyarakat yang hidup paling dekat dengan wilayah berisiko.

Namun, peran tersebut tidak bisa berjalan tanpa dukungan. Penguatan kapasitas, sarana dan prasarana, sistem deteksi dini, serta kolaborasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam membangun pencegahan karhutla yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Melalui Laporan Penilaian Risiko Karhutla dan Kapasitas Kelembagaan MPA di Kabupaten Mempawah dan Sambas, Gemawan mengangkat berbagai temuan dan rekomendasi untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla berbasis masyarakat.

📖 Baca laporan lengkapnya di gemawan.org/laporan-asesmen-dan-analisis-karhutla.
Di banyak desa rawan karhutla, masyarakat menjadi pihak yang pertama melihat tanda-tanda kebakaran, melakukan patroli, hingga merespons ketika api mulai muncul. Peran mereka menunjukkan bahwa pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada respons saat kebakaran terjadi, tetapi juga pada kesiapsiagaan masyarakat yang hidup paling dekat dengan wilayah berisiko.

Namun, peran tersebut tidak bisa berjalan tanpa dukungan. Penguatan kapasitas, sarana dan prasarana, sistem deteksi dini, serta kolaborasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam membangun pencegahan karhutla yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Melalui Laporan Penilaian Risiko Karhutla dan Kapasitas Kelembagaan MPA di Kabupaten Mempawah dan Sambas, Gemawan mengangkat berbagai temuan dan rekomendasi untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla berbasis masyarakat.

📖 Baca laporan lengkapnya di gemawan.org/laporan-asesmen-dan-analisis-karhutla.
Di banyak desa rawan karhutla, masyarakat menjadi pihak yang pertama melihat tanda-tanda kebakaran, melakukan patroli, hingga merespons ketika api mulai muncul. Peran mereka menunjukkan bahwa pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada respons saat kebakaran terjadi, tetapi juga pada kesiapsiagaan masyarakat yang hidup paling dekat dengan wilayah berisiko.

Namun, peran tersebut tidak bisa berjalan tanpa dukungan. Penguatan kapasitas, sarana dan prasarana, sistem deteksi dini, serta kolaborasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam membangun pencegahan karhutla yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Melalui Laporan Penilaian Risiko Karhutla dan Kapasitas Kelembagaan MPA di Kabupaten Mempawah dan Sambas, Gemawan mengangkat berbagai temuan dan rekomendasi untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla berbasis masyarakat.

📖 Baca laporan lengkapnya di gemawan.org/laporan-asesmen-dan-analisis-karhutla.
Di banyak desa rawan karhutla, masyarakat menjadi pihak yang pertama melihat tanda-tanda kebakaran, melakukan patroli, hingga merespons ketika api mulai muncul. Peran mereka menunjukkan bahwa pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada respons saat kebakaran terjadi, tetapi juga pada kesiapsiagaan masyarakat yang hidup paling dekat dengan wilayah berisiko.

Namun, peran tersebut tidak bisa berjalan tanpa dukungan. Penguatan kapasitas, sarana dan prasarana, sistem deteksi dini, serta kolaborasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam membangun pencegahan karhutla yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Melalui Laporan Penilaian Risiko Karhutla dan Kapasitas Kelembagaan MPA di Kabupaten Mempawah dan Sambas, Gemawan mengangkat berbagai temuan dan rekomendasi untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla berbasis masyarakat.

📖 Baca laporan lengkapnya di gemawan.org/laporan-asesmen-dan-analisis-karhutla.
Di banyak desa rawan karhutla, masyarakat menjadi pihak yang pertama melihat tanda-tanda kebakaran, melakukan patroli, hingga merespons ketika api mulai muncul. Peran mereka menunjukkan bahwa pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada respons saat kebakaran terjadi, tetapi juga pada kesiapsiagaan masyarakat yang hidup paling dekat dengan wilayah berisiko.

Namun, peran tersebut tidak bisa berjalan tanpa dukungan. Penguatan kapasitas, sarana dan prasarana, sistem deteksi dini, serta kolaborasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam membangun pencegahan karhutla yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Melalui Laporan Penilaian Risiko Karhutla dan Kapasitas Kelembagaan MPA di Kabupaten Mempawah dan Sambas, Gemawan mengangkat berbagai temuan dan rekomendasi untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla berbasis masyarakat.

📖 Baca laporan lengkapnya di gemawan.org/laporan-asesmen-dan-analisis-karhutla.
Di banyak desa rawan karhutla, masyarakat menjadi pihak yang pertama melihat tanda-tanda kebakaran, melakukan patroli, hingga merespons ketika api mulai muncul. Peran mereka menunjukkan bahwa pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada respons saat kebakaran terjadi, tetapi juga pada kesiapsiagaan masyarakat yang hidup paling dekat dengan wilayah berisiko.

Namun, peran tersebut tidak bisa berjalan tanpa dukungan. Penguatan kapasitas, sarana dan prasarana, sistem deteksi dini, serta kolaborasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam membangun pencegahan karhutla yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Melalui Laporan Penilaian Risiko Karhutla dan Kapasitas Kelembagaan MPA di Kabupaten Mempawah dan Sambas, Gemawan mengangkat berbagai temuan dan rekomendasi untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla berbasis masyarakat.

📖 Baca laporan lengkapnya di gemawan.org/laporan-asesmen-dan-analisis-karhutla.
•
Follow
Di banyak desa rawan karhutla, masyarakat menjadi pihak yang pertama melihat tanda-tanda kebakaran, melakukan patroli, hingga merespons ketika api mulai muncul. Peran mereka menunjukkan bahwa pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada respons saat kebakaran terjadi, tetapi juga pada kesiapsiagaan masyarakat yang hidup paling dekat dengan wilayah berisiko. Namun, peran tersebut tidak bisa berjalan tanpa dukungan. Penguatan kapasitas, sarana dan prasarana, sistem deteksi dini, serta kolaborasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam membangun pencegahan karhutla yang lebih efektif dan berkelanjutan. Melalui Laporan Penilaian Risiko Karhutla dan Kapasitas Kelembagaan MPA di Kabupaten Mempawah dan Sambas, Gemawan mengangkat berbagai temuan dan rekomendasi untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla berbasis masyarakat. 📖 Baca laporan lengkapnya di gemawan.org/laporan-asesmen-dan-analisis-karhutla.
2 days ago
View on Instagram |
1/9
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain.

Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. 

Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain.

Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. 

Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain.

Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. 

Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain.

Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. 

Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain.

Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. 

Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain.

Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. 

Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain.

Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. 

Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain.

Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. 

Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain.

Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. 

Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain.

Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. 

Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
•
Follow
Perubahan yang berkelanjutan lahir dari orang-orang yang siap belajar, berbagi, dan menggerakkan orang lain. Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Pegiat Perubahan di Kabupaten Sambas, Gemawan memperkuat kapasitas para pegiat desa sebagai fasilitator yang mampu mendorong perubahan di komunitasnya. Selama pelatihan, peserta bersama-sama belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi partisipatif, keadilan gender, perubahan iklim, hingga teknik fasilitasi yang dapat diterapkan dalam proses pendampingan
1 month ago
View on Instagram |
2/9
Sepanjang Juni 2026, Gemawan menyelenggarakan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan dialog multipihak di berbagai kabupaten di Kalimantan Barat dengan melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, kelompok perempuan, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui ruang dialog ini, berbagai isu strategis dibahas bersama, mulai dari pembangunan yang responsif gender, adaptasi terhadap perubahan iklim, penguatan peran perempuan petani, ketahanan pangan, akses terhadap informasi iklim, hingga pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Sejumlah forum juga memperkenalkan pendekatan 3R (Recognition, Representation, dan Redistribution) serta Program Perempuan KUAT sebagai bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan, kapasitas, dan partisipasi perempuan dalam pembangunan.

Kolaborasi yang terbangun hari ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Sepanjang Juni 2026, Gemawan menyelenggarakan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan dialog multipihak di berbagai kabupaten di Kalimantan Barat dengan melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, kelompok perempuan, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui ruang dialog ini, berbagai isu strategis dibahas bersama, mulai dari pembangunan yang responsif gender, adaptasi terhadap perubahan iklim, penguatan peran perempuan petani, ketahanan pangan, akses terhadap informasi iklim, hingga pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Sejumlah forum juga memperkenalkan pendekatan 3R (Recognition, Representation, dan Redistribution) serta Program Perempuan KUAT sebagai bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan, kapasitas, dan partisipasi perempuan dalam pembangunan.

Kolaborasi yang terbangun hari ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Sepanjang Juni 2026, Gemawan menyelenggarakan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan dialog multipihak di berbagai kabupaten di Kalimantan Barat dengan melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, kelompok perempuan, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui ruang dialog ini, berbagai isu strategis dibahas bersama, mulai dari pembangunan yang responsif gender, adaptasi terhadap perubahan iklim, penguatan peran perempuan petani, ketahanan pangan, akses terhadap informasi iklim, hingga pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Sejumlah forum juga memperkenalkan pendekatan 3R (Recognition, Representation, dan Redistribution) serta Program Perempuan KUAT sebagai bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan, kapasitas, dan partisipasi perempuan dalam pembangunan.

Kolaborasi yang terbangun hari ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Sepanjang Juni 2026, Gemawan menyelenggarakan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan dialog multipihak di berbagai kabupaten di Kalimantan Barat dengan melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, kelompok perempuan, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui ruang dialog ini, berbagai isu strategis dibahas bersama, mulai dari pembangunan yang responsif gender, adaptasi terhadap perubahan iklim, penguatan peran perempuan petani, ketahanan pangan, akses terhadap informasi iklim, hingga pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Sejumlah forum juga memperkenalkan pendekatan 3R (Recognition, Representation, dan Redistribution) serta Program Perempuan KUAT sebagai bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan, kapasitas, dan partisipasi perempuan dalam pembangunan.

Kolaborasi yang terbangun hari ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Sepanjang Juni 2026, Gemawan menyelenggarakan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan dialog multipihak di berbagai kabupaten di Kalimantan Barat dengan melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, kelompok perempuan, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui ruang dialog ini, berbagai isu strategis dibahas bersama, mulai dari pembangunan yang responsif gender, adaptasi terhadap perubahan iklim, penguatan peran perempuan petani, ketahanan pangan, akses terhadap informasi iklim, hingga pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Sejumlah forum juga memperkenalkan pendekatan 3R (Recognition, Representation, dan Redistribution) serta Program Perempuan KUAT sebagai bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan, kapasitas, dan partisipasi perempuan dalam pembangunan.

Kolaborasi yang terbangun hari ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Sepanjang Juni 2026, Gemawan menyelenggarakan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan dialog multipihak di berbagai kabupaten di Kalimantan Barat dengan melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, kelompok perempuan, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui ruang dialog ini, berbagai isu strategis dibahas bersama, mulai dari pembangunan yang responsif gender, adaptasi terhadap perubahan iklim, penguatan peran perempuan petani, ketahanan pangan, akses terhadap informasi iklim, hingga pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Sejumlah forum juga memperkenalkan pendekatan 3R (Recognition, Representation, dan Redistribution) serta Program Perempuan KUAT sebagai bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan, kapasitas, dan partisipasi perempuan dalam pembangunan.

Kolaborasi yang terbangun hari ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
•
Follow
Sepanjang Juni 2026, Gemawan menyelenggarakan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan dialog multipihak di berbagai kabupaten di Kalimantan Barat dengan melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, kelompok perempuan, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Melalui ruang dialog ini, berbagai isu strategis dibahas bersama, mulai dari pembangunan yang responsif gender, adaptasi terhadap perubahan iklim, penguatan peran perempuan petani, ketahanan pangan, akses terhadap informasi iklim, hingga pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Sejumlah forum juga memperkenalkan pendekatan 3R (Recognition, Representation, dan Redistribution) serta Program Perempuan KUAT sebagai bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan, kapasitas, dan partisipasi perempuan dalam pembangunan. Kolaborasi yang terbangun hari ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
1 month ago
View on Instagram |
3/9
Di saat banyak hal terasa semakin bising, perjumpaan menjadi cara untuk tetap mendengar satu sama lain. 

Dari ruang Diseminasi dan Dialog Tindak Lanjut Hasil Indonesia Civil Society Forum Regional Kalimantan dan Sumatera, kami belajar: gerakan tidak tumbuh dari kerja sendiri. Tetapi dari keberanian untuk tetap terhubung, menyusun langkah adaptif, dan menjaga suara-suara tetap punya tempat, karena solidaritas perlu terus dirawat.

#indonesiacivilsocietyforum #ICSF #kawangemawan #borneoinisiatif
•
Follow
Di saat banyak hal terasa semakin bising, perjumpaan menjadi cara untuk tetap mendengar satu sama lain. Dari ruang Diseminasi dan Dialog Tindak Lanjut Hasil Indonesia Civil Society Forum Regional Kalimantan dan Sumatera, kami belajar: gerakan tidak tumbuh dari kerja sendiri. Tetapi dari keberanian untuk tetap terhubung, menyusun langkah adaptif, dan menjaga suara-suara tetap punya tempat, karena solidaritas perlu terus dirawat. #indonesiacivilsocietyforum #ICSF #kawangemawan #borneoinisiatif
3 months ago
View on Instagram |
4/9
Di tengah ancaman krisis iklim yang kian nyata menyentuh ruang-ruang domestik dan produktif masyarakat pedesaan, Gemawan gelar workshop dan uji coba modul bertajuk “Kepemimpinan Perempuan Muda dalam Membangun Ketangguhan Komunitas Terhadap Krisis Iklim”. 

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 7-8 April 2026, di Rumah Panjang Madang, Dusun Karangan Bunut, Desa Menua Sadap, Kecamatan Embaloh Hulu, Kab. Kapuas Hulu menjadi momentum krusial bagi perempuan muda  untuk mengambil peran kepemimpinan dalam menjaga ekosistem lokal.

#WorkshopGemawan #Gemawan #PerempuanMuda #Krisisiklim #Kepemimpinanperempuan
•
Follow
Di tengah ancaman krisis iklim yang kian nyata menyentuh ruang-ruang domestik dan produktif masyarakat pedesaan, Gemawan gelar workshop dan uji coba modul bertajuk “Kepemimpinan Perempuan Muda dalam Membangun Ketangguhan Komunitas Terhadap Krisis Iklim”. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 7-8 April 2026, di Rumah Panjang Madang, Dusun Karangan Bunut, Desa Menua Sadap, Kecamatan Embaloh Hulu, Kab. Kapuas Hulu menjadi momentum krusial bagi perempuan muda untuk mengambil peran kepemimpinan dalam menjaga ekosistem lokal. #WorkshopGemawan #Gemawan #PerempuanMuda #Krisisiklim #Kepemimpinanperempuan
4 months ago
View on Instagram |
5/9
Di tengah ancaman krisis iklim yang kian nyata menyentuh ruang-ruang domestik dan produktif masyarakat pedesaan, Gemawan gelar workshop dan uji coba modul bertajuk “Kepemimpinan Perempuan Muda dalam Membangun Ketangguhan Komunitas Terhadap Krisis Iklim”. 

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 30–31 Maret 2026, di Aula Kantor Desa Punggur Kecil, Kec. Sungai Kakap, Kab. Kubu Raya menjadi momentum krusial bagi perempuan muda  untuk mengambil peran kepemimpinan dalam menjaga ekosistem lokal.

#WorkshopGemawan #Gemawan #PerempuanMuda #Krisisiklim #Kepemimpinanperempuan
•
Follow
Di tengah ancaman krisis iklim yang kian nyata menyentuh ruang-ruang domestik dan produktif masyarakat pedesaan, Gemawan gelar workshop dan uji coba modul bertajuk “Kepemimpinan Perempuan Muda dalam Membangun Ketangguhan Komunitas Terhadap Krisis Iklim”. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 30–31 Maret 2026, di Aula Kantor Desa Punggur Kecil, Kec. Sungai Kakap, Kab. Kubu Raya menjadi momentum krusial bagi perempuan muda untuk mengambil peran kepemimpinan dalam menjaga ekosistem lokal. #WorkshopGemawan #Gemawan #PerempuanMuda #Krisisiklim #Kepemimpinanperempuan
4 months ago
View on Instagram |
6/9
Hai #KawanGemawan

Kami sedang membuka kesempatan bagi kamu yang mau berkontribusi dalam mendorong perubahan sosial, cek kualifikasi lengkap pada poster dan kirimkan lamaranmu.

Lokasi: Kalimantan Barat

#Gemawan #openrecruitment #perempuanberdaya #keadilangender
Hai #KawanGemawan

Kami sedang membuka kesempatan bagi kamu yang mau berkontribusi dalam mendorong perubahan sosial, cek kualifikasi lengkap pada poster dan kirimkan lamaranmu.

Lokasi: Kalimantan Barat

#Gemawan #openrecruitment #perempuanberdaya #keadilangender
Hai #KawanGemawan

Kami sedang membuka kesempatan bagi kamu yang mau berkontribusi dalam mendorong perubahan sosial, cek kualifikasi lengkap pada poster dan kirimkan lamaranmu.

Lokasi: Kalimantan Barat

#Gemawan #openrecruitment #perempuanberdaya #keadilangender
Hai #KawanGemawan

Kami sedang membuka kesempatan bagi kamu yang mau berkontribusi dalam mendorong perubahan sosial, cek kualifikasi lengkap pada poster dan kirimkan lamaranmu.

Lokasi: Kalimantan Barat

#Gemawan #openrecruitment #perempuanberdaya #keadilangender
•
Follow
Hai #KawanGemawan Kami sedang membuka kesempatan bagi kamu yang mau berkontribusi dalam mendorong perubahan sosial, cek kualifikasi lengkap pada poster dan kirimkan lamaranmu. Lokasi: Kalimantan Barat #Gemawan #openrecruitment #perempuanberdaya #keadilangender
5 months ago
View on Instagram |
7/9
G-Talks Gemawan Is Calling!

Menanam Narasi, Menuai
Perubahan: Menguatkan Cerita Perempuan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam.

Ruang diskusi untuk merefleksikan bagaimana perempuan dan pengelolaan sumber daya alam selama ini direpresentasikan di media dan ruang publik, serta mengupayakan membangun narasi yang lebih adil, transformatif dan berpihak pada pengalaman serta kepemimpinan perempuan.

🗓 Kamis, 05 Maret 2026
🕐 15.00 WIB - Waktu Buka Puasa Bersama
📍 Rumah GESIT, Perkumpulan Gemawan (Jl Ujung Pandang, no 89, Kota Pontianak)

Konfirmasi kehadiran melalui https://bit.ly/G-Talks1

#GTalks #Gemawan #NarasiPerempuan #perempuan
•
Follow
G-Talks Gemawan Is Calling! Menanam Narasi, Menuai Perubahan: Menguatkan Cerita Perempuan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam. Ruang diskusi untuk merefleksikan bagaimana perempuan dan pengelolaan sumber daya alam selama ini direpresentasikan di media dan ruang publik, serta mengupayakan membangun narasi yang lebih adil, transformatif dan berpihak pada pengalaman serta kepemimpinan perempuan. 🗓 Kamis, 05 Maret 2026 🕐 15.00 WIB - Waktu Buka Puasa Bersama 📍 Rumah GESIT, Perkumpulan Gemawan (Jl Ujung Pandang, no 89, Kota Pontianak) Konfirmasi kehadiran melalui https://bit.ly/G-Talks1 #GTalks #Gemawan #NarasiPerempuan #perempuan
5 months ago
View on Instagram |
8/9
Di banyak wilayah, tanah kita mulai lelah. Asap pembakaran, pupuk kimia dan alih fungsi lahan yang terus meluas secara signifikan menambah emisi bumi.

lalu bagaimana langkah yang tepat untuk nafas panjang keberlangsungan bumi esok hari?

Cek postingan diatas hingga slide akhir!

#Gemawan #PertanianBerkelanjutan #CeritaDariDesa #AksiIklim #emisikarbon
Di banyak wilayah, tanah kita mulai lelah. Asap pembakaran, pupuk kimia dan alih fungsi lahan yang terus meluas secara signifikan menambah emisi bumi.

lalu bagaimana langkah yang tepat untuk nafas panjang keberlangsungan bumi esok hari?

Cek postingan diatas hingga slide akhir!

#Gemawan #PertanianBerkelanjutan #CeritaDariDesa #AksiIklim #emisikarbon
Di banyak wilayah, tanah kita mulai lelah. Asap pembakaran, pupuk kimia dan alih fungsi lahan yang terus meluas secara signifikan menambah emisi bumi.

lalu bagaimana langkah yang tepat untuk nafas panjang keberlangsungan bumi esok hari?

Cek postingan diatas hingga slide akhir!

#Gemawan #PertanianBerkelanjutan #CeritaDariDesa #AksiIklim #emisikarbon
Di banyak wilayah, tanah kita mulai lelah. Asap pembakaran, pupuk kimia dan alih fungsi lahan yang terus meluas secara signifikan menambah emisi bumi.

lalu bagaimana langkah yang tepat untuk nafas panjang keberlangsungan bumi esok hari?

Cek postingan diatas hingga slide akhir!

#Gemawan #PertanianBerkelanjutan #CeritaDariDesa #AksiIklim #emisikarbon
Di banyak wilayah, tanah kita mulai lelah. Asap pembakaran, pupuk kimia dan alih fungsi lahan yang terus meluas secara signifikan menambah emisi bumi.

lalu bagaimana langkah yang tepat untuk nafas panjang keberlangsungan bumi esok hari?

Cek postingan diatas hingga slide akhir!

#Gemawan #PertanianBerkelanjutan #CeritaDariDesa #AksiIklim #emisikarbon
Di banyak wilayah, tanah kita mulai lelah. Asap pembakaran, pupuk kimia dan alih fungsi lahan yang terus meluas secara signifikan menambah emisi bumi.

lalu bagaimana langkah yang tepat untuk nafas panjang keberlangsungan bumi esok hari?

Cek postingan diatas hingga slide akhir!

#Gemawan #PertanianBerkelanjutan #CeritaDariDesa #AksiIklim #emisikarbon
Di banyak wilayah, tanah kita mulai lelah. Asap pembakaran, pupuk kimia dan alih fungsi lahan yang terus meluas secara signifikan menambah emisi bumi.

lalu bagaimana langkah yang tepat untuk nafas panjang keberlangsungan bumi esok hari?

Cek postingan diatas hingga slide akhir!

#Gemawan #PertanianBerkelanjutan #CeritaDariDesa #AksiIklim #emisikarbon
Di banyak wilayah, tanah kita mulai lelah. Asap pembakaran, pupuk kimia dan alih fungsi lahan yang terus meluas secara signifikan menambah emisi bumi.

lalu bagaimana langkah yang tepat untuk nafas panjang keberlangsungan bumi esok hari?

Cek postingan diatas hingga slide akhir!

#Gemawan #PertanianBerkelanjutan #CeritaDariDesa #AksiIklim #emisikarbon
•
Follow
Di banyak wilayah, tanah kita mulai lelah. Asap pembakaran, pupuk kimia dan alih fungsi lahan yang terus meluas secara signifikan menambah emisi bumi. lalu bagaimana langkah yang tepat untuk nafas panjang keberlangsungan bumi esok hari? Cek postingan diatas hingga slide akhir! #Gemawan #PertanianBerkelanjutan #CeritaDariDesa #AksiIklim #emisikarbon
9 months ago
View on Instagram |
9/9
View on Instagram

Collab!

Rumah Gesit Gemawan

Jl. Ujung Pandang No. 89
Pontianak | Kalimantan Barat | Indonesia
Telp.: (+62561)5628041
E-mail: info[at]gemawan.org
Pengaduan: lapor[at]gemawan.org

Connect!

Create!

PERSADA
LESTARI
SIGAP
#BorneoMangroveAction
SIGMA
Copyright © 2026 Lembaga Gemawan. All rights reserved. Theme Spacious by ThemeGrill. Powered by: WordPress.