Perkuat Konsolidasi Masyarakat Sipil melalui Berbagi Pengetahuan: Gemawan dan Mitra Program Madani

Gemawan mendapat kunjungan dari Yayasan Dian Tama, yang saat ini dipercaya sebagai Propinsial Support Partner (PSP) Kalimantan Barat untuk program MADANI. Kedatangannya tidak sendiri, melainkan bersama Lead Partner (LP) MADANI, yaitu Swandiri Inisiatif Kabupaten Sintang, PD Aisyiyah Kabupaten Mempawah, PKBI Kota Singkawang, GAPEMASDA Kabupaten Sambas, serta Learning Forum (LF), pada Jumat (10/12).

Herkulana Ersinta, dari Yayasan Dian Tama, mengatakan tujuan kegiatan ini sebagai media pembelajaran bersama lembaga mitra MADANI dalam memperkuat isu-isu tematik dan advokasi kebijakan untuk mendorong tata kelola pemerintahan di tingkat desa dan kabupaten/ kota. “Kunjungan yang dilakukan ke kantor Gemawan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pembelajaran Silang dan Studi Banding Penguatan Kapasitas LP dan LF mitra MADANI di Kalimantan Barat,” jelas Kak Erni, sapaan akrabnya.

“Awalnya tidak semua LP yang akan ikut dalam rangka kunjungan ke Gemawan. Namun setelah kita pertimbangkan agar LP mendapat pengetahuan yang sama, kita memutuskan untuk hadir semua, mengingat pengalaman advokasi yang sudah dilakukan Gemawan sangat penting untuk menambah pengetahuan dan pengalaman LP,”  papar Kak Erni.

Sebagai tuan rumah, Gemawan menyambut dan mengapresiasi studi banding yang dilakukan oleh kawan-kawan CSO Mitra MADANI. “Kita menerima dengan baik dan menyambut kawan-kawan dengan penuh rasa gembira, terlebih kita dapat saling berbagi pengalaman untuk memperkuat gerakan di wilayah masing-masing. Memang seperti cita-cita kami, bahwa kantor Gemawan ini menjadi rumah gagasan dan menjadi poros pertukaran ide serta gagasan untuk memperkuat dan memperluas gerakan masyarakat sipil di Kalimantan Barat,” ujar Direktur Gemawan, Laili Khairnur.

Tema-tema pendidikan inklusif, transparansi dana desa, pengelolaan sumberdaya alam dan good government memadati narasi dalam proses berbagi pengetahuan ini. Pertemuan singkat ini memang dimaksimalkan untuk berbagi pengalaman terkait kerja-kerja advokasi yang dilakukan Gemawan hingga kini, sehingga dapat menjadi tambahan referensi bagi LP MADANI dalam melakukan advokasi sesuai dengan isu tematik di wilayah kerja masing-masing.

Laili menjelaskan, system thinking dan asset based community development menjadi landasan utama Gemawan dalam melakukan kerja advokasi selama ini. “Bagaimana sistem berpikir dalam melihat masalah  sosial menjadi kunci lahirnya solusi dalam menjawab masalah atau permasalahan yang terjadi berdasarkan aset atau kekuatan yang dimiliki oleh masing-masing individu. Pola berpikirnya kemampuan atau potensi seperti apa yang dimiliki sehingga dapat menjadi kekuatan untuk menjawab permasalahan yang terjadi. 

“Kita selalu memulai dengan system thinking dan asset-based community development sebagai landasan gerakan Gemawan. Kami tidak berbasis masalah, melainkan potensi,” imbuh Laili. 

Laili juga berbagi pengalaman Gemawan terkait proses pendekatan terhadap anak muda dan knowledge sharing yang dilakukan di internal Gemawan. “Proses ini penting tidak hanya dalam rangka menjembatani perbedaan pengetahuan antar generasi di Gemawan, juga sekaligus membuka ruang-ruang komunikasi yang egaliter,” jelasnya lagi. 

Laili menambahkan bahwa kerja masyarakat sipil tak pernah bisa berdiri sendiri, melainkan perlu dukungan para pihak. Karena itu Gemawan menjalin kerjasama dengan para stakeholder agar gerakan ini semakin kuat. “Selain itu, Gemawan memanfaatkan berbagai kanal media digital untuk mengkomunikasikan ide-ide perubahan kami,” tutup Laili.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP