Masyarakat Sipil Galang Bantuan Dana untuk Timur Kalbar

Sejak akhir Oktober 2021 lalu beberapa wilayah di timur Provinsi Kalimantan Barat, seperti Sintang, Sekadau, Melawi, Sanggau dan sekitarnya dilanda bencana banjir. Bahkan, lebih dari tiga pekan tinggi air di Sintang dan sekitarnya melebihi pinggang orang dewasa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sintang mencatat, air menggenangi 12 kecamatan di kabupaten dengan jargon Lestari itu. Di antaranya Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Hilir, Sintang, Binjai Hulu, Tempunak, Kelam Permai, Sei Tebelian, Ketungau Hilir, Sepauk, Dedai, Serawai dan Ambalau.

Akibatnya, sebanyak 140.468 orang terdampak dan 35.117 unit rumah terendam banjir hingga ketinggian tiga meter. Beberapa orang di antara itu dilaporkan meninggal dunia. Sedangkan mereka yang mengungsi berjumlah 7.545 KK atau 25.884 jiwa yang tersebar di 32 pos pengungsian.

Bencana ekologis ini mengundang simpati. Bukan hanya dari pemerintah, namun juga berasal dari berbagai lapisan masyarakat. Satu di antaranya adalah Lembaga Gemawan yang bekerja sama dengan 28 organisasi masyarakat sipil.

Di antaranya, Swandiri Institute, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kalbar, Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD PA GMNI), Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Badan Pertolongan Bencana (BAPENA), ICRAFT, The Buskers, Aliansi Paraboror.

Explore Travel Entertainment, Tristan, RSB, Nasi Jalang, Kartel, Wahana Laundry, Ohana Laundry, ABCoffee, Kedai Udut, Rebahan Collective, Pontianak Distribution, Bahri Sound Equipment, Indonesian Sketcher Pontianak, YO!, Merah Jingga, Label Wild Bornean, RSB hidroponik, Yoga: Ekspedisi Warna Indonesia, The Pongo Festival, Tristan.

“Seluruh organisasi masyarakat sipil ini menggelar bakti sosial kemanusian berupa penggalangan dana untuk korban banjir yang menimpa Kabupaten Sintang,” ujar Koordinator Relawan, sekaligus Ketua Unit Early Warning and Early Response Gemawan, Mawardi, SE, Minggu (21/11).

Selain itu, kata dia, lembaga Gemawan juga saat ini masih melakukan penggalangan dana secara daring melalui tautan https://kitabisa.com/campaign/banjirborneo yang dimulai sejak Rabu 10 November 2021 kemarin. Sejak itu, sempat dilakukan penarikan pertama sebesar Rp1.500.000.

“Penggalangan dana hingga saat ini masih dibuka. Selain melalui kanal kitabisa.com relawan yang tergabung dalam aksi kemanusiaan ini melakukan penggalangan dana melalui konser amal “Be The Change For Climate” Solidaritas Penggalangan Dana Banjir Kalbar pada 11 November 2021 nanti,” ungkapnya.

Pada kegiatan tersebut, direncanakan akan diisi berbagai pegiat, komunitas, pekerja seni di Kalbar. Selain itu, mereka juga akan melakukan lelang lukisan yang diinisiasi oleh The Pongo Festival, dan menerima sumbangan pribadi, baik berupa uang, bahan pangan, perlengkapan bayi, dan baju layak pakai.

Tercatat, per 18 November 2021, bantuan dana yang terkumpul mencapai Rp12.125.000. Uang ini telah dibelikan kebutuhan pokok yang terdiri dari beras, minyak, sayuran, gula, kopi, serta obat- obatan.

“Semoga aksi kemanusiaan ini menumbuhkan rasa kepedulian dan dapat meringankan beban masyarakat korban banjir di Kabupaten Sintang dan sekitarnya,” tutupnya.

 

Sumber:

Pertama kali rilis di laman Suara Pemred Kalbar pada 22 November 2021 di tautan: https://www.suarapemredkalbar.com/read/ponticity/21112021/masyarakat-sipil-galang-bantuan-dana-untuk-timur-kalbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP