LPHD Dampingan Gemawan di Desa Kemboja Sambut Kunjungan Kepala Dinas LHK Provinsi Kalbar

Selasa (7/9), Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Kalimantan Barat, Ir. H. Adi Yani, MH., beserta rombongan dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kabupaten Kayong Utara, serta Gemawan menyaksikan ragam potensi yang dihasilkan dari program perhutanan sosial (PS) yang dilakukan oleh Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Kemboja, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara. Kunjungannya kali ini bertujuan untuk membuat film dokumenter potensi produk hasil hutan Desa Kemboja.

LPHD Kemboja merupakan salah satu mitra dampingan Gemawan dalam program perhutanan sosial. Secara khusus, PS didesain untuk menyasar masyarakat yang hidup di sekitar dan/ atau di dalam hutan. Melalui program ini diharapkan masyarakat tetap dapat memperoleh manfaat dari hutan dengan tetap mempertahankan kelestarian dan keberlanjutan hutan. Skema yang disiapkan dalam PS memberikan peluang bagi kawasan rural untuk berkembang dengan mengoptimalkan potensi hutan mereka.

Pulau Maya mungkin tak setenar Karimata, tapi potensi alam yang dan posisi geografisnya bernilai strategis bagi Kabupaten Kayong Utara. Desa Kemboja merupakan satu dari lima desa yang menjadi bagian administrasi Kecamatan Pulau Maya, selain Desa Dusun Besar, Dusun Kecil, Satai Lestari, dan Tanjung Satai. Sebagaimana desa yang lain, Kemboja menyimpan potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang sangat beragam dan bermanfaat, seperti madu kelulut, kopi, nipah, serai, buah-buahan, rumput laut, udang, kepiting, serta berbagai anyaman yang diperoleh dari hutan mereka. 

Selain mendokumentasikan ragam produk yang sudah dihasilkan oleh LPHD Kemboja, Adi Yani juga menyempatkan diri berdialog secara terbuka dengan pengurus LPHD, Pemerintah Desa Kemboja, tokoh masyarakat, Masyarakat Peduli Api (MPA), kelompok pemuda, dan perwakilan perempuan. Pertemuan ini dilakukan untuk menggali lebih jauh potensi lainnya sekaligus mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi masyarakat Desa Kemboja.

Pulau Maya sempat terbakar hebat selama beberapa kali dalam 1 dasawarsa terakhir. Tanahnya yang didominasi hamparan gambut menyebabkannya sangat rentan terbakar. “Karena itulah, banyak bantuan mengenai gambut di daerah ini,” paparnya. Selain melakukan kanalisasi, pemerintah juga memberikan bantuan untuk meningkatkan ekonomi anggota MPA di sini.

Selama menjadi Kepala Dinas LHK, LPHD Kemboja merupakan yang pertama dikunjunginya. “Saya ingin datang dulu ke lokasi yang jauh,” ujarnya di awal pertemuan. Selain itu, alasan kedatangannya kali ini juga untuk menyampaikan sejumlah program yang telah dilaksanakan di Pulau Maya dalam rangka menjaga gambut dan mangrove yang ada di “benteng alam” Kayong Utara. 

Deforestasi dan pembukaan lahan tanpa pikir panjang turut berkontribusi pada terjadinya bencana banjir di Pulau Maya. Pada Juli 2021, terjadi banjir besar hingga setinggi orang dewasa di Pulau Maya. “Banjir itu terjadi 7 hari sebelum lebaran kemarin. Selama lebih dari 40 tahun saya hidup, tak pernah saya menyaksikan hal ini terjadi di desa kami,” ujar salah satu warga Desa Kemboja.  

Ketua LPHD Kemboja mengatakan bahwa hutan desa di wilayah mereka saat ini sebagian besar dikuasai oleh beberapa pengusaha. Hal itu menjadi permasalahan tersendiri dalam pengelolaan hutan oleh LPHD. “Kami dengar, bahkan, kawasan yang diklaim milik mereka itu akan ditanami sawit,” jelasnya di forum diskusi itu. 

Adi Yani berjanji akan berupaya memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat Desa Kemboja, khususnya mengenai pengelolaan hutan desa dan perlindungan terhadap lahan gambut Kemboja. Selain itu, ia berharap kunjungan ini dapat memotivasi masyarakat untuk mengembangkan potensi desa yang sudah ada, baik yang ada di kawasan hutan maupun di luar kawasan.

Penulis: Maulisa

Editor: Mohammad R

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP