Sekolah Pemimpin Perempuan: Membangun Keberdayaan Perempuan untuk Masa Depan Dunia

Sabtu (12/6) Gemawan melaksanakan Sekolah Pemimpin Perempuan di Kabupaten Sambas. Dengan mengusung tema Mendorong Kemandirian Perempuan untuk Mencapai Kesetaraan, kegiatan perdana ini diikuti oleh 15 kader perempuan yang berasal dari Desa Lumbang, Keranji, Sebayan, Parit Raja, Setalik, Penakalan dan Lubuk Lagak.

Menurut Ketua Training and Learning Center Gemawan, Arniyanti, para peserta kegiatan merupakan kader-kader perempuan yang telah mengikuti Sekolah Perempuan Desa atau Sekolah Tingkat Satu dalam perkaderan Gemawan. “Perempuan memiliki peran penting dalam mewujudkan SDGs,” ujar Arniyanti. “Pengarusutamaan peran perempuan dalam SDGs menyiratkan bahwa percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan akan terjadi dengan melibatkan perempuan dalam implementasi strateginya,” papar pegiat perempuan yang akrab disapa Arni.

Sustainable Development Goals (SDGs) dicanangkan dengan prinsip universal, integrasi, inklusif, dan no-one left behind (tidak ada satu orangpun yang terlewatkan). Berdasarkan prinsip tersebut, SDGs secara spesifik menyasar kelompok rentan agar dapat berpartisipasi, berkontribusi, dan mendapatkan dampak dalam rencana aksi global ini.

“Untuk mendaratkan SDGs, diperlukan partisipasi dan localizing. Hal ini mensyaratkan keberdayaan kelompok perempuan untuk turut andil dalam rencana aksi global,” imbuh Arni.

Sekolah Pemimpin Perempuan merupakan satu dari beberapa sekolah yang dirancang Gemawan untuk membangun kesadaran kritis dan kepemimpin kelompok rentan di tingkat tapak. Sebagaimana namanya, Sekolah Pemimpin Perempuan secara khusus menyasar para perempuan agar mampu mengambil peran dalam perubahan sosial yang berkeadilan dan inklusif.

Agar membangun kemandirian dalam proses belajar, metodologi pengajaran Sekolah Pemimpin Perempuan diimplementasikan dengan mengombinasikan sejumlah metode, seperti andragogi dan autonomous learning. “Nanti akan ada penugasan dengan membuat video pendek yang me-review materi selama proses pembelajaran,” jelasnya lagi.

Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan sebanyak lima pertemuan di tiap akhir pekan. “Hal ini mempertimbangkan aktivitas yang harus mereka kerjakan selama week-days. Kami tidak ingin mengganggu rutinitas mereka di hari-hari kerja,” tutup Arni.

Siti Rahmawati, Ketua Divisi Perempuan Gemawan, menyebutkan bahwa fasilitator kegiatan ini adalah anggota Divisi Perempuan Gemawan yang sejak lama mendampingi kelompok perempuan di Sambas dan Singkawang. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan hambatan komunikasi antara peserta dengan fasilitator.

“Kami berharap kegiatan ini dapat direplikasi di seluruh Kalimantan Barat. Sambas merupakan pilot project kami sebelum merambah wilayah lainnya,” jelasnya. “Modul yang sudah disusun akan terus disempurnakan lagi agar lebih applicable dan adaptif dengan karakter perempuan Kalbar dan perubahan situasi,” tambahnya lagi.

Penulis: Arniyanti

Editor: Mohammad Reza

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP