Perencanaan Strategis Serikat Perempuan Sintang, Mendorong Partisipasi dan Pelibatan Perempuan di Desa

Serikat Perempuan Sintang melakukan kegiatan Perencanaan Strategis Organisasi pada tanggal 18-19 Februari 2021. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus Serikat Perempuan Sintang, perwakilan kelompok perempuan dari 4 desa, serta dari Lembaga Gemawan sebagai pendamping sekaligus fasilitator untuk kegiatan tersebut. Berlangsung di Bagoes Guest House Sintang, kegiatan ini dimulai dengan seminar bertema “Serikat Perempuan Sintang Menuju SDGs Desa”. Narasumber pada kegiatan ini adalah Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Dinas pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang.

Uray Endang dari Lembaga Gemawan, dalam sambutannya mengatakan bahwa serikat perempuan ini sudah dibentuk sejak 10 Oktober 2017 lalu. “Sejak dibentuk hampir 4 tahun lalu, kegiatan serikat perempuan ini lebih banyak dilakukan di tingkat desa. Sebagai lembaga pendamping, kami melihat bahwa berserikat itu sangat penting, terutama untuk menaikkan posisi tawar mereka di masyarakat. Ke depan, kami juga akan melakukan Sekolah Pemimpin Perempuan untuk serikat perempuan ini,” ujarnya.

Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Maryadi, menyatakan sangat mengapresiasi adanya serikat perempuan ini. “Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam masyarakat. Namun pelibatan mereka masih bisa dibilang cukup minim. Dengan adanya Serikat Perempuan Sintang ini, saya berharap akan lebih banyak perempuan-perempuan lain yang akan terlibat dan dilibatkan dalam setiap kegiatan terutama di desa,” imbuhnya.

Serikat Perempuan Sintang ini merupakan gabungan dari 8 kelompok yang tersebar di 4 desa, yaitu Desa Kelam Sejahtera, Desa Samak, Desa Mangat Baru dan Desa Penyak  Lalang. Kelompok-kelompok perempuan ini juga juga sudah aktif melakukan inisiatif di desa masing-masing. Salah satunya, dengan kegiatan pembuatan demplot padi hitam yang menjadi produk unggulan di Desa Mangat Baru.

“Demplot padi hitam ini kami selalu kami lakukan sejak dibentuknya kelompok perempuan oleh Lembaga Gemawan. Sebelumnya kami hanya menanam padi secara pribadi dan hanya menjual beras hitam di lingkungan desa saja. Namun sejak kami diajarkan untuk membuat demplot kelompok, kemudian diajarkan untuk melakukan perencanaan usaha, dan diajarkan bagaimana mengemas beras hitam, kami sudah bisa menjual produk beras hitam ini di toko swalayan di Kota Sintang, bahkan sampai ke Pontianak. Kami juga berbagi bibit padi hitam ini kepada kelompok-kelompok perempuan lain di Sambas dan Mempawah. Saya merasa memiliki hubungan yang kuat dengan mereka melalui bibit padi hitam ini,” ujar Bernadetha Imi, Ketua Serikat Perempuan Sintang.

Kegiatan ini menghasilkan beberapa rencana kegiatan yang akan menjadi acuan kerja organisasi, salah satunya adalah membentuk 8 kelompok di 2 kecamatan yaitu Kecamatan Dedai dan Kecamatan Kelam Permai. “ Semakin banyak perempuan yang menjadi anggota kelompok, maka akan semakin besar pula organisasi ini. Saya juga sangat bersemangat untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman yang kami dapat selama didampingi oleh Lembaga Gemawan. Saya berharap, nanti akan ada pemimpin desa yang adalah anggota serikat ini,” ujar Aisha, ketua kelompok perempuan Desa Penyak Lalang.

Penulis: Ridho Faizinda

Editor: Mohammad Reza

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP