Mitra Global CMS Mitra Global CMS Mitra Global CMS
 

Foto Slide

Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterhari ini64
mod_vvisit_counterkemarin77
mod_vvisit_counterminggu ini436
mod_vvisit_counterbulan ini1055
mod_vvisit_countersemua47105
 
Mitra Global CMS Mitra Global CMS Mitra Global CMS
123
Mitra Global CMS Mitra Global CMS Mitra Global CMS
 
Meningkatkan Kualitas Produk IRT PDF Print E-mail

Meningkatkan Kualitas Produk IRT

Kemasan Menarik, Pembeli Tertarik

pelatihan kewirausahaan lanjutan

GEMAWAN—Pengemasan produk Industri Rumah Tangga (IRT) dengan baik dan menarik menjadi bagian yang harus mendapat perhatian lebih oleh pemilik usaha jika ingin meningkatkan daya saing produk di pasaran.

Demikian disampaikan Danan Muhuda AS Ssos MM, Ketua I Lembaga Pelatihan Kewirausahaan Yayasan Mahendra Adji Saroyo dalam kegiatan pelatihan kewirausahaan lanjutan dengan tema manajemen bisnis, pengemasan, dan pemasaran untuk kelompok perempuan yang dilaksanakan Lembaga Gemawan bekerjasama dengan Global Fund for Women pada 8-9 Maret 2010 di Kelurahan Sedau Singkawang. Kegiatan diikuti sekitar 30 orang peserta dari sejumlah kelompok dampingan Lembaga Gemawan.

”Umumnya kemasan produk makanan pada usaha kecil masih sederhana. Namun untuk memberi nilai tambah pada produk, kemasan dapat diperbaiki,” ujar pria lajang yang juga pemilik terminal kemasan Pontianak ini memberikan penjelasan kepada peserta pelatihan.

Dia mengatakan, untuk mengubah tampilan kemasan produk, diperlukan desain yang baik dan memikat pandangan mata konsumen. ”Bahan kemasan juga perlu diubah jika memang memungkinkan,” tukasnya.

Dalam kesempatan pelatihan itu, Danan—begitu ia disapa, juga membawa sejumlah contoh kemasan untuk aneka produk makanan IRT berikut alat press untuk plastik kemasan. Para peserta terlihat antusias untuk mencoba alat press plastik kemasan tersebut. Apalagi dalam pelatihan itu, sejumlah peserta yang berasal dari Kota Singkawang, Kabupaten Sambas dan Kubu Raya masing-masing membawa hasil produk olahan IRT yang mereka kelola secara berkelompok. Para peserta terlihat asyik mencoba berbagai jenis kemasan baru bagi produk IRT yang mereka bawa.

Selain berbicara soal kemasan, dia juga memberikan penjelasan soal manajemen usaha dan merek dagang. Dalam pandangannya, perencanaan usaha yang baik akan memudahkan dalam menilai kemampuan usaha yang dijalankan dan melakukan evaluasi terhadap tingkat keberhasilan usaha. Sementara pemilihan merek yang yang tepat ditujukan untuk menarik calon pembeli, memperoleh nilai tambah dan pembeli dapat langsung mengetahui kualitas produk. ”Syarat pembuatan merek itu yang penting mudah dieja, diucapkan, diingat, dapat diterima secara universal dan secara hukum dapat dilindungi,” terangnya.

Sementara, Siti Rahmawati Ssos dari Divisi Perempuan Lembaga Gemawan mengatakan kegiatan usaha perempuan pada umumnya berskala sangat kecil atau biasa disebut usaha mikro, terkadang dengan modal hanya dimulai dari ribuan rupiah saja. Karena terlalu kecilnya modal, sulit untuk dimasukan dalam kategori sektor sehingga sering dikatakan sebagai usaha yang tidak layak. ”Kadang produk yang dihasilkan oleh usaha rumah tangga juga apa adanya, misalnya dalam membuat kemasan kadang-kadang mempergunakan kemasan yang ada di sekelilingnya,” ujarnya.

Hal itu lanjut Wati, sapaan akrabnya, disebabkan karena kurangnya akses dan informasi bagaimana menghasilkan produk yang baik dan mengemasnya sehingga dapat meningkatkan daya tarik pembeli. Belum lagi soal manajemen bisnis dan pemasaran. ”Kondisi itu berdampak pada sulitnya akses langsung sumber modal daari kredit oleh perempuan, sehingga semakin memperburuk kemampuan dan kemandirian ekonomi perempuan. Belum lagi kondisi itu juga berdampak pada tidak sedikitnya perempuan yang memutuskan bekerja ke luar negeri bahkan tidak sedikit diantara mereka menjadi korban traficking,” jelasnya.

Dari persoalan tersebut, dia mengatakan menjadi hal yang penting untuk memberikan perhatian lebih pada persoalan kemandirian perempuan secara ekonomi. Pelatihan yang dilakukan menurutnya merupakan salah satu komitmen dari Lembaga Gemawan untuk mendorong motivasi usaha dan meningkatkan kapasitas perempuan dibidang ekonomi. ”Untuk mewujudkan dunia yang aman, damai dan adil bagi perempuan,” imbuhnya.

Menurutnya, pelatihan itu ditujukan untuk membangun kesadaran kritis perempuan agar tercipta kemandirian ekonomi perempuan, peningkatan kapasitas perempuan dalam isu ekonomi mikro dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan oleh kelompok dampingan. “dengan pelatihan ini diharapkan akan tumbuh kesadaran bersama baik kelompok perempuan dan publik akan pentingnya kemandirian ekonomi untuk perempuan dan munculnya perempuan-perempuan yang paham isu dan pelaku ekonomi mikro, usaha kecil dan bagaimana meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan,” terangnya.

Dalam pelatihan ini, para peserta menurutnya memang sudah dipesankan untuk membawa sejumlah produk olahan IRT yang dihasilkan oleh kelompok masing-masing berikut dengan pembukuan selama usaha tersebut dijalankan. “Macam-macam produk yang dibawa peserta, ada kain tenun, kerajinan tangan, terasi, dodol, keripik pisang gulung dan aneka kerupuk. Sejumlah produk sudah memiliki kemasan yang baik. Namun informasi tentang kemasan dan alat untuk mengemasnya, juga soal manajemen bisnis dan pemasaran menjadi penting untuk disampaikan selain penilaian atas pembukuan yang dilaksanakan kelompok untuk tiap usaha yang dijalankan,” pungkasnya.

Selain mendapatkan materi diruangan, peserta juga melaksanakan kunjungan lapangan ke unit usaha yang sudah eksis. Usaha yang dikunjungi adalah tempat pembuatan tahu. Dari unit usaha tersebut, peserta diharapkan bisa mengetahui lebih banyak tentang pengembangan usaha berikut pemasarannya. Usai melaksanakan kunjungan, kemudian dilakukan diskusi tentang usaha yang dikunjungi. Acara diskusi pada hari kedua difasilitasi Rosmaniar dari lembaga Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Kalimantan Barat. “Dari beberapa kali pelatihan yang dilaksanakan, saya lihat ada peningkatan pada kelompok terutama motivasi untuk memulai dan menjalankan usaha yang sudah ada. Harapannya memang agar kelompok perempuan ini bisa mandiri secara ekonomi,” ujar Rosmaniar yang sudah beberapa kali ikut memfasilitasi kegiatan yang dilaksanakan Lembaga Gemawan ini.  (*)

 

 
 
Mitra Global CMS Mitra Global CMS Mitra Global CMS
Mitra Global CMS Mitra Global CMS Mitra Global CMS
 

Ym Online

 Laili Khairnur
 :  
 M. Isa
 :  
 Hermawansyah  :  
 Uray E. K.
 :  
 Wahyudi, SH
:
     
 
Mitra Global CMS Mitra Global CMS Mitra Global CMS
123