Aksi Massa

Massa Datangi Jamsostek dan Kantor Gubernur

 

Realisasikan Bantuan Korban PHK

 

PERSATUAN Rakyat Kalimantan Barat (PRKB) yang terdiri dari beberapa elemen, melakukan demonstrasi dalam rangka memperingati hari hak asasi manusia yang ke-60, Rabu (10/12). Demo diawali dengan berkumpul di bundaran tugu Digulis. Massa yang berjumlah puluhan orang itu melakukan orasi sambil menunggu elemen massa lainnya hadir di lokasi demo.

Setelah semua elemen berkumpul, dengan berjalan kaki massa menuju kantor Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) Kalbar. Kantor tersebut menjadi tujuan karena kaum pekerja yang juga bergabung dalam massa aksi menilai, Jamsostek belum memenuhi hak para pekerja yang di PHK baru-baru ini akibat krisis global. Para pendemo diterima langsung Kepala cabang Jamsostek Kalbar, Lili Setiadi.

Dikatakannya, ia belum mengetahui kalau pekerja yang di PHK memiliki hak santunan yang dialokasikan dari pusat yang penyalurannya melalui Jamsostek. Agar penyampaian aspirasi maksimal, ia lantas meminta sepuluh dari perwakilan pengunjuk rasa berdialog di dalam kantor.

Saat dialog berlangsung, perwakilan pendemo diberi kesempatan menyampaikan aspirasinya. Aktivis Uplink Adi, mengungkapkan, terjadinya pemutusan tenaga kerja(PHK) tanpa ada solusi yang tepat dan masalah tunjangan hari tua, pekerja di haruskan menunggu selama enam bulan untuk mendapatkannya, “Jadi selama enam bulan kita makan apa, keburu kita mati,” tambah Ali.

Menanggapinya Lili Setiadi menjelaskan bahwa Jamsostek sendiri mempunyai rencana untuk merekomendasikan atau menghilangkan peraturan tersebut, karena ini adalah kewenangan pusat. Daerah hanya melakukan saja, apa yang menjadi keputusan jamsostek akan melaksanakan. Perwakilan PT Sumber Alam, Suratimin, mengungkapkan para pekerja sangat mengharapkan bantuan PHK yang berjumlah Rp 350 ribu tersebut dapat terealisasi. Dirinya juga mempertanyakan nasib karyawan perusahaan yang tidak mendaftarkan karyawannya ke Jamsostek.

Pertanyaan itu langsung dijawab oleh Lili Setiadi, menurutnya, bantuan untuk korban PHK sifatnya ada bergulir. Tahun ini Jamsostek Kalbar sudah mendapat jatah empat juta. “Untuk bantuan bergulir jamsostek sudah banyak memberikan bantuan kredit rumah untuk para karyawan, ataupun bantuan dalam bentuk beasiswa. Dalam hal PHK, selama satu tahun bekerja di jamsostek belum pernah menerima laporan tentang tidak diterimanya uang bantuan untuk korban,” ujarnya.

Perwakilan dari Lembaga Gemawan Fajri, mengatakan mereka meminta jamsostek harus mempunyai komitmen jelas tentang bantuan PHK. Jamsostek, kata dia, harus mempunyai langkah kongkret untuk mendata semua pekerja yang menjadi korban PHK.

Menanggapi hal tersebut, dikatakan Lili, Jamsostek akan membuat tim yang akan menyelesaikan permasalahan ini. Anggotanya adalah gabungan dari Pendemo dengan Jamsostek Kalbar. Antara lain Sitepu dari SPSI, Ali dari Uplink, Suratimin dari Sumber Alam, Butje, Ikwani dari Uplink, Ynias dari PBK, Fajri dari Gemawan dan Pusma dari NKP, diharapkan mereka datang besok ke kantor jamsostek.

Massa selanjutnya menuju gedung Gubernur Kalbar. Di kantor Kepala Daerah itu mereka ditemui oleh Asisten II, Munir. Di hadapan massamassa tidak merespon positif tanggapannya. Karena saat berdialog sebagain massa berjalan kesana kemari. Namun, hal tersebut tidak menimbulkan keributan. Sebelum membubarkan diri pendemo menyanyikan lagu Indonesia raya dengan khidmat.(fah/hen) Munir, mengatakan, bahwa tuntutan yang dibawa tidak jelas. Ia juga menyesalkan

 

Sumber: www.pontianakpost.com, Kamis, 11 Desember 2008, 07:03:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

New to site? Create an Account


Login

Lost Password?

Already have an account? Login


Signup

%d bloggers like this: