Gemawan Inisiasi Forum CSO untuk Konsolidasi Akar Rumput

Selasa (02/09), Lembaga Gemawan melakukan kegiatan CSO (Civil Society Organization) Forum dengan tema “Penguatan Peran Organisasi Masyarakat Sipil untuk Mendorong Sinergi Pangan dalam Skema-Skema Perlindungan Hutan Dan Lahan”. Menurut Ridho Faizinda, dari Gemawan,  kegiatan ini dimaksudkan untuk membangun kesepahaman bersama dengan mitra dan jaringan kerja yang ada. “Potensi sumber daya hutan yang ada harus dikembangkan karena akan berkontribusi pada ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pandemi Covid-19 memberikan pelajaran berharga bagi manusia, terutama dalam mempersiapkan kebutuhan pangan di masa pandemi. “Kebutuhan pangan sangat penting saat Covid seperti ini. kita banyak uang pun tidak ada gunanya karena tidak bisa keluar rumah,” papar Direktur Gemawan, Laili Khairnur, dalam sambutannya.

Pakar memprediksi bahwa hampir 1 miliar orang akan kelaparan, sehingga kita harus mempersiapkan solusi untuk menghadapi. “Dari skema perhutanan sosial (PS), hutan tidak begitu dikelola secara maksimal, karena itulah Gemawan ingin mengkonsolidasikan kelompok ibu-ibu dengan masyarakat sipil dalam isu pangan dan pemanfaatan hutan,” jelasnya.

Menghadirkan narasumber dari Dinas Pangan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalbar, serta Akademisi, kegiatan ini bertujuan untuk mengkonsolidasikan Organisasi Masyarakat Sipil dalam isu sinergi pangan dalam skema perlindungan hutan dan lahan di Kalbar.

Menurut Laili, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi bersama sinergi kebijakan dan praktik baik dalam mendorong dan melindungi ketahanan, kemandirian, serta kecukupan pangan masyarakat. ”Kita juga mengharapkan adanya strategi bersama mengenai model-model dan praktik baik dalam isu kemandirian, ketahanan, dan kecukupan pangan yang pernah dilakukan di Kalimantan Barat,” tambahnya menguraikan.

Dilaksanakan di Hotel Mercure Pontianak, kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini mengundang jaringan CSO di Kalimantan Barat serta kelompok perempuan dari beberapa daerah, seperti Kabupaten Sambas dan Kabupaten Kubu Raya. Protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebara Covid juga dilakukan. “Demi tetap menerapkan protokol kesehatan, agenda ini juga dilaksanakan secara daring. Ada narasumber yang menyampaikan materi secara daring,” tutupnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gambar CAPTCHA

*

%d blogger menyukai ini: