Komunitas Sekolah di Sambas Belajar Assessment Program Indonesia Pintar

KALBAR SATU – Dalam upaya mendorong partisipasi Masyarakat sipil dalam mewujudkan Indonesia yang inklusif dan berkualitas 10 (sepuluh) Komunitas Sekolah (KS) di kabupaten Sambas yang merupakan mitra dampingan lembaga Gemawan bekerja sama dengan YAPPIKA-ActionAid belajar Asessment Program Indonesia Pintar (PIP) di Hotel Pantura Jaya Sambas, Minggu-Senin (09-10/12/2019).

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari pertama dengan teori dan penyusunan daftar informasi yang ingin digali yakni terkait ketepatan sasaran, penyaluran sampai pencairan, ketepatan guna dan keterlibatan publik fasilitasi oleh YAPPIKA-ActionAid.

Pada hari kedua peserta Komunitas Sekolah praktik lapangan berkunjung ke SDN 29 Suka Ramai Kecamatan Sambas dan SDN 19 Medang Kecamatam Sejangkung, adapun sasaran yang dituju adalah pihak sekolah, komite sekolah, pemerintah desa, dan orang tua penerima progaram Indonesia pintar fasilitasi oleh Tim CO Gemawan.

Maryono salah satu peserta menuturkan, kegiatan tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat, bahwa banyak masalah yang belum diketahui oleh masyarakat.

“Program Indonesia Pintar selama ini dirasakan masyarakat masih banyak yang tidak tau dan banyak juga masalah yang ditemukan di lapangan,” katanya.

Senada apa yang disampaiakan oleh Nizan, harapan kedepannya data penerima perlu diperbaiki.

“Kurangnya sosialisasi sehingga banyak yang tidak tau baik cara mengusulkan atau mencairkan dan bahkan data penerima yang perlu diperbaiki agar lebih valid,” harapnya.

Dalam sambutannya Nurfauzah sebagai Distric Coordinator menyampaikan, keterlibataannya merupakan upaya untuk memajukan anak Indonesia.

“Upaya kita terlibat dalam memajukan dan mencerdaskan anak Indonesia merupakan salah satu bentuk amal jariyah yang mana pahalanya akan terus mengalir hingga akhirat nanti,” jelasnya.

Kegiatan komunitas sekolah seperti ini lanjut Nurfauzah, hanya merupakan salah satu kegiatan positif dan masih banyak kegiatan kegiatan lain yang bisa menunjang mutu pendidikan.

“Khususnya di kabupaten Sambas, harapannya kebaradaan dan aktivitas komunitas sekolah ini tetap dilestarikan meskipun tanpa didampingi dan adanya program dari lembaga Gemawan,” tutupnya.(Jurnalis Warga)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

New to site? Create an Account


Login

Lost Password?

Already have an account? Login


Signup

%d bloggers like this: