YAPPIKA-ActionAid dan Gemawan Tindaklanjuti Hasil Daftar Identifikasi Masalah Sekolah di Sambas

“Bagaimanapun kami tetap merasa bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah daerah kabupaten Sambas yang telah berupaya memajukan dan memperbaiki keadaan sekolah kami meski belum terpenuhi sesuai kondisi sekolah,” jelasnya.

Ruslan berharapa SDN 15 Seburing di tahun berikutnya mendapatkan bantuan rehab berat.

“Mulai dari lantai harus dipondasi semen dan bagian atas berupa atap,” harapnya.

Pendi (59) sebagai guru kelas menambahkan sejak berdirinya sekolah ini sejak tahun 1981-1982 SDN 15 seburing baru 1 kali perbaikan.

“Itu pun rehab ringan bagian atas pada tahun 2008 dari dana alokasi khusus, sampai sekarang ini banyak yang rusak sehingga sangat mengkhawatirkan keselamatan bagi siswa-siswi dan guru dalam proses belajar dan mengajar,” paparnya.

Senada yang disampaikan Teguh (11) siswa kelas 6 (enam), “Sekolah kami keadaannya banyak rusak, jika ingin ke toilet harus antri dan keadaannya jelek”.

Dari Hardian pun menyampaikan untuk memajukan dan mewujudkan pendidikan yang berkualitas, harus banyak melibatkan berbagai pihak.

“Seperti meningkatnya kerja sama antar organisasi masyarakat sipil dengan pemerintah daerah secara efektif untuk mengimplementasikan inisiatif serata menggalang dana seperti Funrising,” jelas Hardijan (YAPPIKA-ActionAid). (*)

Source: pontianaksatu.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gambar CAPTCHA

*

PAGE TOP