Musim PILKADA Hampir Tiba

Oleh : Ireng Maulana )*

Penulis lebih suka menyebut orang-orang dengan pekerjaan rumit yang nanti akan diceritakan dalam tulisan ini dengan sebutan Petualang Politik ; daripada Cangkau politik atau Belukar politik atau Broker politik maupun Calo’ Politik. Seorang kenalan penulis, menyebut  petualang politik singkat dengan kata  ”Pedagang”.

Misalkan begini, sebuah partai politik yang mempunyai cukup kursi di Dewan dan bisa menjadi perahu salah satu bakal calon gubernur harus dengan rela menyelesaikan friksi internal partai dengan pendekatan Power , oleh karena persoalan  berbedanya sikap  dukung-mendukung terhadap bakal calon gubernur dalam pemilihan kepala daerah .

Kelompok A dalam parpol itu memilih untuk mendukung Kandidat yang pertama , Kelompok B menentukan dukungan nya kepada yang bukan pilihan Kelompok A dan begitu juga dengan Kelompok C yang juga tidak mendukung pilihan Kelompok A dan Kelompok B , karena sudah mendukung bakal calon yang lain. Sehingga  keberadaan sebuah parpol hanya  harus menangung situasi pertarungan antar kelompok yang masing-masing telah dikomandoi oleh kader-kader parpol itu dan tentu saja kader nya adalah yang memiliki kekuatan, lebih senior atau telah banyak memberikan ”investasinya” bagi partai dan junior nya .

Kenapa ya harus ada sikap beda dukungan padahal mereka kan satu partai ? penulis yang awam tentang permainan politik hanya berprasangka tentang adanya beda-beda tawaran yang telah menggiurkan kader-kader dalam partai tersebut . Tawaran bisa saja dalam bentuk fasilitas, kemudahan , uang dan bisa apa saja yang menguntungkan.

Nah, dari fenomena dukung mendukung calon yang berbeda oleh kelompok-kelompok yang berbeda pula didalam satu partai yang sama ; yang nantinya memunculkan petualang-petualang politik. Karena tidak mungkin konstruksi beda-beda prinsip  tidak bermotif uang atau kompromi kekuasaan. Untuk apa mereka bertengkar dan saling potong akses sesama satu partai dan sesama kader jika tidak berorientasi pada keuntungan pribadi dan kelompok pendukung yang menjadi gerbongnya.

Kemunculan deskripsi mengenai Petualang politik, hanya pada sebatas keinginan penulis untuk coba memahami dari perspektif Lemahnya sistem pengkaderan yang telah dijalankan oleh sebuah partai politik didaerah sehingga kemudian orang-orang yang duduk dan menempati posisi strategis di partai karena proses yang karbitan  dan cenderung cepat saji. Atau bisa juga kader yang bermunculan dipartai disebabkan oleh tradisi hubungan darah, koneksi dan relasi atau hubungan baik. Sehingga militansi kader tidak kepada organisasi yang bernama partai tapi lebih cenderung keberpihakannya kepada orang yang mendudukkannya dipartai itu.

Jika saja ada kader yang benar – benar gila ingin mengembalikan garis perjuangkan partai kepada ketentuan kebijakan partai yang sebenarnya maka kegilaannya akan segera terhenti oleh karena tidak ada tempat baginya untuk bergantung . Tempat bergantung dalam artian tidak ada uang dan kemudahan dalam  partai, karena yang punya uang dan kemudahan adalah orang-orang kuat  yang ada di partai.

Jadi siapa yang paling berkuasa dipartai ? tentu saja para kader partai yang sudah banyak ”berinvestasi”dipartai. Untuk mencengkram kekuatan didalam partai sekaligus menaikkan pamor seorang kader, maka belum ada pilihan lain yang harus dilakukan selain mendapatkan tawaran yang lebih tinggi dari orang lain diluar partai dalam momen politk untuk menaikkan nilai investasi nya dipartai demi kekuatan dan pamor sehingga siapa saja didalam partai bisa ditarik keberpihakannya untuk mengukuhkan mata rantai hegemoni.

Deskripsi mengenai petualang Politik coba penulis bayangkan lagi pada tradisi klaim dan melakukan klaim.  Oleh karena, katanya para petualang Politik dapat menghidupkan mesin-mesin politik yang ada  untuk menggalang suara dan dukungan . Sehingga mereka paham sekali mengenai taktik-taktik yang dapat digunakan untuk menghantam sebuah kampung , menghantam sebuah desa dan menghantam warga masyarakat demi arus dukungan

Para petualang politik biasanya punya banyak kemudahan  dan mempunyai kemampuan untuk menembus semua celah yang dapat membantu menghidupkan mesin politik, tidak mengejutkan apabila kemudian ada orang yang bisa dibuat jatuh terjungkang, dan kemudian ada orang yang naik memegang sebuah posisi strategis.

Kemampuan lain yang dimiliki para petualang politik adalah mampu membuat masyarakat  sebagai sebuah kontruksi abstrak dan menempatkan diri mereka sebagai elite yang bisa mengatur semua urusan permainan politik, sehingga rakyat dapat didayaguna untuk sebuah kepentingan, yang bisa diperdaya untuk satu tujuan kekuasaan, Rakyat pada akhirnya dijadikan deretan angka-angka yang tidak berdaya sebagai kumpulan jumlah untuk menuju kekuasaan. Rakyat melulu menjadi klaim para Petualang politik sebagai basis mereka dan pendukung mereka yang setia.

Padahal pelemahan dan pemandulan terhadap kecerdasan politik rakyat merupakan komoditi yang terus menjadi andalan agar supaya mereka dapat terus bertahan dalam monkey business ini. Bukan maksud penulis ingin membesar-besarkannya, namun mereka ; para petualang politik sangat mendewa-dewakan tentang  intrik, politik-konflik dan setting dalam pekerjaan mereka sebagai cangkau politik. Orientasinya hanya satu yaitu agar didaulat sebagai Petualang Politik ulung dan tentu saja dengan legitimasi semacam itu akan menaikkan nilai tawar dan meninggikan harga jual untuk satu buah momen Politik.

Bagi perantau politik tidak ada keberpihakan yang mutlak untuk rakyat atau bahkan untuk siapa pun mereka bekerja dan tidak ada juga keberpihakan yang mutlak bagi mereka kepada orang yang memberi mandat sekalipun, karena persoalan menelikung dan berkhianat atau mengangkangi  garis perjuangan partai adalah hal biasa. Bagian terakhir ini penulis ingin berbagi bahwa Pekerjaan yang semakin sulit saja untuk menelusuri peta politik daerah ini, karna tidak ada tempat bagi kita rakyat untuk menemukan socio-politik. Oleh karena Petualang-petualang lama masih ikut aktif bermain, petualang-petualang gaek masih jago bertarung. Kita-Rakyat tunggu saja sepak terjang para Petualang dalam belantara politik daerah ini.

Mudah-mudahan kita dijanjikan dengan seribu janji manis lagi, mudah-mudahan kita dikasi kaos dan atribut lagi, mudah-mudahan kampanye ada artis dan penyanyi dangdut lagi, mudah – mudahan ada sumbangan untuk rumah ibadah lagi, mudah-mudahan kita disalami dan dikunjungi lagi, mudah-mudahan kita rakyat tidak mengalami kejenuhan sosial menghadapi PILKADA demi PILKADA. Selamat membuat setting dalam setting bagi Partai Politik yang kebetulan banyak menampung Petualang Politik dalam partainya. Selamat memilih Petualang Politik yang ulung bagi bakal calon gubernur ; semoga yang anda pilih Bukan Petualang – Pedagang  ? .  ( * beraktifitas di Lembaga Gemawan )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gambar CAPTCHA

*

%d blogger menyukai ini: