Dinas Pertanian Sambas Kagumi Kebun Sayur Organik KWT Sinar Pagi

kebun-sayur-organik

Kerjasama yang dilakukan antara Kelompok Wanita Tani  Sinar Pagi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Sambas di bidang Kebun Organik melalui  Program Desa Organik yang berlangsung selama 3 bulan membuat Dinas Kagum dengan hasil dari Metode  berkebun Organik, pada pekan  lalu di Desa Keranji Sambas, ( 26/9/2016 ).

Program Desa Organik tersebut akan berlangsung sekitar 5 tahun yang di sepakati oleh Dinas Pertanian bersama KWT Sinar pagi dalam melakukan pembinaan terhadap Kelompok Wanita Tani terkait  aktifitas pertanian Organik.

Output Program tersebut dari Dinas Pertanian akan menjadikan desa Keranji sebagai Desa Pertanian organic yang menjadi desa percontohan bagi desa desa lain.

Sebelumnya  KWT Sinar Pagi telah melaksanakan kegiatan berkebun organic yang sudah berjalan kurun waktu 1 tahun yang di damping oleh Lembaga Gemawan.

Terkait pendampingan tersebut hingga membuahkan hasil , bahkan tak ayal hasil yang didapatkan oleh KWT tersebut pada waktu  panen sekitar 700 Ribu Rupiah  pada bulan lalu..

Menurut Wati  staf pendampingan Gender Gemawan, mengatakan, sebelumnya ada 2 kelompok yang di bentuk, yaitu kelompok  Asoka dan Sinar Pagi. hanya KWT Sinar Pagi yang focus di bidang Kebun Organik.

Adapun KWT tersebut berangotakan sekitar 25 orang, dan masing-masing berasal dari Dusun Keranji serta  aktif   dalam bentuk-bentuk Kegiatan kelompok perempuan

Lanjut Wati, melihat tingkat keberhasilan dari KWT dalam memberdaya gunakan lahan yang hanya berkisar 1/4 Ha,  tersebut dengan bercocok tanam Sayur  organic .

“ Bahkan saat ini sudah beberapa jenis tanaman lain selain sayur sawi organik, juga ada Kangkung, Kacang Panjang , Tomat, Timun , Cabe, Wortel dan Brokoli,” Tutur Wati .

Hal demikian juga di lakukan oleh beberapa angota KWT yang sudah mulai melakukan penanaman di perkarangan rumah mereke sendiri dengan mengunakan polibek.

“ Ini merupakan tindak lanjut dari berkebun Organik secara kelompok hingga sampai penanaman  di pekarangan rumah tak ayal sampai halaman tempat bermain anak juga sudah menjadi kebun sayur”, Ungkap  Wati dengan canda.

Hal senada juga di katakan Budiana, Ketua Kelompok KWT Sinar Pagi, pada awalnya tidak di sangka hanya dengan bertani di pekarangan rumah bisa mengahasilkan income pendapatan rumah tangga.

Hingga  tak ayal lagi hasil tanaman  di datangi oleh pembeli itu sendiri tanpa harus di jaja kan di pasar, karena melihat  kebutuhan konsumsi masyarakat terhadap sayur-mayur segar semakin melonjak, “Bahkan  Kebun Kelompok  pernah di kunjungi  isteri seorang Bupati untuk membeli hasil tanaman sayur kelompok  kami”, Ungkap Budiana. ( WLY )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

About Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>