Mahasiswa S-2 Universitas Colorado AS Bertandang ke Gemawan

KARET ALAM: Empat mahasiswa S—2 Universitas Colorado AS bertandang ke sekretariat Gemawan, Minggu (5/6/2016). Foto: Mahmudi/GEMAWAN.

KARET ALAM: Anggota Dewan Pendiri Gemawan, Uray Endang Kusuma (kiri) didampingi para staf Gemawan, berdiskusi bersama mahasiswa S—2 Universitas Colorado AS, Gwen, Mikael, Santiago, dan Bo yang didampingi Herman S Simanjuntak dari Yayasan Kehati Jakarta, ihwal karet alam di sekretariat Gemawan, Minggu (5/6/2016). Foto: Mahmudi/GEMAWAN.

 

Pontianak, GEMAWAN.

Empat mahasiswa strata dua (S—2) Universitas Colorado Amerika Serikat (AS) yang mendalami sustainable rain forest bertandang ke Gemawan, guna magang sekejap. Khususnya di bidang rubber protection.

Keempat mahasiswa itu, Gwen dari Amerika Serikat, Mikael dari Tiongkok, Santiago dari Kolombia, dan Bo dari Amerika Serikat. Didampingi Herman Suparman Simanjuntak SHut, Coastal and Small Island Program Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati) berkantor di Jakarta namun tinggal di Depok-Jabar. Kemudian didampingi juga penerjemah dari ESA FKIP Untan, Yoseph.

Para peneliti itu bertandang ke Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) pada 1-6 Juni 2016. Jelajahnya seperti di kabupaten Kapuas Hulu guna melihat pengolahan madu alam, ekowisata di Rumah Betang Sadap Kapuas Hulu, pengelolaan produk olahan Tengkawang, dan tenun ikat.

Sedangkan di Gemawan, keempat mahasiswa S—2 itu mempelajari ihwal budidaya karet alam di desa Nanga Ngeri, Dangkan Kota, dan Lebak Najah yang kesemuanya di kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu.

Rombongan mahasiswa S—2 Universitas Colorado diterima anggota Dewan Pendiri Gemawan, Uray Endang Kusumajaya. Didampingi staf Gemawan yang konsen di pemberdayaan karet alam Kapuas Hulu, seperti Ismail Karim yang biasa disapa Bang Meng, Deni Priatna, Heru Suprihartanto, dan Mursyid Hidayat.

“Kedatangan keempat mahasiswa S—2 Universitas Colorado AS ke Gemawan untuk mengetahui lebih jauh, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, khususnya proteksi karet lokal terhadap gempuran perkebunan sawit di kecamatan Silat Hulu,” ungkap Uray Endang Kusumajaya.

Dikatakannya keempat mahasiswa lebih banyak bertanya kondisi petani, keberlangsungan hidup, hambatan membudidayakan karet lokal, dan lain-lain. (Gemawan-Mud)

About Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>