SDA Rusak, Perempuan Korban

Kerusakan sumber daya alam (SDA) ternyata banyak berdampak terhadap kaum hawa terutama di pedesaan. Kerusakan SDA akibat pertambangan dan illegal loging menjadi faktor inti perempuan yang dekat dengan alam menjadi terganggu.

Belum lagi berbagai penyakit yang bisa berdampak pada mereka. “Dewasa ini banyak kaum perempuan yang menjadi korban, akibat kasus SDA yang rusak. Salah satunya seperti kerusakan alam akibat pertambangan dan perluasan lahan untuk perkebunan yang menyebabkan banjir dan air yang bisa saja menjadi kotor,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Gemawan Laili Khairnur, Jumat (5/11), kepada Pontianak Post. Menurutnya, kerusakan SDM seperti limbah dari usaha illegal yang tidak sesuai dengan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) memberikan sumbangsih besar yang menyebabkan air bisa keruh dan tidak bisa dimanfaatkan kaum perempuan. Bukan hanya itu, dengan pembukaan lahan perkebunan atau usaha besar di daerah bisa saja membuka peluang prostitusi.

 

“Banyaknya pembukaan lahan berskala besar, banyak yang menyebabkan ladang petani ditimbun. Biasanya di daerah perdesaan yang menanam padi ialah banyak kaum perempuan. Tentu saja perempuan yang menjadi korban di sana, belum lagi kemungkinan adanya prostitusi perempuan,” ungkapnya. Ia menambahkan, untuk perkebunan yang banyak jumlahnya saat ini, biasanya kaum perempuan juga ditempatkan pada pekerjaan yang menjadi masalah. Biasanya kaum perempuan jarang dijadikan sebagai karyawan tetap. Belum lagi yang menjadi petani dan pembersihan bukan hanya kaum adam, namun juga perempuan. “Karena kaum perempuan juga dilibatkan dalam pembersihan dan penganggkutan kelapa sawit. Saya pernah melihat langsung ibu-ibu yang bekerja, kulit tangannya terkelupas karena sehabis menyemprot lahan sawit, mereka tidak diberikan alas tangan serta pengobatan untuk tangannya yang rusak,” jelasnya. Untuk itu, ia berharap agar pemerintah dan pelaku usaha melihat dan memperhatikan permasalahan perempuan yang terjadi saat ini. Terutama untuk kaum perempuan yang terjadi di lapangan. (tin)

 

Sumber : http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=42374

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gambar CAPTCHA

*

%d blogger menyukai ini: