Petani Sambas Dilatih Pencegahan dan Penanganan Penyakit Hama Padi

PENCEGAHAN & PENANGANAN: Peserta pelatihan pencegahan dan penanganan penyakit hama pada tanaman padi, antusias ikuti pemaparan dosen Faperta Untan Dr Tris Haris Ramadhan. Foto: H Iskandar/GEMAWAN.

 

Sambas, GEMAWAN.

Lembaga Gemawan membantu kaum tani Kabupaten Sambas, khususnya di desa Sulung kecamatan Sejangkung dan desa Sungai Kelambu kecamatan Tebas, melalui pelatihan pencegahan dan penanganan penyakit hama tanaman padi.

“Untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya perubahan lahan pertanian pangan menjadi lahan pertanian non-pangan yang massive sebagai akibat dari gagal panen padi yang berulang-ulang, lembaga Gemawan melaksanakan kegiatan pelatihan pencegahan dan penanganan penyakit hama pada tanaman padi,” ungkap H Iskandar, Kepala Distric Officer Gemawan Sambas di sela-sela kegiatan.

Pelatihan ini selain diikuti kaum tani, juga diikuti petugas penyuluh pertanian yang ada di desa. Kegiatan di desa Sulung kecamatan Sejangkung, dilaksanakan Senin, 2 Mei 2016. Sedangkan di desa Sungai Kelambu kecamatan tebas, dihelat Selasa, 3 Mei 2016.

Menghadirkan dosen Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Dr Tris Haris Ramadhan yang konsen di pencegahan dan penanganan penyakit hama pada tanaman padi dan tanaman pangan lainnya.

“Pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia sehingga pemenuhannya menjadi salah satu hak asasi yang harus dipenuhi secara bersama-sama oleh negara dan masyarakatnya. Pangan merupakan kebutuhan primer yang harus dipenuhi setiap manusia. Satu di antaranya kebutuhan akan beras,” tutur H Iskandar.

Dalam analisisnya di Indonesia beras merupakan salah satu makanan pokok. Beberapa tahun terakhir ini petani banyak yang mengalami gagal panen yang diakibatkan berbagai hal termasuk serangan penyakit hama pada tanaman padi.

“Gagal panen yang berulang-ulang bisa mengakibatkan petani menjadi malas menanam padi. Dampak lainnya adalah menimbulkan keinginan masyarakat untuk mengubah lahan pertanian pangan menjadi lahan pertanian non-pangan seperti sawit dan lada,” tegas H Iskandar, fasilitator senior Gemawan yang juga ahli tata pemerintahan desa ini. (Gemawan-Mud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gambar CAPTCHA

*

PAGE TOP