Galakkan Pertanian Organik Berkelanjutan di Kapuas Hulu

ORGANIK BERKELANJUTAN: Mentor pertanian dan perkebunan organik Ir Joko Winarno melatih kaum tani Silat Hulu di perkebunan karet warna, Sabtu (14/05/2016). FOTO: Aloysisus Kusnadi/GEMAWAN.

Kapuas Hulu, GEMAWAN.

Lembaga Gemawan melaksanakan pelatihan manajemen kebun, pengelola lahan, dan budidaya kebun maupun pertanian berkelanjutan di desa Nanga Ngeri kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalbar.

Kegiatan pendidikan dan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian dan perkebunan dengan menerapkan pertanian berkelanjutan berbasis pertanian organik.

Melibatkan pemerintah desa (Pemdes), kelompok tani (Poktan), kelompok pemuda, dan kelompok wanita tani. Kegiatan dihelat selama dua hari, Jumat-Sabtu (13-14/05/2016).

Hari pertama diisi ihwal berbagai teori, metode, hingga konsep pertanian dan perkebunan berbasis organik yang berkelanjutan.

Pertanian organik dalam artian sempit, bebas dari bahan-bahan kimia. Pengertian bebas bahan-bahan kimia ini, mulai dari benih, pupuk, pengendalian hama dan penyakit, sampai pascapanen. Semua berasal dari bahan hayati atau alami.

Sedangkan pengertian luas pertanian organik, sistem pertanian dan perkebunan menggunakan bahan-bahan alami dan menghindari atau membatasi penggunaan bahan kimia sintetis. Contoh bahan-bahan sintesis atau buatan seperti pupuk kimia hasil olahan pabrik, pestisida, herbisida, zat pengatur tumbuh, dan aditif pakan.

“Tujuan produk-produk pertanian dan perkebunan, terutama bahan pangan, supaya aman bagi kesehatan produsen dan konsumen demi menjaga keseimbangan lingkungan dengan menjaga siklus alami tanaman,” kupas Ir Joko Winarno, narasumber yang juga konsen di pertanian dan perkebunan organik.

Dikatakannya konsep awal pertanian organik yang ideal adalah menggunakan seluruh input yang berasal dari dalam pertanian organik itu sendiri. Dan dijaga hanya minimal sekali input dari luar atau sangat dibatasi.

Joko Wiranto yang konsen di pengembangan pertanian dan perkebunan organik yang berkelanjutan mengawal proses pendidikan dan pelatihan selama dua hari ke kaum tani Silat Hulu. Praktik lapangan langsung ke lokasi perkebunan karet milik warga peserta pelatihan.

Penulis: Aloysius Kusnadi

Editor: Mahmudi

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gambar CAPTCHA

*

PAGE TOP