Gaya Baru Petani Karet Lokal Hadapi Harga Karet Murah

*Pengalaman Desa Nanga Ngeri Kecamatan Silat Hulu Kabupaten Kapuas Hulu

USAHA BERSAMA: Ketua Poktan Karet Usaha Bersama, Asmin menunjukkan lahan karet ke tim Gemawan sebagai contoh gaya baru petani karet lokal hadapi harga karet murah bersama lembaga Gemawan. Foto: Stepanus Kardi/GEMAWAN.

Kapuas Hulu, GEMAWAN.
Desa Nanga Ngeri, Kamis, 17 April 2016.

Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Tropical Forest Conservation Act (TFCA), Binsar datang dari Jakarta, didampingi oleh Koordinator Program TFCA Kalimantan Barat, Nandang bersama Lembaga Gemawan Distric Officer (DO) Kabupaten Sintang mengunjungi lokasi kelompok tani Karet yang sudah siap untuk ditanam.

Ide ini muncul untuk mengimbangi turunnya harga karet dan diharapkan dapat menjaga ketahanan pertanian pangan dan perkebunan karet tradisional atau agroforestry masyarakat.

Untuk menghadapi harga karet yang murah selama ini, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Karet Usaha Bersama, Asmin mengatakan sangat bersyukur dengan kehadiran Lembaga Gemawan yang telah hadir dan menggagaskan idea baru baginya bersama anggota kelompoknya.

“Kami sangat sangat berterima kasih kepada Lembaga Gemawan dan program ini. Apalagi kami diberi modal awal yang berupa penyediaan bibit oleh Lembaga Gemawan. Saya secara pribadi berharap ini mudah-mudahan berhasil,” doa Asmin.

Koordinator Program TFCA Kalimantan Barat, Nandang mengatakan secara pribadi sangat mengapresiasi dan sangat berharap kelompok ini akan menjadi model pertanian bagi petani-petani lainnya di Kabupaten Kapuas Hulu.

“Selain tanaman, nanti diusahakan juga untuk memelihara ayam dan tambak atau kolam ikan,” kata Nandang.

Lahan baru yang sudah siap tanam, lembaga Gemawan menyalurkan bibit yang telah diajukan Poktan.

Koordinator CO Lembaga Gemawan Sintang, Ismail Karim mengatakan desa Nanga Ngeri merupakan satu di antara tiga desa yang masuk dalam binaan Lembaga Gemawan. Dua di antaranya adalah desa Dangkan Kota dan desa Lebak Najah.

“Jumlah Poktan di Desa Nanga Ngeri sebanyak 18 Kelompok, namun pihaknya akan memprioritaskan kelompok yang benar-benar serius dan kondisi lahan sudah siap tanam. Barulah kami antarkan bibit sesuai permintaan dari masing-masing kelompok,” kata Ismail Karim.

Penulis: Stepanus Kardi
Editor: Mahmudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gambar CAPTCHA

*

PAGE TOP