Konferensi Tani STSD Ke 2 Digelar

Sambas, Gemawannews – Hingga hari ini, kurang lebih 60 persen dari total populasi penduduk Indonesia adalah kaum tani. Kaum tani yang dimaksud adalah golongan masyarakat yang menjadikan tanah dan kekayaan alam sebagai faktor produksi utama untuk memenuhi kebutuhan hidup dan penghidupan. Kaum tani membuktikan kesetiaan dan keaktifan dalam memajukan bangsa sehingga kaum tani menjadi Soko Guru perubahan.

Sebagai puncak konsolidasi untuk memperkuat dan memperluas organisasi tani, Serikat Tani Serumpun Damai (STSD) melaksanakan Konferensi yang kedua. STSD yang berdiri pada tanggal 23 maret 2008, tidak terasa telah berusia tiga tahun. Kegiatan konferensi ini dilaksanakan di Dusun Parit Cegat, Desa Piantus, Kabupaten Sambas (23-26/4).

Peserta yang hadir merupakan perwakilan dari ranting dari beberapa desa. Ada sekitar 40 petani yang hadir mewakili 10 ranting. Dalam konferensi empat hari, peserta membahas anggaran dasar, arah dan garis besar program perjuangan, dewan pimpinan, serta program kerja STSD untuk tiga tahun.

Menurut Alimi, panitia pelaksana konferensi, menjelaskan terbentuknya STSD Kabupaten Sambas didasari atas cita-cita dan tujuan petani untuk hidup berdaulat secara politik, berkesejahteraan secara ekonomi, dan maju secara budaya. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut kaum tani menjadikan STSD sebagai alat perjuangan bersama.

“Banyak hal yang kita lakukan dalam organisasi STSD, peningkatan kapasitas petani melalui pendidikan keorganisasian serta pelatihan keterampilan pertanian selalu kita lakukan. Konferensi hari ini akan menjawab semua persoalan yang dihadapi kaum tani hari ini,” tutup Amin. (zn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gambar CAPTCHA

*

%d blogger menyukai ini: