Pemkab Sintang Beri Mandat Pemdes Selesaikan Tapal Batas Antardesa

REHAT SEJENAK: Warga desa Mangat Baru kecamatan Dedai kabupaten Sintang berehat sejenak di lereng bukit untuk makan siang di sela-sela pemetaan tata ruang desanya, pertengahan Februari 2016. Foto: Aloysisus Kusnadi/GEMAWAN.

Sintang, GEMAWAN.
Usai memetaan beberapa desa di kabupaten Sambas dan Kayong Utara, akhirnya Tim Pemetaan Gemawan berkenan memetakan tata ruang desa Mangat Baru dan Apin Baru, keduanya berada di wilayah administratif kecamatan Dedai kabupaten Sintang.

Sebelum dilaksanakan pemetaan tata ruang, terlebih dahulu diadakan acara pembukaan dan selayang pandang pemetaan tata ruang desa secara partisipatif khas Sekolah Desa Gemawan. Bertempat di Gedung Serbaguna Desa Mangat Baru, Rabu (10/02/2016).

Sebenarnya kegiatan ini melibatkan tiga desa lainnya, yaitu desa Baras, Kelam Sejahtera, dan Penyak Lalang yang juga merupakan daerah kerja lembaga Gemawan. Akan tetapi utusan ketiga desa tersebut berhalangan hadir, sebab masih ada urusan desa yang harus mereka selesaikan di desanya masing-masing. Meskipun demikian kegiatan ini tetap dilanjutkan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati.

Kepala Desa (Kades) Mangat Baru, Sius mengatakan kegiatan sekolah tata ruang desa ini merupakan tindak lanjut dari Sekolah Desa Gemawan Angkatan I yang resmi dibuka Pontianak, pertengahan Desember 2015, dimana pihak pemerintah desa (Pemdes) dan lembaga Gemawan telah membangun nota kesepahaman untuk melakukan pemetaan tata ruang desa yang dilaksanakan secara partisipatif. Artinya pemetaan bersama masyarakat setempat.

“Apalagi pemerintah desa sekarang dimandatkan dari pihak Pemerintah Kabupaten Sintang, bahwa tugas desa lah untuk menyelesaikan tapal batas dengan desa-desa tetangganya. Adanya kegiatan pemetaan tata ruang desa yang difasilitatori lembaga gemawan di desa Mangat Baru ini, pihak desa akan berkoordinasi dengan desa-desa tetangganya untuk bersama-sama turun ke lapangan. Tujuannya agar adanya kesepakatan tapal batas yang jelas dan tidak menimbulkan konflik di kemudian hari,” kata Sius.

Hal senada juga disampaikan Kades Apin Baru, Marlinus menerangkan dengan pemetaan tata ruang desa yang dilaksanakan di desa Mangat Baru dan Apin Baru, merupakan hal baru baginya. Sebab, selama ini, desa mengenal wilayahnya dengan sketsa desa yang luas desanya hanya perkiraan saja.

“Melalui pemetaan yang dibantu dengan alat pemetaan seperti GPS, tentulah hasilnya akan lebih sempurna. Sebab, peta itu akan berbentuk peta yang mempunyai titik koordinat dan skala yang jelas,” kata Marlinus.

Perwakilan dari lembaga Gemawan, Mawardi mengatakan pemetaan tata ruang ini penting untuk membantu menyusun perencanaan pembangunan desa ke depannya. Selain itu, juga membantu desa untuk mengetahui potensi-potensi yang ada di desanya.

“Kemudian menjadi proteksi terhadap lahan kelola masyrakat itu sendiri,” tambahnya.

Penulis: Aloysius Kusnadi
Editor: Mahmudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gambar CAPTCHA

*

%d blogger menyukai ini: