Universitas Nahdlatul Ulama Kalbar Tolak Revisi UU KPK

TOLAK REVISI: Ketua PWNU Kalbar M Zeet Hamdy Assovie (kanan) menyalami Kabid) Sarana Promosi dan Bisnis Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalbar, Rosadi Yamani di pelantikan civitas akademika UNU Kalbar, belum lama ini.

Pontianak, GEMAWAN.
Kepala Bidang (Kabid) Sarana Promosi dan Bisnis Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalbar, Rosadi Yamani SAg MSi mengatakan seluruh civitas akademika UNU Kalbar, menyatakan sikap tolak revisi Undang-undang (UU) KPK dan “Save” KPK.

Selain sebagai akademisi, Rosadi Yamani sudah menerbitkan beberapa buah karya sastra, baik dalam bentuk syair, novel, dan andalannya ialah pantun.

“Setelah menimbang dan mempelajari, akhirnya seluruh civitas akademika UNU Kalbar menolak rencana revisi UU KPK. Oleh rekan-rekan di kampus maupun rekan gerakan, menyarakan supaya petisi penolakan rencana revisi UU KPK dalam bentuk pantun. Nah kebetulan saya juga sedang membuatnya, jadilah pantun itu,” tutur Rosadi, Senin (22/02/2016).

Ia menginformasikan UNU menerima mahasiswa baru tahun ajaran 2015/2016, menyediakan Fakultas Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan program studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Matematika.

Kemudian Fakultas Pertanian dengan Prodi Agribisnis, Manajemen Sumberdaya Perairan, Agroteknologi, dan Teknologi Hasil Perikanan.

Fakultas Ekonomi terdapat Prodi Manajemen. Fakultas Teknik mengusung Prodi Sistem Informasi.

Kampus UNU Kalbar terdapat di bilangan jalan KH Ahmad Dahlan nomor 72 Pontianak, terbilang cukup baru bagi dunia pendidikan di Kalbar. (Gemawan-Mud)

Berikut pantun karya Rosadi Yamani;

Tolak Revisi UU KPK

Beli udang di Bekasi
Tak ketinggalan beli terasi
UU KPK mau direvisi
Oleh mereka berwatak korupsi

Kalau UU KPK direvisi
Oleh penghuni Senayan berdasi
Para koruptor akan bernyanyi
Pertanda hukum pun telah mati

Agar berantas korupsi tak mati
Upaya revisi harus diakhiri
Mari tolak jangan setengah hati
Tunjukkan rakyat sangat am benci

Kalau Dewan belum berhenti
Tetap ngotot ajukan revisi
Tanda mereka tak punya nurani
Yang diincar hanyalah money

Sambal petai terasa basi
Jangan dimakan dengan nasi
Partai yang mendukung revisi
Jangan dipilih di Pemilu nanti

Upaya revisi sudah berulang kali
Dewan tak belajar dari history
Ingin kekuatan KPK dipreteli
Takut dimasukkan ke jeruji

Banyak fraksi ingin revisi
Yang menolak tiga fraksi
Kalau diparipurna pasti jadi
KPK pun pasti tak miliki taji

Sebelum paripurna digelar lagi
Mari tolak jangan sampai terjadi
Rakyat bersatu menentang tirani
KPK kuat korupsi enyah dari pertiwi

UU KPK mau direvisi
Presiden belum ada reaksi
Baru sekadar umbar orasi
Jika ikut revisi berarti ingkar janji

Kalau presiden setuju revisi
Bukan sekadar ingkar janji
Petanda korupsi semakin menjadi-jadi
Kesejahteraan rakyat hanya mimpi

Kalau UU KPK jadi revisi
KPK lemah tak bernyali
Indonesia jadi sarang korupsi
Pembangunan untuk rakyat gigit jari

Wahai penghuni Senayan berdasi
Kalau kalian punya nurani
Suara penolakan di sana-sani
Suara rakyat mohon diikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gambar CAPTCHA

*

%d blogger menyukai ini: