Sintang Laksanakan Sekolah Tata Ruang Desa Bersama Gemawan

PEMETAAN DESA-DESA DI SINTANG: Koordinator tim pemetaan tata ruang desa lembaga Gemawan, Mawardi sedang berikan pemahaman ihwal pemetaan tata ruang desa bagi perencanaan pembangunan desa ke depan di Gedung Serbaguna Desa Mangat Baru, Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang, Rabu (10/02/2016). FOTO: Aloysisus Kusnadi/GEMAWAN.

Sintang, GEMAWAN.
Lembaga Gemawan mengadakan sekolah tata ruang desa di beberapa desa yang ada di kabupaten Sintang. Berupa kursus khas pendidikan dan latihan (Diklat) di ruangan, kemudian dipraktekkan di lapangan.

Acara pembukaan diadakan di Gedung Serbaguna Desa Mangkat Baru, Rabu (10/02/2016). Dihadiri sekitar 30an warga desa Apin Baru dan Mangat Baru kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang.

Diklat tata ruang desa dan aplikasi langsung di lapangan ini, bagian dari Sekolah Desa Gemawan tahun ajaran 2015/2016 yang terdiri dari tiga kelas. Antara kelas I dan II serta antara Kelas II dan Kelas III, diadakan Diklat dan praktik langsung di lapangan, tepatnya di desa-desa masing-masing.

Ketika Dikat dan praktik langsung bersama aparatur pemerintah desa ini, lembaga Gemawan menurunkan tim pengajar dan pendamping ke tiap desa binaan.

Sebagaimana diketahui, Sekolah Desa Gemawan Angkatan I tahun ajaran 2015/2016 diikuti perwakilan beberapa desa binaan dari kabupaten Kayong Utara, Sambas, Kubu Raya, dan Sintang.

Kali ini, tim pengajar dan pendamping lembaga Gemawan pusat, membantu tim Distric Officer Gemawan Kabupaten Sintang, untuk memberikan pelatihan pemetaan tata ruang desa Mangat Baru dan Apin Baru kecamatan Dedai.

Tim pengajar dan pendamping lembaga Gemawan pusat, dikoordinatori Mawardi, beranggotakan Welli Arma, Abang Rustaman, Aloysius Kusnadi, Sukardi, Dedi. Didukung dua volunteer Distric Officer Gemawan Kabupaten Sintang, Aleksius Doni dan Idi Markus.

“Agenda sekolah tata ruang membahas terkait pemetaan partisipatif untuk tata ruang desa, baik dari jalan umum, jalan usaha tani (JUT), perkebunan, pertanian, pemukiman, fasilitas umum, hingga hutan wilayah desa yang menjadi target dalam pemetaan,” ungkap Mawadi, koordinator Diklat dan praktik pemetaan tata ruang desa.

Dikatakannya setiap desa menjelaskan tentang teritorial wilayahnya masing-masing. Kemudian mengambarkan sketsa ruang desanya hingga batas-batas wilayah desanya yang berdampingan dengan desa lain.

Penulis: Welli Arma
Editorr: Mahmudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gambar CAPTCHA

*

%d blogger menyukai ini: