Tim Kepak Sayap Enggang dan Mata Harimau Jejakkan Kaki di Pontianak

Pontianak (Gemawannews)-Tim Kepak Sayap Enggang dan Mata Harimau Seri Kalimantan kali ini melintasi 3 provinsi yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat, Tur kali ini merupakan lanjutan dari Tur Mata Harimau yang berlangsung di Sumatera tahun 2011 lalu. Dengan tujuan melihat secara langsung kondisi terkini hutan alam Indonesia serta mengajak seluruh masyarakat agar ikut menjaga dan mengawasi hutan alam agar terhindar dari kerusakan yang lebih mengenaskan.

tur tim kepak sayap enggang dan mata harimau 1Pada Rabu sore (27/9) Tim Kepak Sayap Enggang dan Mataharimau memasuki Kota Pontianak. Kedatangan Tim di sambut dengan musik Tanjidor dan Komunitas Sepeda Ontel (SEPOK), maupun Komunitas Motor Ceper, serta aktivis dari berbagai lembaga yang peduli lingkungan.

tur tim kepak sayap enggang dan mata harimau 2Saat iring-iringan melintasi jalan Ahmad Yani, tepatnya Bundaran Digulis Untan tampak membentang spanduk dengan tema “Selamatkan Hutan, Selamatkan Indonesia” yang di prakarsai dari berbagai Lembaga Masyarakat Sipil di Kalimantan Barat.

tur tim kepak sayap enggang dan mata harimau 3Acara penyambutan di pusatkan di Gedung Anex samping Auditorium Untan, Para rider Tim Kepak Sayap Enggang dan Mata Harimau disambut dengan prosesi tarian tradisional Dayak. Tak ketinggalan pula seniman yang cinta lingkungan Wing Sentot Irawan menyuguhkan beberapa lagu dengan liriknya mengenai kegundahannya terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi. Demi misi lingkungan dia rela meninggalkan kesehariannya menelusuri berbagai daerah di Tanah Air dengan bersepeda.

tur tim kepak sayap enggang dan mata harimau 4Pertunjukkan musik perkusi dari Mahasiswa Fakultas Ekonomi Untan turut memeriahkan acara penyambutan, hentakan musik yang mereka tampilkan dari barang-barang bekas seperti, gallon, kaleng, bambu dan sebagainya, mampu memukau semua yang hadir di gedung tersebut termasuk Tim Kepak Sayap Enggang dan Mata Harimau.

Sepanjang perjalanan ini, banyak hutan yang dulunya menjadi habitat enggang berubah menjadi perkebunan skala besar, Tambang maupun HTI. Tentunya ekploitasi SDA menggusur burung maskot Kalimantan hingga ke pegunungan.

“Kami menemukan bukti perusakan hutan lahan gambut, dan habitat orangutan, di lokasi perusahaan penyuplai kayu untuk PT Asia Pulp and Paper (APP) tepatnya di Kuala Labai, Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar),” kata Nicodemus salah satu Rider Tim Kepak Sayap Enggang.

Greenpeace, dan sejumlah LSM lain mendesak pemerintah meninjau kembali operasi izin perusahaan perkebunan dan kehutanan. Mereka meminta,  pemerintah mengeluarkan hamparan gambut dalam yang kaya karbon dan habitat satwa dilindungi seperti orangutan dan enggang dari konsesi perusahaan.

“Mempertahankan hutan yang tersisa adalah penting bagi penyelamatan habitat satwa dilindungi seperti enggang, dan peninjauan kembali izin-izin yang diberikan yang menimbulkan konflik di masyarakat sangat penting,’’ tegas Nico.

Kegiatan yang di motori oleh Greenpeace ini untuk mempromosikan Mata Harimau sebagai identitas bagi publik yang peduli pada penyelamatan hutan Indonesia. Harimau Sumatra yang populasinya terancam diperkirakan tak sampai 400 ekor yang tersisa karena hutan rumahnya terus terkikis, menjadi ikon bagi penyelamatan hutan.

Dan Kepak Sayap Enggang dimana ancaman serupa menimpa burung enggang gading di Kalimantan yang diburu untuk diambil paruhnya dimana eksploitasi sumber daya alam oleh perusahaan tambang dan, HTI maupun ekspansi perkebunan sawit, kata Aples Aktivis Greenpeace.

Secara umum selama dalam perjalanan melewati 3 propinsi, hutan di Kalimantan sudah banyak hilang begitu juga kehidupan masyarakat di sekitar kawasan hutan. Padahal Hutan kalimantan kaya akan SDA, dilapangan kami benar-benar menyaksikan pembatatan hutan yang beralih fungsi menjadi Tambang, HTI dan perkebunan Sawit.

“Kami melihat langsung hutan Kalimantan yang saat ini sedang dan terus dirusak, juga menyaksikan terjadinya konflik sosial dan perampasan tanah masyarakat. Dan parahnya lagi kehidupan masyarakat disekitar hutan sudah tersingkir. Apa yang kami temui dilapangan tentunya menjadi keprihatinan kita bersama,” ungkap Aples.

Tur Kepak Sayap Enggang-Mata Harimau akan ditutup dengan berbagai kegiatan di Kota Pontianak. Pada tanggal 28/09/12 di isi Pameran foto dan dan lukisan lingkungan, Citizen Jurnalism Training dan Workhsop photography, penanaman pohon bersama, serta konser Band Navikula. Untuk tanggal 29/09/12, akan di adakan ramah tamah, ritual adat dan penegasan komitmen untuk lingkungan.

Tur Seri Kalimantan yang telah menyusuri hutan dan perkampungan di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, pun berakhir. Tapi bukan berarti kampanye terhadap lingkungan akan berakhir, justru malah sebaliknya akan semakin terus menjadi spirit.

tur tim kepak sayap enggang dan mata harimau 5Selama perjalanan Tur Kepak Sayap Enggang-Mata Harimau menemukan betapa hutan Kalimantan terkikis mulai dari kebakaran hutan, ekspansi sawit sampai tambang, tentunya hal ini sangat mengancam hutan dan alam di tanah Borneo.

Tur Seri Kalimantan untuk wilayah Kalimantan Barat berkat kerjasama Greenpeace, Lembaga Gemawan, Walhi, AMAN, LBBT, ID, Lin-kar Borneo, Pancur Kasih, PPSDAK, Sampan, Gallery Borneo Fine Art, Ranawidya, Sylva Untan, Barisan Pemuda Adat Nusantara, FMN.  (Joy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gambar CAPTCHA

*

%d blogger menyukai ini: