Enam Kadus Desa Dusun Besar Ikuti Diklat Pemetaan Tata Ruang Desa

INPUT DATA: Pj Pemetaan Kegiatan Gemawan, Mawardi (kedua dari kanan) sedang mengarahkan cara input data hasil pemetaan tata ruang desa Dusun Besar kecamatan Pulau Maya,KKU. FOTO: Welli Arma/GEMAWAN.

Kayong Utara, GEMAWAN.
Sebelum melakukan pemetaan tata ruang desa, lembaga Gemawan melakukan pengenalan terlebih dahulu tentang penggunaan alat media pemetaan, seperti Global Positioning system (GPS).

Pendidikan dan latihan (Diklat) dihadiri enam kepala dusun (Kadus) yang ada di desa Dusun Besar kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara (KKU), Provinsi Kalbar.

Parade Kadus di desa Dusun Besar seperti Kadus Kusnan, Akai, Kram, Iyan, Dedi, dan Tomi . Dihadiri juga dua aparatur Pemerintah Desa (Pemdes) Dusun Besar, Iyan dan Erik.

Dalam kegiatan pemetaan tata ruang desa Dusun Besar sendiri di bawah kendali operasi Penangungjawab (Pj) Pemetaan Kegiataan Gemawan, Mawardi. Menghadirkan pengajar tata ruang dari lembaga Gemawan, Heru Prayitno yang biasa disapa Bung Iyok.

“Menindaklanjuti kegiatan berikutnya tentang tata cara pembuatan sketsa peta wilayah desa perdusun. Khususnya di dalam pembuatan sketsa tiap wilayah, setiap kepala dusun membuat sketsa wilayahnya masing-masing berdasarkan luas wilayah hutan, sawah, perkebunan, jalan, fasilitas umum, dan pemukiman,” ungkap Mawardi, Pj Pemetaan Kegiatan Gemawan, didampingi staf pengajar pemetaan tata ruang desa, Heru Prihartanto.

Dikatakannya setiap kepala dusun dibagi menjadi empat kelompok serta setiap kelompok, didampingi satu orang rekan dari lembaga Gemawan. Setiap kelompok memegang satu alat media pemetaan GPS, berdasarkan pembagian wilayah kerja masing-masing kelompok.

“Kegiatan pertama di lapangan terlebih dahulu mengambil titik koordinat pemukiman dan fasilitas umum. Kegiatan tersebut menelan waktu selama tiga hari. Ini berdasarkan kapasitas jumlah pemukiman yang begitu padat, diperkirakan sekitar 1.200 unit pemukiman penduduk di desa Dusun Besar ini,” kupas Mawardi .

Ia menambahkan dengan pengambilan titik kordinat sawah dan perkebunan, waktu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan memakan waktu selama tiga hari.

“Dilanjutkan dengan pengambilan titik koordinat batas wilayah desa beserta kawasan hutan yang masuk di dalam wilayah desa Dusun Besar, memakan waktu dua hari dalam pengambilan wilayah itu,” jelas Mawardi.

Kadus Selatan Jaya ll, Akai mengatakan kegiataan pemetaan ini bukan hal yang mudah untuk pelaksanaannya di daerahnya. Sebab, karena Desa dusun besar mempunyai potensi kekayaan alam berupa hutan dan perkebunan yang cukup luas.

“Dalam pengambilan titik koordinat pemetaan juga harus jeli terhadap wilayah perkebunan dan sawah, karena banyak masyarakat yang sudah membuka lahan sawah baru di wilayah kaki gunung desa. Jarak tempuh yang dilalui sangat jauh,” keluh Akai.

Hal senada disampaikan Kadus Selatan Jaya I, Iyan, area hutan di desa juga sangatlah luas dalam mengambil titik kordinat dengan batas hutan di desa lain.

“Pemetaan ini merupakan ilmu yang sangat beharga untuk kami. Sebab, melalui pemetaan ini kami dari warga desa terjun langsung mengambil titik koordinat wilayah menggunakan GPS. Termasuk juga tata cara dalam menginput hasil data di lapangan yang sebelumnya sama sekali belum kami ketahui,” katanya.

Penulis: Welli Arma
Editor: Mahmudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gambar CAPTCHA

*

%d blogger menyukai ini: