Desa Rentan Konflik Antar Warga

Sambas, Gemawan – Sejumlah petani di Kabupaten Sambas, resah dengan ekspansi perkebunan sawit di daerah mereka. Selain perlawanan terhadap pencaplokan lahan oleh perusahaan, tidak jarang konflik antar warga juga terjadi .

“Kami sebagai petani rentan mengalami konflik antar warga, bahkan antar kampung, justru dampak perkebunan sawit ini membuat lahan warga menyempit, hingga kami sebagai petani rebutan akan hak atas tanah, apalagi batas desa banyak yang tidak jelas” ungkap Heri (35) petani karet dusun Kote Lame, (20/2).

Dia menjelaskan keadaan warga di kampung, beberapa kebun karet warga sudah ada yang terpasang patok lahan. Beberapa batang karet mereka ditebang untuk patok tersebut. Mereka yang memasang patok mengaku mengatasnamakan kelompok dusun sebelah.

Menurut Heri, ketakutan warga akan adanya provokator yang sengaja membuat konflik antar warga. “Tanpa disadari oleh warga, mereka yang mengatasnamakan kelompok dusun sebelah kenyataannya bisa jadi adalah utusan perkebunan sawit atau individu yang sengaja mengkapling-kapling tanah kami untuk dijual. Hingga konflik-konflik bisa saja terjadi antar warga” Kesalnya. (Zun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gambar CAPTCHA

*

%d blogger menyukai ini: