Gemawan Latih Kaum Tani Sedahan Gunakan GIS

LATIHAN GIS: Instruktur Gemawan, Abang Rustaman (kedua dari kiri), mencatat hasil pemetaan yang dilakukan peserta pelatihan GIS Gemawan, seperti Welly Arma (kanan), Budiman (tengah), Sunardi Hartono, dan Heri Anggara di persawahan desa Sedahan Jaya, Sukadana, KKU, Jumat (04/12/2015). FOTO: MAHMUDI/GEMAWAN.

Sukadana, GEMAWAN.
Distrik Officer Gemawan Kabupaten Kayong Utara (KKU), Agus Budiman didampingi programmer Gemawan Muryid Hidayat, menghadirkan instruktur pemetaan khas Geographic Information System disingkat (GIS), Abang Rustaman untuk melatih perwakilan kaum tani desa Sedahan kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara (KKU), Provinsi Kalbar, Jumat (04/12/2015).

Instruktur GIS untuk tata ruang kelola lahan pangan berkelanjutan, Abang Rustaman didampingi Welly Arma.

Sedangkan perserta pelatihan Budiman yang juga Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Sedahan Jaya. Kemudian Heri Anggara dan Sunardi Hartono dari warga setempat.

“GIS merupakan sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial atau bereferensi keruangan,” tutur Abang Rustaman.

Dikatakannya GIS ini memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis. Misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database.

Teknologi GIS dapat digunakan untuk investigasi ilmiah, pengelolaan sumber daya alam, kartografi, perencanaan pembangunan, dan perencanaan rute. Misalnya, membantu perencana secara cepat menghitung waktu tanggap darurat saat terjadi bencana alam, mencari lahan basah yang membutuhkan perlindungan dari polusi, pemetaan tata ruang masyarakat, dan lain-lain.

“Pemanfaatan dan penggunaan lahan bagian kajian geografi perlu pertimbangan dari berbagai segi. Tujuannya menentukan zonifikasi lahan yang sesuai dengan karakteristik lahan yang ada,” kupas Abang Rustaman.

Misalnya, jelas dia, wilayah pemanfaatan lahan kelola masyarakat untuk pangan berkelanjutan di desa biasanya dibagi menjadi daerah pemukiman, persawahan, perladangan, sumber air, fasilitas umum, jalur hijau, dan lain-lain.

GIS dapat membantu pembuatan perencanaan masing-masing wilayah dan hasilnya dapat digunakan sebagai acuan untuk pembangunan utilitas-utilitas yang diperlukan. Lokasi dari utilitas-utilitas yang akan dibangun di perdesaan maupun perkotaan, perlu dipertimbangkan agar efektif dan tidak melanggar kriteria-kriteria tertentu bisa menyebabkan ketidakselarasan.

Melalui GIS dapat memetakan apa yang ada di luar dan di dalam suatu area, kriteria-kriteriaini nanti digabungkan, sehingga memunculkan irisan daerah yang tidak sesuai, agak sesuai, dan sangat sesuai dengan seluruh kriteria.

“Di pedesaan atau rural tata guna lahan mayoritas ke pertanian. Terpetakannya iklim, kondisi tanah, ketinggian, dan keadaan alam akan membantu penentuan lokasi tanaman, pupuk, dan bagaimana proses pengolahan lahan,” ulas Abang Rustaman.

Misalnya lagi, jelasnya, pembangunan irigasi agar dapat merata dan minimal biayanya dapat dibantu dengan peta sawah ladang, peta pemukiman penduduk, ketinggian masing-masing tempat, dan peta kondisi tanah.

“Penentuan lumbung dan pemasaran hasil pertanian bisa terbantu pemanfaatan peta produksi pangan, paska panen, dan peta jaringan transportasi. Di sinilah tata ruang pedesaan atas lahan kelola pangan berkelanjutan berusaha dipetakan melalui GIS,” kupas Abang Rustaman.

Penataan ruang, imbuhnya, agar penentuan pola pemanfaatan ruang disesuaikan dengan kondisi fisik dan sosial masyarakat desa yang ada. Supaya lebih efektif dan efisien. (Gemawan-Mud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gambar CAPTCHA

*

%d blogger menyukai ini: