Pansel Tantang Putra Kalbar “Maju Calon Pimpinan KPK”

“Potensi Masyarakat Kalbar untuk bisa terlibat dalam unsur Pimpinan KPK, ada. Kita harap dari kalbar ada yang mencalonkan diri.” NATALIA SUBAGJO (Anggota Pansel KPK)

Panitia Selesi (Pansel) calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menantang putra-putri terbaik Kalbar untuk mendaftarkan diri sebagi Capim KPK 2015-2015.

“Hingga sekarang, saya tahu pasti, apakah orang Kalbar sudah mendaftar atau belum. Pastinya, sejak dibuka pendaftaran hingga sekarang, belum ada informasi masyarakat Kalbar mendaftarkan diri sebagai Capim KPK,” kata anggota Pansel KPK, Natalia Subagjo, kepada Tribun, di Hotel Santika Pontianak, Jum’at (19/6) siang.

Di temui disela-sela memaparkan materi dalam diskusi publik Mencari Sosok Ideal Pimpinan KPK 2015 – 2019, Natalia menuturkan setiap warga Indonesia berhak mendaftarkan diri atau ikut serta dalam pencalonan sebagai pimpinan KPK. “Mereka yang sudah daftar ke Pansel, dengan beragam latar belakang seperti wirausaha, advokat, dosen, masyarakat umum, dan lain-lain,” ujarnya.

Natalia optimis, jumlah pendaftar akan mencapai 200 orang. Sebab, kebiasaan orang Indonesia baru ramai mendaftarkan diri saat-saat hari terakhir pendaftaran, dalam hal ini 24 Juni. Saat ini yang mendaftar baru 182 orang. “Yang sudah daftar dari usia 45-60 tahun, dengan pendidikan S1 hingga S2, “imbuhnya.

Ditanya mengapa Pansel KPK memasukkan Pontianak dalam roadshow, Natalia menegaskan masyarakat Kalbar sangat jarang ikut serta dalam pencalonan Pimpinan KPK. Padahal, Kalbar punya potensi. “Potensi masyarakat Kalbar untuk bisa terlibat dalam unsur pimpinan KPK, juga ada. Kita harap dari putra Kalbar bisa mencalonkan diri,”tegasnya.

Melalui roadshow ini, Pansel KPK meminta supaya masyarakat Kalbar bisa mendaftarkan diri di Capim KPK, sebelum 24 Juni 2015, “tantang Natalia.

Ia menegaskan, Pansel ingin mencari individu-individu yang mempunyai visi untuk memperkuat KPK, membuat KPK semakin baik, efektif dan kuat secara kelembagaan. “Pastinya tanpa mengorbankan prestasi selama ini, yang telah dicapai KPK dalam penindakan korupsi dan pencegahan korupsi, “ papar Natalia.

Direktur Gemawan Kalbar, Laili Khairnur, diskusi Mencari Sosok Ideal Pimpinan KPK ini adalah inisiasi dari Pansel KPK. Pihaknya, hanya menfasilitasi, Mereka (Pansel) harus jemput bola karena ini sudah mendapatkan masukan semua pihak, sebab, tidak bisa menunggu di Jakarta. Itulah akhirnya ada koalisi masyarakat untuk mendorong daerah juga harus berperan, terlibat dalam proses seleksi Capim KPK ini, “kata Laili.

Terbentur Usia

 Tidak hanya Pontianak, roadshow ini juga di lakukan di 9 kota lainnya di Tanah Air. “Harapannya semakin banyak yang mendaftarkan diri, semakin banyak potensi bagi Pansel untuk menyeleksi orang-orang terbaik, “ujarnya

Laili menyebut, hingga saat ini, belum ada masyarakat Kalbar yang mendaftarkan diri sebagai Capim KPK, Laili menegaskan secara pribadi dirinya siap mendaftarkan diri.

“Saya secara pribadi siap. Tapi saya belum masuk kriteria, karena umurnya belum cukup dalam kriteria itu. Kalau umur saya cukup, Insya Allah akan mendaftarkan diri untuk seleksi sebagai Capim KPK. Karena ini sebenarnya peluang emas bagi diri sendiri, untuk melakukan akasi nyata, dalam memberantas korupsi di Indonesia,” tutur Laili sambil tersenyum.

Laili berharap, para akademisi, media Ormas seperti Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, bisa mendorong orang atau kader potensial untuk mendaftarkan diri di Capim KPK. “persoalan terpilih atau tidak, itu urusan belakang. Sebab negara ini membutuhkan orang-orang memiliki integritas, kapasitas, dan track record baik untuk melakukan pemberantasan korupsi, “imbuhnya.

Melihat jumlah penduduk Kalbar sekian juta, menurut Laili, mustahil tidak satupun masyarakat Kalbar, yang punya kriteria sesuai sebagai Pimpinan KPK, “Meskipun kita tidak bisa mencari dewa, tapi proses mendekati dewa itu pasti ada. Saya harap teman-teman akademi, Ormas, LSM, CEO, media, dan Lainnya, bisa mencalonkan diri di Capim ini, “Kata Laili.

Tidak hanya Laili, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Untan Pontianak, Ema Rahmania, juga mengaku siap mengikuti Capim KPK. Namun, sama halnya dengan Laili, umurnya belum memenuhi kriteria. “Kalau ada kebijakan dari Pansel, artinya ada perubahan regulasi terkait dengan usia, saya siap maju mencalonkan diri, “tegas Ema.

Ema menyatakan, ketika melihat dinamika atau permasalahan berkaitan dengan peran KPK, perlu dukungan daerah. Selama ini, permasalahan yang sering di ekseskusi KPK banyak di Pusat. Padahal, permasalahan di daerah jauh lebih banyak lagi.

“Tapi sayang tidak terkuak, sehingga membutuhkan orang-orang daerah yang memiliki potensi dan integritas. Maka, perlu didorang mereka-meraka yang mewakili daerah. Kalau di suatu daerah bisa terkuak kasus tindak korupsi, maka kasus-kasus lain di daerah akan terkuak juga, “paparnya.

Selesi Internal

Juru Bicara Pansel KPK, Betti Alisjahbana, mengatakan hingga jum’at, sudah ada 182 orang yang pendaftar untuk Capim KPK. Sebelas diantaranya perempuan. Pihaknya juga berkoordinasi dengan lembaga lainnya untuk menelusuri rekam jejak (track record).

“kami bekerjasama dengan koalisi masyarakat Anti Korupsi di dalam penyelenggaraannya. Pada senin 16 juni 2015, pansel telah bertemu Jaksa Agung dan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN). Kedua institusi ini memberikan dukungan kepada Pansel. Khususnya dalam penelusuran rekam jejak, “imbuh betti.

Anggota Pansel KPK, Yenti Garnasih, saat berbicara di Bandung menepis anggapan banyak orang, soal tidak transprannya pansel saat menerima berkas para pendaftar Capim KPK. Yenti menyebut, para pendaftar belum tentu memenuhi persyaratan dan akan masuk pada tahap selanjutnya.

“Kami disebut tidak transparan, karena tidak mau menyerahkan nama-nama sejak awal, “kata yenti saat diskusi Publik Mencari Sosok Ideal Pimpinan KPK di Hotel Luxton Bandung, di Jl Ir Juanda.

Alasan Yenti, karena para pendaftar banyak yang belum memenuhi persyaratan, ia pun mempersilakan masyarakat untuk memberikan masukan selama sebulan, sejak 27 Juni hingga 26 Juli.

Tidak hanya dari masyarakat umum yang mendaftar Capim KPK, ternyata Kejaksaan Agung (Kejagung) juga akan menyiapkan Jaksa terbaiknya. Jaksa Agung M Prasetyo, menegaskan ia masih mencari kandidat jaksa yang pas untuk direkomendasikan . “sekarang belum final. Kita bicarakan dengan jaksa muda,” ujar Prasetyo di Kantornya, Kebayoran Baru, Jaksel.

Teknis yang dilakukan kejagung untuk mencari calon yang akan didaftarkan, satu diantaranya dengan melakukan penawaran kepada para jaksa. Sayang, ia masih enggan membeberkan nama-nama jaksa yang mungkin menjadi kandidat.

“Kita akan lakukan semacama penawaran pada mereka, kita juga akan menilai yang menawarkan diri itu layak atau tidak. Namanya nanti sekalian di rilis , “kata prasetyo.

Hingga saat ini, disebut Prasetyo, belum ada jaksa yang mengajukan diri untuk ikut dalam bursa pencalonan yang akan didaftarkan ke Pansel KPK. “belum ada. Kalau ada yang ngelamar dan dianggap layak dan patut, kita akan ajukan,” tuturnya

Sumber: Tribune Pontianak cetak, 20 Juni 2015 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gambar CAPTCHA

*

PAGE TOP