Pameran Pelayanan Publik “Gemawan Membangun Kemandirian Ekonomi Masyarakat Desa”

Pameran Pelayanan Publik
“Gemawan Membangun Kemandirian Ekonomi Masyarakat Desa”

Kalbar – Diantara 20 stan pameran “Pelayanan Publik” yang diselenggarakan di Sukadana, Kayong Utara (4-6/5), tampak Gemawan ikut serta menampilkan produk olahan dan kerajinan kelompok dampingan, buku-buku hasil riset, dokumen laporan tahunan, serial foto Gemawan selama 16 tahun, serta pesawat drone untuk peta partisipatif.
foto stan ultah (2)Pemaren ini merupakan rangkaian kegiatan kegiatan outlook reformasi birokrasi yang dilaksanakan di Sukadana, Kayong Utara. Tidak kalah saing dengan stan yang lainnya, produk olahan seperti kerupuk, ikan asin, kue, kain songket, terasi yang di kemas dengan professional.
Produk olahan dan kerajinan ini merupakan produk hasil olehan kelompok dampingan Gemawan dari Sambas, Singkawang, Kubu Raya, Kapuas Hulu dan Kayong Utara. Tidak terkecuali, produk olahan dari luar Kabupaten dibawa berbondong-bondong peserta sekitar 20 kotak besar menggunakan kapal fery dari Rasau, Kubu raya.
Menurut Rahmawati, Distric officer Gemawan Sambas, pendampingan yang dilakukan untuk meningkatkan kemandirian ini sudah berjalan lama. Sejak tahun 2003, Gemawan membentuk dan meningkatkan kapasitas kelompok perempuan di Sambas dan Singkawang. Hingga sekitar tahun 2006 lahirlah Serikat Tani Serumpun damai.
“Produk dan kerajinan ini diolah langsung oleh kelompok, hasil dari pelatihan dan pertemuan yang kita berikan sangat memberikan dampak tidak hanya untuk kelompok tetapi harapan kita akan memberikan dampak kepada masyarakat lainnya” kata Cik Wati, panggilan sehari-hari.
Tidak terkecuali, dalam stan ini juga Gemawan mempublikasikan laporan-laporan Gemawan tahun tahun 2000-an hingga buku-buku hasil riset yang dikerjakan Gemawan baik sendiri maupun bersama lembaga lain.
“Hasil laporan ini menjadi milik publik, karena laporan ini juga di audit juga oleh auditor independen, inilah hasil-hasil yang telah kita kerjakan untuk berjuang membangun desa, dengan semangat Gerbang Desa atau Gerakan Membangun Desa,” Tutup Cik Wati, tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gambar CAPTCHA

*

%d blogger menyukai ini: