Ekspose APBD Kota Pontianak 2013, Sebuah Integritas atau Pencitraan?

Biarkan Masyarakat Menilai

Pemerintah Kota Pontianak telah mengekspose perincian Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Pontianak tahun 2013 lewat media massa beberapa hari lalu. Sejumlah pertanyaan pun mengemuka mengikuti apresiasi yang mengalir.

Pertanyaan yang mencuat terkait Pilwako Pontianak mendatang. Ekspose yang dilakukan Pemkot tersebut terkesan seperti sebuah pencitraan yang menguntungkan incumbent Sutarmidji.

Kenapa tidak ada ekspose dari APBD tahun-tahun sebelumnya? Kenapa baru tahun ini kesan akuntabilitas dan “bersih” itu dicuatkan?

“Biarlah masyarakat yang menilai. Kami di Gemawan hanya ingin bersikap wajar dan proporsional serta menjaga independensi. Hemat kami, itu bagus untuk kemaslahatan rakyat. Kita apresiasi,” jawab H Iskandar Jailani, Manajer PGG Gemawan Kalbar kepada Rakyat Kalbar, Minggu (6/1).

Berikut kutipan wawancara dengan Iskandar:

Apa tanggapan Anda mengenai ekspose perincian APBD Kota Pontianak tahun 2013 di media massa?

Sangat bagus. Karena setahu saya, di pemerintahan se-Kalbar belum pernah mengekspose APBD di media massa. Ini berarti pertama di Kalimantan Barat. Kalau tidak salah ekspose tentang APBD tersebut dimuat di sebuah media massa pada 4 Januari 2013.

Terkait pilwako 2013, bukankah tindakan itu terkesan sebuah pencitraan bagi incumbent Sutarmidji. Maksudnya, kenapa gak dari tahun anggaran dulu-dulu, kenapa baru tahun ini. Bagaimana pendapat Anda?

Biarlah masyarakat yang menilai. Kami di Gemawan hanya ingin bersikap wajar dan proporsional serta menjaga independensi. Hemat kami, itu bagus untuk kemaslahatan rakyat. Kita apresiasi.

Jadi, ekspose itu menunjukkan apa?

Kalau menurut saya, dengan dieksposenya APBD di media massa, paling tidak masyarakat bisa mendapatkan informasi. Mulai dari tahapan proses musrenbang hingga perincian pendapatan dan belanja daerah untuk tahun 2013.

Selain itu, perkembangan reformasi di segala aspek bidang kehidupan dan pemerintahan. Kemudian demokratisasi semakin membaik membawa konsekuensi pada tuntutan pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan.

Menurut Anda, dengan di eksposenya APBD tersebut, apakah Pemkot sudah transparan?

Dengan ekspose APBD di media massa, Pemkot Pontianak sudah semakin transparan dan akuntabel. Sehingga masyarakat semakin mengerti, kritis, dinamis, dan aspiratif terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Oleh karena itu lembaga pemerintah semakin dituntut untuk lebih baik dan dekat dengan masyarakat.

Apakah bisa menjamin dengan mengekspose APBD di media massa itu, kinerja pemerintah bagus?

Tidak juga sih, paling tidak pemerintah itu sudah berusaha melakukan komunikasi dengan masyarakat. Komunikasi yang baik ini akan mampu menjaga aspek transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan. Maka lebih terjaminnya aliran arus aspirasi dan tersampaikannya kebijakan dan program pembangunan dari pemerintah kepada masyarakat.

Untuk ke depannya, harapan Anda kepada Pemkot apa?

Kita berharap apa yang pernah Walikota sampaikan bukan hanya informasi tentang APBD saja yang dipublikasikan. Tetapi pembahasan awal anggaran, perubahan anggaran, atau ingin menaikkan anggaran. (hak )

Sumber            : Harian Rakyat Kalbar

Hari                 : Selasa, 8 Januari 2013

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gambar CAPTCHA

*

%d blogger menyukai ini: