Lokalatih Pengadaan Barang dan Jasa

Pontianak – Coreteam Transparency terdiri atas Lembaga Gemawan, JARI Borneo Barat, LPS-AIR dan PPSW Borneo dengan dukungan penuh TII berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Pontianak menyelenggarakan Lokalatih Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Hotel Mercure, Kamis (13/12).

Lokalatih ini diselenggarakan selama satu hari untuk memberikan pemahaman kepada 25 peserta dari unsur masyarakat, jurnalis, pemerintah dan NGO tentang prosedur dan mekanisme pengadaan barang /jasa pemerintah, serta untuk mensosialisasikan produk hukum yang berkaitan dengan pengadaan barang /jasa pemerintah.

Iskandar Zailiani, Manager Program Good Governance Lembaga Gemawan, pada saat memberikan kata sambutan mewakili Lembaga Gemawan mengawali  kegiatan ini dengan menjelaskan bahwa “Acara hari ini adalah sebuah kerjasama yang sangat baik antara Core Transparansi dengan Pemkot Pontianak, kerjasama core team Lembaga Gemawan, Up Link, Jari Borneo, PPSW Borneo sudah berlangsung sejak tahun 2010, kerjasama ini tidak akan lancar kalau tidak ada tokoh-tokoh yang mendukung kegiatan ini terutama dari Pemkot Pontianak. Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebenarnya bukan hanya tentang keterlibatan pemerintah saja, tetapi bagaimana keterlibatan masyarakat dalam hal ini, yaitu masyarakat berperan sebagai pelaku usaha, dan juga masyarakat yang berperan sebagai pemantau proses pengadaan barang dan jasa pemerintah”.

Rahmad, S.Sos, M.Si, perwakilan pemerintah kota Pontianak, memberikan kata sambutan sekaligus membuka acara pagi hari ini  “Kota Pontianak banjir penghargaan lokal, nasional, dan bahkan internasional berkat kontribusi Pemkot dan core transparansi, sesuai dengan kegiatan hari ini  salah satu poin kerjasama dengan TII adalah pembentukan lembaga pemantau independen PBJ, yang bertujuan mewujudkan kegiatan PBJ sesuai prinsip pakta integritas, menjamin keikutsertaan masyarakat dalam melakukan pengawasan kegiatan PBJ secara transparan, jujur, akuntabel dan partisipatif.”

Lokalatih singkat ini mendatangkan dua narasumber nasional yang berpengalaman dalam bidang pengadaan,  diantaranya Heni Yulianto; spesialis Pengadaan Barang dan Jasa TII, dan Leonardus Nugroho, Ak.,CFE; trainer di LPP Intens dengan latar belakang akuntan register negara. Selain itu, hadir juga narasumber lokal H.Ir. Trisna Ibrahim, MT,  Kabid Penelitian dan Pengembangan Pemerintah kota Pontianak.

Rahmad, S.Sos, M.Si memfasilitasi kegiatan lokalatih ini dengan pertama-tama memberikan kesempatan empat puluh menit pada setiap narasumber untuk memaparkan materinya. Paparan ketiga narasumber ini pada dasarnya terkait dengan Perpres no.54 tahun 2010 jo perpres 35 tahun 2011 jo perpres no 70 tahun 2011.

Leonardus Nugroho, biasa disapa Pak Leo, menjelaskan  secara rinci, singkat dan mudah dimengerti tentang isi perpres tersebut, terutama proses pengadaan barang dan jasa pemerintah yang mencakup perencanaan umum, perencanaan teknis, perencanaan pemilihan, dsbnya.

Heni Yulianto sebagai procurement specialist dari TII melihat bahwa pengadaan barang dan jasa bersifat tertutup dengan hanya melibatkan pemerintah sebagai user dan pihak swasta sebagai provider, sedangkan masyarakat tidak memiliki akses. Harapannya “Keterlibatan masyarakat sebagai stakeholders dan beneficiaries pengadaan pemerintah dalam memantau kegiatan pengadaan barang pemerintah, akan dapat menjamin proses pengadaan yang tepat waktu, tepat mutu, tepat target dan  tepat anggaran.”

Meskipun lokalatih ini hanya dapat diselenggarakan satu hari, harapannya para peserta yang telah hadir dapat menerima dan memahami materi dari ketiga narasumber, mengingat lokalatih ini merupakan upaya persiapan untuk Pembentukan Lembaga Pemantau Independen Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah di Kota Pontianak dengan menerapkan mekanisme terbuka dan transparan. (cs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gambar CAPTCHA

*

%d blogger menyukai ini: