Gemawan gelar Seminar publik: Analisa perolehan kursi pada pemilu 2014: Keterpilihan caleg perempuan

Pemilu Legislatif 2014 baru saja usai dan nama-nama calon anggota legislatif yang lolos juga telah di sahkan oleh KPU. Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, jumlah suara sah adalah 2.478.262 suara, atau dapat dikatakan partisipasi pemilih mencapai 69,82%. Ini berarti sekitar 30,18 % tidak menggunakan hak pilihnya. Hasil rekapitulasi juga menunjukkan bahwa partai politik dengan suara tertinggi untuk kursi DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Barat adalah PDI Perjuangan mencapai 817.770 suara (33%), disusul dengan Golkar (14,08%), Gerindra (9,53%), Demokrat (7,94%), PAN (7,92%), Nasdem (6,81%), PPP (5,51%), PKB (4,76%), PKS (4,12%), Hanura (3,50%), PKPI (1,58%), dan PPP (1,24%).
Berkenaan dengan hal tersebut, Lembaga Gemawan melakukan pengumpulan data dan melakukan analisa tentang perolehan suara dan perolehan kursi perempuan dalam Pemilu 2014. Data perolehan suara yang ditelaah adalah perolehan suara anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat 2014, dibandingkan dengan perolehan suara pada pemilu 2009. Analisa yang dilakukan juga pada data perolehan kursi mencakup DPRD Provinsi dan 14 DPRD Kab/Kota di Kalimantan Barat dalam pemilu 2009 dan 2014.
Pemaparan hasil analisa ini dilaksanakan dalam sebuah seminar publik yang mengangkat tema “Analisa Perolehan Kursi pada Pemilu 2014: Keterpilihan Caleg Perempuan”. Kegiatan ini dilaksanakanpada rabu, 11 Juni 2014 bertempat di Hotel Orchad Pontianak.
Hasil analisa yang dipaparkan Lembaga Gemawan antara lain menjelaskan bahwa, mayoritas pemilih lebih memilih caleg laki-laki daripada caleg perempuan. Perolehan kursi perempuan pada pemilu tahun ini hanya naik 1%, bahkan di beberapa dapil seperti dapil Kalbar 1 (Kota Pontianak), kalbar 4 ( kab. Sambas) dan Kalbar 6 ( kab. Sanggau dan Sekadau) tidak menempatkan seorang caleg perempuan sama sekali.
Ibu Syarifah Ema (Pusat Kajian Pemilu dan Partai Politik) sebagai salah satu narasumber mengatakan bahwa meningkatnya jumlah anggota legislative pada pemilu 2014 tidak menjamin adanya keberpihakan kepada perempuan. Apalagi jika dilihat perbandingan jumlah kursi antara laki-laki dan perempuan sangat jauh sekali.
Bawaslu dan KPU sebagai penyelenggara pemilu juga mengakui masih adanya dugaan pelanggaran pemilu di Kalimantan Barat yang saat ini masih dalam proses sidang. “Persoalan yang terjadi selama proses penyelenggaraan pemilu 9 April 2014 ini tentunya menjadi catatan penting masyarakat secara luas dalam mengawasi pemilihan presiden dan wakil presiden satu bulan ke depan “ujar Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat.
Selain di hadiri oleh KPU, Bawaslu, Media, perwakilan Ormas dan masyarakt, kegiatan ini juga dihadiri oleh mantan caleg. Ibu Thaufienar Taufiq, mantan caleg dari Gerindra mengatakan “ masih banyaknya money politic  dalam pemilu ini menyebabkan banyaknya caleg perempuan yang sangat memiliki potensial harus kalah”. (rf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gambar CAPTCHA

*

%d blogger menyukai ini: