“Kita Versus Korupsi”, Menanamkan Budaya Anti Korupsi

PrintPontianak (Gemawannews)-Permasalahan korupsi yang menggurita di negeri ini menggerakkan ide-ide kreatif sineas muda untuk menjawab sedikit persoalan itu dengan karya Film “Kita Versus Korupsi”. Banyak makna yang dapat kita serap dari film tersebut, pada intinya upaya menanamkan budaya anti korupsi, kata H. Iskandar Panitia Lokal dari Lembaga Gemawan, Rabu (04/07/12).

Dikatakannya, bahwa penindakan terhadap koruptor harus pula dibarengi dengan pencegahan melalui kampanye kejujuran dan pembangunan sistem yang benar. Kita bisa mulai dengan mendidik warga tentang dampak korupsi, membangun integritas pejabat dan masyarakat, serta menyalurkan dukungan publik menjadi gerakan budaya anti korupsi.

Film “Kita Versus Korupsi” merupakan wujud sumbangsih masyarakat sipil dalam pemberantasan korupsi. “Film yang kemudian disingkat “KvsK” ini berisikan 4 film pendek yang jadi satu sarat dengan nilai-nilai kejujuran dan semangat anti korupsi yang muncul dalam keseharian masyarakat negeri ini,” ujar H. Iskandar.

Lebih lanjut ia menerangkan, bahwa diberbagai kota-kota besar film ini sudah di putar, baik yang dihadiri kalangan pejabat, instansi pemerintahan, pelajar maupun masyarakat umum. Untuk saat ini kota Pontianak mendapat kesempatan untuk nonton bareng “Kita Versus Korupsi”, ada 3 titik tempat yang akan di rencanakan.

Pemutaran “Kita Versus Korupsi” hari Jumat di Kampus STAIN Pontianak, dan Taman Budaya. Untuk hari sabtunya di Studio XXI Mega Mall A. Yani Pontianak. Persiapan saat ini dari 3 lokasi tersebut kita pastikan sudah  rampung 90 %.

Nonton bareng “Kita Versus Korupsi” akan dihadiri  Walikota Pontianak, instansi terkait dan masyarakat umum yang terdiri dari Tokoh Agama, Budayawan, Aktivis LSM dan Pegiat Anti Korupsi, Komunitas Muda, Mahasiswa, Pelajar, Komunitas Pendidik, serta Komunitas dunia Usaha.

“Usai nobar juga akan dilangsungkan diskusi dan konPres, serta Meet and Great bersama sutradara dan pemain film,” terangnya.

Ia menambahkan, Melawan korupsi sebagai gerakan kebudayaan tentu bukan pekerjaan jangka pendek. Karena itu KPK perlu terus mendorong masyarakat sipil untuk aktif memerangi korupsi dalam karya dan kehidupan sehari-hari.

“Film dapat menjadi salah satu sarana pendidikan kejujuran dan pembangunan kultur anti korupsi di masa depan,” tukas H. Iskandar mengakhiri.

“Kita vs Korupsi” merupakan produksi bersama antara Transparency International Indonesia (TII), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Management Systems International (MSI), USAID, Club Indonesia Bersih dan Cangkir Kopi. (Joy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gambar CAPTCHA

*

PAGE TOP